1/19/2020

Buku Dokumentasi Sastra Lisan Sangir Talaud. Sulawesi Utara

Apero Fublic.- Buku Sastra Lisan Sangir Talaud adalah buku yang membahas tentang sastra lisan dari daerah Sangir Talaud. Sangir Talaud nama sebuah wilayah kepulauan di Provinsi Sulawesi Barat. Terletak di laut yang bebatasan dengan laut Filifina.

Buku Sastra Lisan Sangir Talaud di terbitkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta Tahun 1985. Masa itu beralamat Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur. Buku disusun oleh Paul Nebart, Gretha Liwoso, John Semen, Alex Ulaen, dan Nico Randonuwu.


Buku Sastra Lisan Sangir Talaud diawali dengan kata pengatar, daftar isi dan bab I, yaitu pendahuluan. Latar belakang masalah, perumusan dan pembatasan masalah, tujuan penelitian, kerangka teori, metode dan teknik penelitian, populasi sampel, sistem ejaan daerah dan penerjemahan kedalam Bahasa Indonesia. Bab II menjelaskan gambaran singkat tentang Sangir Talaud dan Kebudayaannya. Seperti letak geografis sampai ke bahasa setempat.


Isi pembahasan selanjutnya adalah mengenai sastra lisan berupa seni tutur jenis syair. Misalnya Sastra Lisan Sasalamate yang dilantunkan saat acara pernikahan. Sasambo jenis sastra lisan untuk nasihat. Bawowo untuk sastra lisan menidurkan anak-anak.Kalumpang jenis sastra lisan untuk bergotong royong mengupas kelapa. Papinintu jenis sastra lisan yang sama dengan teka-teki. Papantung jenis sastra lisan jenis pantun.

Tatinggung jenis sastra lisan untuk bergembira. Sastra lisan Mesamper yang juga dikenal dengan nama metunjuke yaitu jenis sastra lisan untuk kegiatan yang memerlukan energi emosi besar, misalnya saat peperangan atau acara pernikahan. Teman bermacam-macam dapat tentang agama, perjuangan, cinta dan sebagainya. Mesamper berarti bernyanyi.


Dalam buku ini juga ada jenis sastra tulis dan kesenian-kesenian lain. Pada Bab tiga ada penjelasan tentang kebiasaan masyarakat dalam fungsi sosial dan kedudukan cerita dalam masyarakat. Pada bagian keempat banyak mencatat cerita-cerita rakyat atau sejenis legenda dan dongeng-dongeng.

Cerita tersebut ditulis dalam dua bahasa, bahasa daerah Sangir Talaud dan terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia. Di antara cerita tersebut, seperti cerita Bekeng Sangiang I Sesebo Si Tomatiti yang berarti Cerita Putri Bernama Tomatiti. Cerita Gumansalagi, Cerita Elang laut dan Siput, Ceita Kera dan Bangau, Cerita Ikan Tongkol Dengan Ayam Burik. Serta banyak lagi lainnya.


Buku terdiri dari 170 halaman, dengan memuat daftar pustaka dan catatan narasumber atau informan dalam penelitian. Sampul buku berwarna kuning kunyit dan bagian sampul belakang sampul tertulis Skala Indah. Dalam penyajian untuk kejelasan identitas buku kurang lengkap. Kalau saya perhatikan hampir semua buku proyek terbitan pemerintah tidak sempurna dalam menulis identitas buku.

Sehingga menyulitkan para akademisi mengutip dan membuat catatan kaki. Demikianlah informasi sastra klasik Indonesia. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Terkhusus masyarakat Sulawesi dalam mengenal budaya mereka. #Mari kita bangun identitas kesusastraan Indonesia.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S. Sos.
Palembang, 20 Januari 2019.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment