12/27/2019

Mengenal Fungsi dan Manfaat Pohon Rengas

Apero Fublic.- Pohon rengas adalah pohon yang unik. Pohon ini mampu hidup di rawa-rawa, tebing sungai, tepian paya, tepian lebung, tepian danau atau dimanapun terdapat sumber air. Pohon rengas tumbuh di Madagaskar, India, Burma, Andaman, Indocina, Tiongkok, Thailand, Malaisya dan Indonesia.

Klasifikasi ilmia pohon rengas adalah termasuk kedalam jenis pohon-pohon anggota marga Gluta, bersuku Anacardiaceae. Habitat pohon rengas hidup di kawasan tanah yang dijangkau air. Kalau istilah masyarakat Melayu menyebutnya kawasan renah.

Tinggi pokok pohon terkadsng mencapai limah puluh meter dari atas permukaan tanah. Akar kuat dan berdaun lebat dengan dahan-dahan kokoh. Lingkar batang pohon terus membesar seiring pertumbuhan. Cara berkembang biak, dengan buah. Buah pohon rengas masak di musim penghujan. Kemudian buahnya jatuh di permukaan air sungai atau air sedang banjir, hanyut. Sehingga buah pohon rengas tersebar di seluruh kawasan tanah renah atau rawa-rawa.

Buah rengas yang terbawa air akan tergeletak di suatu tempat. Saat banjir surut atau buah tersebut tersangkut. Kemudian tumbuh di tempat tersebut. Itulah mengapa kita dapat menemukan pohon rengas tumbuh tersebar di dekat sumber air, rawa-rawa, dan di seluruh kawasan tanah renah.

Pohon rengas yang tumbuh di tepian sumber air akarnya akan bergulung besar untuk pernapasan saat air naik. Tapi pendapat ini perlu didukung penelitian ilmiah lebih lanjut. Ada pun manfaat pohon rengas secara kasat mata diantara sebagai berikut.

1. Penguat Tebing Sungai.
Akar pohon rengas yang bergulung-gulung besar dan kuat disekeliling batang pohonnya. Selain itu, pohon rengas juga memiliki jenis akar seperti gambut. Dari akar pohon rengas tersebut membuat tebing sungai menjadi kuat.

Sehingga tidak mudah longsor atau terkikis oleh arus air. Pohon rengas ada jenis yang berakar biasa tapi tetap kuat menahan tebing sungai. Semakin besar pohon rengas di tebing sungai semakin kuat tebing sungai. Pohon rengas dapat dibudidayakan untuk kelestarian lingkungan sumber air.

Dengan cara menanam 15 atau 20 meter satu pohon di sepanjang tebing sungai atau tebing sumber air lainnya. Dengan ukuran itu, akar pohon rengas akan berpadu. Sehingga tercipta beton alami di tebing sungai atau tebing sumber air lainnya.

2. Akar Sebagai Rumah Hewan Sungai.
Coba kita perhatikan pohon rengas yang besar tumbuh di tebing sungai. Akar-akar yang besar dan bergulung-gulung menjadi sarang hewan sungai. Mulai dari sarang ikan, keong, jenis labi-labi, kepiting, udang dan siput.  Bertelur dan bersarang di akar-akar pohon rengas.

Di sekitar pohon rengas kemudian menjadi habitat menyenangkan hewan-hewan. Badan sungai menjadi dalam, air menjadi ulak (tenang). Hewan berdatangan untuk tinggal. Suasana sekitar menjadi tedu dan sejuk. Penduduk sering datang menangkap ikan. Seperti memancing atau menjalah ikan disekitar akar pohon rengas. Karena selalu lebih mudah mendapatkan ikan.

3. Dahan Pohon Sebagai Rumah Hewan.
Dahan pohon rengas yang kokoh, rapat dan berdaun lebat. Membuat suatu tempat yang baik untuk hewan bersarang. Yang sering ditemui bersarang diatas pohon rengas jenis unggas. Burung elang dan burung besar lainnya. Jenis hewan primata, seperti kera, orang hutan, jenis tupai besar. Hewan mamalia seperti beruang.

Pohon rengas yang sudah besar dan dahannya sudah kokok melandai. Menjadi tempat lebah hutan membangun sarang. Sehingga pohon rengas sering dijadikan pohon sialang oleh penduduk. Pohon sialang adalah istilah pohon yang dijadikan tempat lebah hutan bersarang. Penduduk dapat memanen madu lebah diwaktu-waktu tertentu.

4. Sumber Oksigen.
Kita semua tahu, kalau pohon mengeluarkan oksigen dan pohon menghisap panas (CO2). Semakin besar pohon semakin banyak oksigen yang dikeluarkan. Oksigen dihirup oleh paru-paru hewan dan manusia.

Membuat bumi menjadi sejuk dan membantu mengatasi pemanasan global. Jangan menganggap remeh oksigen dan pohon. Pohon sama saja dengan nyawa manusia. Kalau tidak ada pohon lagi di dunia ini. Kita sebagai manusia akan mati. Karena pohonlah yang memproduksi oksigen untuk pernafasan kita, manusia.

Pohon rengas yang berkembang biak dengan buah. Akan terancam puna kalau ada penebangan masal pada pohon induk atau pohon yang telah berbuah. Oleh karena itu, jangan menebang pohon rengas untuk kepentingan pribadi.

Mari kita jaga pohon rengas yang tumbuh di dekat sumber-sumber air. Kemudian kita membudidayakan bibit pohon rengas. Lalu menanam di tebing sungai di dekat perkebunan kita. Begitupun dengan perusahaan perkebunan agar memperhatikan pohon rengas dan sumber air.

Kalau disepanjang tebing sungai dan danau ditumbuhi pohon rengas dengan jarak limabelas meter atau dua puluh meter. Maka tebing sungai akan terjaga dari longsor dan abrasi. Semakin banyak pohon rengas yang berakar besar bergulung-gulung itu. Semakin banyak sarang hewan sungai.

Berarti ikan, udang, keong akan berlimpa. Semoga pemerintah, masyarakat, aktivis lingkungan hidup, memberikan perhatian pada pohon rengas ini. Untuk pelestarian lingkungan dan pelestarian  sumber air. Pohon rengas dijadikan pohon yang dilindungi undang-undang.
Foto pohon rengas yang masih muda ditebang oleh penduduk saat membuka hutan untuk perkebunan. Hal demikian tidak boleh dilakukan. Karena akan membuat tebing sungai longsor.

Bukan hanya penduduk, perusahaan hutan industri baik perusahaan negara atau swasta tidak boleh menebang pohon rengas di dekat sumber air. Serta menjaga semua pohon-pohon yang tumbuh di tebing sungai.

Buat ukuran lima meter dari tebing sungai dimana tumbuhan dan pohon dibiarkan tetap tumbuh alami. Sehingga ada keseimbangan perkebunan dan kelestarian lingkungan hidup. #Salam lestari, selamatkan bumi.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Desti. S.Sos.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 27 Desember 2019.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment