11/16/2019

Muslim Bertanggung Jawab: Pada Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perlindungan Hewan-Hewan

Apero Fublic.- Lingkungan hidup adalah suatu tempat tinggal semua makhluk hidup di seluruh alam dunia. Mahkluk hidup terdiri dari manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Mendiami habitat Air, Darat, dan Udara. Mahkluk hidup memiliki ketergantungan pada lingkungan hidup. Secara langsung dan berkelanjutan.

Bayangkan kalau hidup tidak cukup air, tidak cukup buah-buahan atau kurang semuanya. Air dan oksigen tergantung pada pohon. Maka pohon perlu pelestarian. Buah-buahan perlu air dan perlu serangga untuk perkawinan bunga. Itulah sedikit gambaran atas saling ketergantungan manusia dan alam.

Sebagai makhluk yang berpikir seharusnya, setiap manusia memiliki kewajiban menjaga dan melestarikan bumi. Karena manusia adalah khalifah Allah di muka bumi ini. Gelar khalifah pada manusia sesungguhnya bersifat universal ditujukan pada masyarakat Muslim dan Non Muslim. Khalifah dalam pengertian bahasa Indonesia adalah Pemimpin. Begitupun di dalam bahasa Ingris yang berarti leader.


Tugas manusia yang menjadi pemimpin makhluk hidup, penjagaan pada alam dunia, dan memimpin diri sendiri dan memimpin manusia agar tetap menjadi manusia. Di dalam Al-Quran Allah SWT telah berfirman memperingatkan tentang kerusakan alam oleh perbuatan manusia. “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). QS. Ar-Rum: 30:41.


Dalam ayat ini ada tiga jenis kerusakan. Pertama, kerusakan di dalam sosial masyarakat umat manusia. Kedua, kerusakan alam atau lingkungan hidup. Ketiga, kerusakan akidah umat manusia oleh intelektual kosong. Seperti liberalisme membabi buta. Mensekularisme manusia, paham komunisme. Aliran-aliran sesat dalam agama, terutama di dalam agama Islam.

Di dalam agama Islam yang merusak itu ada dua. Pertama kerusakan akibat dimasukkannya paham liberalisme dan sekularisme dalam Islam. Kedua kedangkalan akidah yang teks book dalam pemahaman Al-Quran dan Hadis. Kerusakan-kerusakan tersebut sudah sangat besar. Namun di dalam pandangan mereka, sedang melakukan perbaikan. Liberalisme dan sekulerisme itu terapkan saja pada negara jangan pada agama dan jiwa manusia agar tidak merusak.


Dalam pembahasan ini akan membahas kerusakan lingkungan hidup. Allah SWT kembali berfirma memberi peringatan pada manusia. “Dan jangalah kamu berbuat kerusakan di bumi, setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan. (QS. Al-A’raf. 7:56). Ayat ini memiliki makna luas, diantaranya jangan melakukan kerusakan pada alam atau lingkungan hidup. Kemudian jangan merusak agama Islam dimana Allah telah memperbaiki agama-agama terdahulu dalam wujud Islam (Rahmat).


Apabila kita mendapat cobaan, seperti bencana banjir, kekeringan, kekurangan pangan seperti beras dan habisnya ikan. Atau musibah kejahatan pemerkosaan, berpacaran lalu hamil dan membunuh anak baru lahir. Contoh permasalahan atau bencana tersebut adalah bentuk teguran Alla SWT agar manusia yang lain berpikir.

Mengetahui makna dari larangan dan anjuran-Nya, Allah SWT berfirman: Biarkan mereka mengingkari rahmat yang telah Kami berikan. Dan bersenang-senanglah kamu, maka kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu). QS. Ar-Rum. 30:34. Pengertian rahmat di dalam surah tersebut adalah ajaran Islam, Al-Quran, Hadis.


Hal-hal demikian adalah telah jelas tergambar dalam kehidupan kita saat ini. Hampir setiap minggu pembunuhan pacar yang hamil sebab tidak mau bertanggung jawab. Dimana di dalam Al-Quran melarang mendekati zina apalagi berzina. Kemudian bencana tanah longsor, banjir bandang, tersebarnya penyakit kelamin dan sebagainya. Terlalu banyak membuat sumur bor membuat tanah di sebuah kota menurun dan menyebabkan tenggelam dalam waktu jangka panjang.

Allah SWT yang maha tahu dengan kelemahan manusia, kealfaan manusia dan buruknya tabiat manusia. Sehingga memberi pengajaran pada hambanya yang namanya manusia. Lalu Allah berfirman kembali agar kebaikan tetap terus ada. “Hai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepadanyalah kamu akan dikumpulkan. QS. Al-Anfal. 8:24.


Sebagai seorang Muslim kita wajib untuk berbuat sesuatu yang membawa kepada kemaslahatan hidup manusia. Kemaslahatan itu memiliki artian yang sangat luas. Maka kita lakukan sesuai dengan kemampuan kita. Kalau masalah hukum Islam telah di urus ulama dan pemerintah. Pendidikan telah di jalankan ustadz dan para guru-guru. Dakwah bidang sosial masyarakat telah dijalankan oleh organisasi-organisasi.

Maka kita seharusnya mengikuti aturan dalam berbuat sesuatu. Minimal tidak membuang sampah sembarangan. Tidak berbuat kerusakan dimanapun. Salah satu hal yang perlu kita perbuat adalah melestarikan lingkungan hidup. Mari kita melakukan tindakan nyata melakukan pelestarian alam. Menjaga hewan-hewan dari kepunahan. Maka posisi kita sama saja dengan para ulama dan para ustadz. Sebagai ulama atau ustadz lingkungan hidup.


Berbagai tugas, kalau ulama dan ustadz menjaga lingkungan sosial, akidah umat Islam. Mereka membahas tentang hukum-hukum Islam. Kita yang terjun di dunia lingkungan hidup menjaga lingkungan alam agar terus berimbang. Sebab alam sumber kehidupan manusia. Maka mereka yang terjun di dunia lingkungan hidup juga boleh dipanggil ustadz. Pahalah mereka sama dengan pahalah-pahalah para ulama dan para ustadz yang berdakwah.

Mari kita bersatu dalam menjaga alam ini, menjaga sumber air, kelestarian pohon, dan menjaga hewan-hewan dari kepunahan. Sehingga tugas kita sebagai khalifah Allah di muka bumi telah sampai. Dengan telah melakukan kewajiban tersebut. Cukup pada bidang lingkungan hidup Alhamdulillah. Nanti, kewenangan kita sebagai khalifah di muka bumi akan dipertanyakan dihadapan Allah SWT.

Sudah ada yang kamu perbuat untuk bumi?, atau buang sampah bekas minuman saja anda sembarangan???? Membunuh hewan apa saja tanpa alasan baik!. Atau membuat kerusakan alam lainnya. Neraka kawan jawabannya !. Ingatlah.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 2 November 2019.

Kitab Al-Qur’an dan Terjemahan. Ar-Rahman. Kementrian Agma RI. Al-Qur’an dan Terjemahan. Penerbit: Fokusmedia dan Yayasan Assalam International Indonesia. NO: P.VI/I/TL.02.I/764/2010. Bandung.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment