5/19/2020

Surat Kita: Kepada Kamu Yang Suka Bertanya.

Apero Fublic.- Kepada kamu yang suka bertanya-tanya pada sarjanah muda. Kamu bertanya kapan kerja? Sudah bekerja atau belum? Bekerja dimana?. Kapan kamu menikah?. Lalu kalian berkata, kalau tidak bekerja lantas untuk apa kuliah. Lebih baik, tidak usa kulia.

Untuk kamu yang suka bertanya, tanpa ilmu dan tanpa pemahaman. Kamu perlu tahu kamu telah bertanya sangat tidak sopan dan sangat mengeri. Jangan kamu merasa dirimu lebih baik lataran kamu sudah tua atau kamu tidak kuliah tapi sudah bekerja.

Jangan kamu pikir kuliah akan menjadikan manusia yang super dan serba bisa. Di bangku kulia banyak yang dipelajari. Dari tarap berpikir dan dari pola pikir. Di bangku kulia kami tidak dipersiapkan untuk bekerja.

Tapi kami belajar mata kuliah sama layaknya sewaktu sekolah. Kami sibuk dengan tugas-tugas kulia. Di smester akhir kami sibuk dengan skripsi. Kami tidak diajarkan menjadi kaya. Kami hanya diajarkan bagaimana menjadi manusia. Salah satu ciri manusia adalah hidup tidak hanya berpikir makan dan kawin.

Saat setelah lulus kami sarjanah muda mencari pekerjaan. Meingirim lamaran kerja kemana-mana. Terkadang tidak menghiraukan apa kelelahan dari perjuangan panjang kami selama ini. Sudah selesai kulia harus berperang dengan perasaan dan merendahkan diri menemui seseorang untuk bekerja. Amplok lamaran kami kadang hanya dilempar kedalam keranjang sampah tanpa dilihat sedikit pun.

Kadang saat melamar orang bertanya pengalam kerja. Bagaimana kami bisa berpengalam padahal kami baru beberapa bulan lulus kulia. Setelah itu, kami juga harus berkopetensi satu sama lain dengan sesama sarjana muda lainnya. Lalu nasib dan takdir menentukan kami.

Lalu kalian bertanya, kenapa belum bekerja?. Mengapa tidak bekerja, mengapa tidak mencari kerja?. Lalu kalian berkata-kata untuk apa kulia!. Lebih baik tidak kulia!. Sungguh pertanyaan kamu yang seperti peduli.

Adalah pertanyaan yang sangat menyedihkan hati sarjanah muda. Ketika kata-kata kalian untuk apa kulia adalah perkataan yang sangat jahat melukai hati. Mengapa kalian tidak mau berkata yang menguatkan hati dan jiwa. Mengapa kalian tidak memberikan solusi dan tidak perlu merasa lebih baik dari kami.

Kepada kamu yang suka bertanya dan suka berkata-kata. Kalau kamu tidak mengerti lebih baik diam dan berdoa untuk kami. Hidup yang keras dan perjuangan yang keras. Kami akan terus berusaha dan berusaha walau sulit. Berjuang mencari jalan kehidupan kami yang semakin sulit.

Oleh. Ade Rahmadahnia.
Palembang, 20 Mei 2020.
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Sudah tahu belum apa itu Surat Kita. Surat Kita adalah surat yang ditulis oleh seseorang secara abstrak. Kemudian dia kirim ke secara publikasi dan dibaca oleh orang banyak. Surat kita sama seperti surat pada umumnya.

Namun dia harus dipublikasikan melalui media massa, seperti koran, majalah, tabloid, buku, media elektronik seperti media siber, media sosial dan lainnya. Surat Kita tidak memiliki alamat dan tujuan yang pasti. Tidak juga menjelaskan secara rinci siapa yang menerimanya.

Surat Kita boleh dibaca siapa saja. Fungsi Surat Kita adalah untuk mengasa kemampuan menulis, menyampaikan kritikan sosial, ungkapan perasaan, hiburan, dan karya tulis sastra. Penulis surat kita juga boleh menggunakan nama pena atau nama samaran.

Buat semuanya, bagi yang ingin menulis Surat Kita. Dapat mengirimkan Surat Kita ke Apero Fublic sebagai perusahaan yang meluncurkan program Surat Kita. Kirimkan karya Surat Kita melalui email redaksi fublicapero@gmail.com atau duniasastra54@gmail.com. Jangan plagiat dan melanggar UU IT Republik Indonesia.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment