12/26/2019

Sudut Pandang. Wacana MONPERA dan Jiwa Kepemimpinan

Apero Fublic.- Menjadi seorang aktivis dan memperjuangkan suara rakyat bukanlah hal mudah. Menghabiskan waktu dan tenaga. Namun bagi aktivis sejati, tersampainya suara rakyat, hadirnya keadilan di tengah masyarakat adalah hal paling diutamakan. Kelelahan dan kepenatan adalah hal biasa sebagai bentuk ibadah, dan kepedulian nyata dalam kebermanfaatan hidup di tengah masyarakat. Intinya, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Sudut pandang kali ini, akan mengulas wacana-wacana yang  berkembang di tengah masyarakat di Kecamatan Sungai Keruh. Salah satu wacana hangat adalah tentang pembangunan Monumen Perjuangan Rakyat (MONPERA),  di Kecamatan Sungai Keruh, Musi Banyuasin. Untuk masalah ini Apero Fublic mengkonfirmasi seorang Aktis Muda dari Kecamatan Sungai Keruh, Pak Sujarnik (27/12). Dia aktivis yang sangat aktif dalam memperjuangkan suara rakyat. Melebihi dari seorang anggota legislatif atau eksekutif di Kabupaten Musi Banyuasin.

Menurut Pak Sujarnik, tentang wacana pembangunan MONPERA di Kecamatan Sungai Keruh. Dia sangat mendukung dan akan membantu menyuarakannya di tingkat PEMDA Kabupaten Musi Banyuasin. Selain itu dia juga akan mempelajari tentang hal ini lebih mendalam. Pak Sujarnik mengingatkan dengan mengutif perkataan Presiden Soekarno.

“Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.” Kemudian dia menambahkan lagi. “Pembangunan MONPERA untuk masyarakat, akan membangkitkan jiwa nasionalisme yang tinggi pada masyarakat tersebut. Sebab masyarakat akan terketuk hatinya, apabila pemerintah menghargai jasa para pahlawan tersebut.

Apa lagi yang berjuang dan yang gugur adalah kakek-kakek mereka semua. Karena para pejuang, bukan orang yang mati konyol atau orang bodoh. Anak cucu dan keturunan mereka, keluarga mereka, akan bangga pada mereka semua. Sehingga bertambah cintalah rakyat Kecamatan Sungai Keruh pada negara ini. Pungkasnya.
Aktivis muda yang sangat dekat dengan masyarakat. Selalu terjun langsung dalam menyuarakan perjuangan rakyat dalam mencari keadilan. Suatu ketika, Pak Sujarnik membantu mantan karyawan GPI Plasma Desa Gajah Mati. Memperjuangkan pesangon setelah mereka tidak lagi bekerja. Pernah membantu masyarakat memperjuangkan hak mereka di PT. ITA, Musi Banyuasin.

Dari kiprahnya yang  aktif ditengah masyarakat. Saya  bertanya, "apakah tanggapannya, seandainya masyarakat mengamanahkan kepemimpinan padanya. Dia menjawab santai, “bukan janji, tapi bukti dalam dunia kepemimpinan. Karena saya tidak pandai berjanji seperti kaum munafiq." Maksud Pak Sujarnik dia tidak mau banyak berjanji. Tapi dia akan membuktikan dengan tindakan nyata. Dalam dunia kepemimpinan.

Percakapan dilanjutkan, “apakah tertarik mengabdi di tanah kelahiran, Desa Gajah Mati. Ikut dalam pencalonan sebagai Kepala Desa?. “Kalau masyarakat mendukung, saya akan siap maju dan berjuang untuk kemajuan Desa Gajah Mati. Sekaligus membangun di tanah kelahiran sendiri. Daerah lain saja di perjuangkan!!, apalagi tanah kelahiran sendiri. Berdosa mengabaikan amanat masyarakat.” Ujar Pak Sujarnik dengan tegas dan mantap.

Kembali saya mengkorek keterangan darinya. “Omong punya omong, "Apa saja yang akan Pak Sujarnik programkan seandainya terpilih menjadi Kepala Desa di Desa Gajah Mati. Dia sepertinya kaget dengan pertanyaan tidak terduga ini. Dengan berat hati dia menjawab. “Beberapa hal yang paling mendasar dari pengamatan selama ini. Yaitu membangun pemandian umum, beserta pasilatas WC Umum. Untuk kesejahteraan masyarakat di sekitar sungai dan Sungai Keruh.

Membangun penguat tebing Sungai Keruh di sepanjang tebing Sungai Keruh di Kampung Laut, agar tanah tidak terus longsor (cor beton). Lalu membangun tepian mandi yang baik dengan konsep ramah lingkuangan. Menyuarakan kebersihan sungai-sungai kecil, mengeruk agar tidak dangkal untuk menanggulangi banjir musim hujan (Galumbang). Sehingga terbentuk juga konsep tempat rekreasi untuk masyarakat nantinya di sekitar tempat tersebut. Agar tidak menjadi tempat pembuangan sampah seperti selama ini." Jelasnya.

Ketika ditanyakan dibidang sosial dari programnya seandainya terpilih menjadi Kepala Desa. Sedikit bocoran dari programnya. Pak Sujarnik membuat program pengaktifkan bantuan untuk orang-orang tua yang sudah tidak bekerja (lansia). Menggerakkan pemuda dan pemudi mencintai kebudayaan sendiri, kebudayaan Melayu. Memajukan dunia olah raga, dunia seni, Ikatan Remaja Masjid (IRMA). Semua akan dikuatkan dan didampingi langsung olehnya. Sebagai pemimpin sekaligus sebagai saudara. Tandas beliau.

“Ah, sudah!!, tadi membahas wacana tentang pembangunan MONPERA di Kecamatan Sungai Keruh.” Kata Pak Sujarnik mengingatkan. Sadar kalau dia telah terjebak oleh perbincangan. "Kalau berbicara dengan orang media, nanti tersebar kilahnya." Kami pun tertawa dan mengalihkan pembicaraan kembali tentang wacana pembangunan MONPERA. Untuk mengenang masa-masa perjuangan masyarakat dahulu, di Kecamatan Sungai Keruh.


Waktu berlalu, karena masih ada kesibukan masing-masing. Maka kami mengakhiri perbincangan. "Maaf wawancara, wacananya agak terpeleset ke politik sedikit kataku, sebelum mengucap salam dan menutup sambungan henpon. Kita doakan bersama, semoga pemerintah kita terbuka mata hatinya. Mendengar suara masyarakat di Kecamatan Sungai Keruh. Brapo untuk Pak Sujarnik, atas perjuangannya.
Foto kenangan Pak Sujarnik bersama Brigjen Polisi Bapak Mulyono di MABES POLRI. Pak Sujarnik Aktivis yang memiliki pergaulan luas. Dari masyarakat kecil sampai tingkat para pemimpin.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Desti. S.Sos.
Palembang, 27 Desember 2019.
Sumber dan sumber foto: Sujarnik.

Catatan: PT. Media Apero Fublic membuka jasa pengembangan karir politik, kepopuleran provesi, populer produk dan bisnis. Jasa penulisan e-Biografi dan publikasi karya tulis masyarakat. kontak: fublicapero@gmail.com.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment