3/18/2020

Petikan Legenda Gerabah Masyarakat Kayu Agung (OKI)

Apero Fublic.- Sumatera Selatan. Gerabah adalah hasil kerajinan tangan yang berbahan baku dari tanah liat. Kemudian diolah lalu dibentuk menjadi alat-alat rumah tangga. Wilayah di Sumatera Selatan yang menghasilkan kerajinan gerabah adalah wilayah Kayu Agung, Ogan Komering Ilir. Bahkan wilayah ini sudah memproduksi gerabah sejak zaman Kedatuan Sriwijaya.

Pada masa lampau sungai-sungai dari anak-anak Sungai Musi diistilahkan dengan Batang Hari Sembilan. Dengan perahu kajang penduduk dari daerah Kayu Agung menjual hasil kerajinan gerabah mereka. Sungai yang menjadi jalur transportasi.

Sehingga gerabah produksi mereka tersebar di seluruh pelosok Sumatera Selatan dan daerah lainnya. Sampai sekarang kerajianan gerabah dari daerah Kayu Agung masih bertahan. Hanya teknologi dan sistem penjualan yang sedikit berbeda.

Untuk menyingkap legenda gerabah Kayu Agung. Tim Apero Fublic sampai di sebuah kecamatan di Kabupaten Musi Banyuasin, yaitu Kecamatan Sungai Keruh. Sungai Keruh menjadi saksi bisu penyebaran manusia. Jalur penyebaran kebudayaan, dan penyebaran agama Islam.

Sungai Keruh menjadi jalur masuknya nenek moyang (kepuyangan) orang-orang yang mendiami Kecamatan Sungai Keruh dan Marga Penukal. Dapat dikatakan Melayu Sumatera Selatan penyusur sungai.

Kalau kita melihat budaya orang-orang Melayu di Sumatera Selatan sama. Sama bahasa, sama adat istiadat, sistem bangunan tempat tinggal dan barang pecah belah seperti gerabah. Adalah hal yang sangat pasti. Sebab penyebaran kebudayaan menginduk dari aliran Sungai Musi.

Jenis-jenis gerabah yang di jual oleh orang-orang Kayu Agung pada masa lalu. Diantaranya, guci, kendi, baskom, piring dan lainnya untuk kebutuhan rumah tangga. Selain itu, masyarakat Kayu Agung juga menjual alat-alat dari logam seperti parang, tombak dan pisau.

Namun yang paling melegenda adalah gerabah dan perahu kajangnya. Gerabah Kayu Agung telah menjalin sejarah serta melampaui generasi ke generasi dalam rentan waktu ribuan tahun. Seakan perekat Melayu yang abadi. Semoga kerajinan gerabah dari masyarakat Kayu Agung terus bertahan dan berkembang maju dari waktu ke waktu.
Foto ilustrasi beberapa gerabah yang digunakan masyarakat pada masa lalu. Bukti masuknya kerajinan gerabah dari Kayu Agung. Foto teratas adalah jenis gerabah yang digunakan sebagai tempat menyimpan beras oleh orang-orang terdahulu.

Oleh. Totong Mahipal.
Editor. Selita, S.Pd.
Palembang, 18 Maret 2020.


Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment