5/18/2020

Puisi Kenangan Buat Chairil Anwar.

Apero Fublic.- Berikut ini puisi kenangan dari Djamil Soeherman sebagi penyair angkatan tahun 50-an. Penyair ini memiliki corak puisi yang berkata makna dan simbol. Jenis syairnya syair melankolis dimana akan sulit di mengerti oleh orang-orang awam sastra.

Namun inilah kenyataan dunia sastra yang penuh misteri dan tanda tanya. Namun, khazana karya tulis tetap dalam koridor sastra yang tinggi. Memberikan sumber pada generasi sekarang untuk berpikir dan cerdas.

Itulah syair yang sesungguhnya. Sebab memberikan tantangan yang luar biasa. Sisi sastra bukan hanya sebagai hiburan tapi juga memberikan pesan pendidikan dan pesan kemanusiaan. Sehingga pembaca dituntut untuk cerdas.


KEMBANG TELASIH BUAT CHAIRIL ANWAR

Diendapkan oleh.
kabut malam April.

Dalam dengking malam hening.
di atas palang bumi bisu.
bergelut rintih dan kasih.
bertaburkan kenang dan doa.

Malam ini mengendap tenang.
dan seisi rimba hanyut dalam semadi.
menggelepar semua yang mati dari abad-abad silam.
menokok bayang-bayang menari tanpa wujud.
dengan ada kisah lalu dari himpitan bumi hitam.
mengisahkan lagu buruan dari lembaran yang belum tamat.
dibawakan jin perayangan bertanduk gading.
dari gading impian dengan api kemenangan di tangan.
mereka yang datang beserta kami berhamburkan airmata.
atas tekanan hati luka ingin lupa dari duka.
biar kami kisahkan pada kau seribu kisah.
tentang kehidupan hantu berkeliaran malam.
biar kami lupakan cinta kami seribu lupa.
tentang gadis pembeli cinta maduan.
kami datang dengan pintu condong ke muka.
kami sudah berjanji kepada angin yang selamanya bertiup.
        dari lembah mati.
kamilah kini penyambung buluh.
saluran seni yang mengalir dari kau punya aku.

Kau yang kini tak lagi bisa dendang.
dengarlah dendang kami pada ombak arus memutih.
dan pada wangi tanjung bersebar pagi.
kau mati dalam riba seni.
jiwamu bertukar pada lapis udara yang kami hirup.
dan pada titis nyala pelita serta degup pembakar cita.
kau ada di hitam ada di putih.
ada di daging dara jadi satu.
bicaralah pada kami pada angin lepas daratan.
jika bintang beralih rupa jadi impian.
nanti kami bisa lepaskan kisah lagi seribu peri.
kami jagakan kau di tiap pagi puja.
kau dikenang.
kami menggenang antara kau.
dan kami Cuma imbauan angin malam pembawa wewangian.

Kau sekarang api.
api dari semua yang nyala.
dari semua jiwa yang kami reguk bersama dengan degub mati hidup.
berilah kami pengertian tentang ini kisah yang tidak
        akan punya akhir.

Oleh. Djamil Soeherman.
28 April 1949-28 April 1953.
Rewrite. Apero Fublic.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 18 Mei 2020.
Sumber: Djamil Soeherman dan Muhammad Diponegoro. Kabar Dari Langit. Bandung: Pustaka, 1988.
Buat semuanya bagi anda yang ingin mempublikasikan hasil karya puisi atau karya tulis lainnya. Dapat mengirimkan karya tulis anda ke Apero Fublic. Melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment