9/13/2019

Aktivis-Cendekiawan Muda Dari Bumi Lumpatan: Izin Mengabdi Untuk Desa

Apero Fublic.- Bukan Hanya Mimpi, Tapi Perjuangan, adalah ungkapan tepat untuk seorang pejuang. Sepanjang perjalanan kepemimpinan di negeri tercinta ini. Aku banyak menemukan beragam persoalan yang begitu pelik. Entah apa yang salah dengan negeri ini. Penduduk yang banyak, sumber daya alam melimpah, adat istiadat dan agama sangat beragam.

Namun kondisi kehidupan sosial masyarakat masih memprihatinkan, dan begitu tergerus oleh kebudayaan asing. Kehidupan yang religius tampak disepelehkan. Akibat dari semua itu, sifat hedonisme individu-individu meningkat. Mimpi untuk terus memajukan bangsa dan negara tercinta ini. Adalah mimpi yang hadir di dalam jiwa-jiwa anak bangsa. Namun mimpi tanpa perjuangan tidak akan memberikan dampak nyata.

Perjuangan itu bukan dalam bentuk perkembangan material, atau adu argumentasi antar masyarakat. Sebab perjuangan di abad moderen ini adalah perjuangan dengan akidah, penerapan ilmu pengetahuan, dan disertai tanggung jawab sosial yang tinggi. Ketika kita melihat kondisi pembangunan dan mereka sedikit-sedikit korupsi. Semua itu disebabkan faham hedonisme, materialisme, dan neofeodalisme.

Apakah aku sendiri dalam menanggapi kekhawatiran terhadap bangsa ini, di masa depan. Beberapa waktu lalu aku berjumpa dengan seorang sarjanah muda. Bukan hanya kenal biasa tapi dia juga adik tingkat semasa kulia di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Sehingga aku mengenali beliau sama seperti mengenali sahabat dekat sendiri.

Namanya Endang Saputra, S.Sos. Lahir di Desa Lumpatan 6 Juni 1997 dari pasangan Bapak Jon Kenedi Rozali dan Ibu Nurjanah Baihaki. Riwayat pendidikan sangat baik. Pendidikan Sekolah Dasar di Madrasah Ibtidahiyah Negeri  Lumpatan, Musi Banyuasin. SMP, masuk ke MTS Negeri Lumpatan, kemudian melanjutkan ke Madrasah Aliyah Negeri Sekayu (MAN Model), di Kota Sekayu. Setelah lulus dari MAN pada tahun 2014 silam. Endang Saputra, melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri, UIN Raden Fatah Palembang, pada Fakultas Adab dan Humaniorah, dengan bidang studi "Politik Islam. Lulus pada tahun 2019.

Endang Saputra, S.Sos adalah pemuda yang aktif. Dia sudah dekat dengan masyarakat dan banyak pengalaman dalam berorganisasi. Organisasi reguler atau non reguler. Basis pendidikan yang baik dan menguasai Ilmu Politik. Maka dia akan mampu terjun ke masyarakat dengan baik, memahami dan mengerti. Insyaa Allah amanah.

Endang Saputra pemuda yang berdisiplin tinggi dan bertanggung jawab, sudah menjadi karakter pribadinya. Kedisiplinan tersebut terbukti dengan selalu aktif mengikuti kegiatan sekolah atau berorganisasi saat menjadi mahasiswa. Diantara keorganisasian yang dia ikuti, diantaranya Menjadi anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2013.

Anggota Departemen Kajian dan Partisipasi Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Masika-ICMI) Orda Palembang Periode 2017-2019. Terpilih menjadi Ketua Umum Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Fakultas Adab UIN Raden Fatah Palembang periode 2015-2016. Kemudian terpilih menjadi Pimpinan Lembaga Pengembangan Sosial Politik Ekonomi dan Lingkungan (POSPEL) Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin. Sekarang sebagai seorang Jurnalis Media Berita Musi.

Endang Saputra, S.Sos, dengan banyaknya pengalaman berorganisasi, membuat dia cukup mumpuni dalam dunia kepemimpinan. Sebab tanda adanya jiwa kepemimpinan bukan dari slogan kampanye, bukan dari reklame kampanye, bukan dari baju kaos, bukan dari kalender partai, atau brosur-brosur.

Tapi untuk memimpin diperlukan orang-orang yang terdidik, memiliki kemampuan kerjasama tim atau kerja mandiri. Pengorganisasian orang banyak tidak dapat dihandle oleh emosi dan praduga-praduga. Maka, sosok Endang Saputra adalah tepat menjadi seorang pemimpin atau wakil rakyat dimana dia tinggal.

Terjun kedunia kepemimpinan budan untuk mencari kelebihan dunia. Tapi untuk beribadah dan berbakti pada negara tercinta terkhusu tanah kelahirannya. Sebagai bentuk dari pengabdian dirinya pada masyarakat. Sebagai bentuk tanggung jawab akademisi dibidang keilmuannya. Sekaligus sebagai putra daerah yang mencintai tanah kelahirnyan.

Dengan demikian Endang Saputra, S.Sos, Mencalonkan diri sebagai Anggota BPD (Badan Perwakilan Desa), Desa Lumpatan II dengan nomor urut satu (I). Mewakili Daerah Pemilihan II, Dusun II. Untuk periode Tahun 2019-2024. Waktu pemilihan tanggal 5 Oktober 2019. Dukungan dan doa menjadi motor perubahan dan kemajuan bersama.


Setidaknya itulah yang saya tangkap, dari sosok Endang Saputra. S.Sos. Sebagai seorang penulis dan Analisis Sosial Masyarakat dan Pengembangan Sejarah dan Peradaban Islam. Salam perubahan
Foto Endang Saputra bersama Bapak Hafiz Thohir Anggota DPR RI. Dalam acara Temu Pelantikan ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Idonesia), di Kota Palembang.
Endang Saputra dalam suatu forum diskusi.
Foto bersama rekan-rekan mahasiswa pada puncak acara Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
Foto dokumentasi saat penyerahan bantuan secara simbolis mewakili Lembaga Pengembangan Sosial Politik Ekonomi dan Lingkungan (POSPEL). Bekerjasama dengan Bank Mandiri dan Bank BNI dalam pemberian bantuan kotak sampa di Desa Lumpatan II. Diterimah langsung oleh Bapak Kepala Desa Lumpatan II, yang didampingi jajarannya. Bantuan disalurkan ke beberapa tempat umum, seperti masjid dan lainnya.

Oleh. Arip Muhtiar. S.Hum.
Editor. Selita. S.Sos.
Palembang, 14 September 2019.
Sumber foto. Endang Saputra, S.Sos.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment