-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Islam dan Budaya Pengertian Paham Dak Ilok dan Misteri Kata Orang Tua
Islam dan Budaya

Pengertian Paham Dak Ilok dan Misteri Kata Orang Tua

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
13 Sep, 2019 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Apero Fublic.- Masyarakat pada zaman dahulu memiliki pola pengendalian sosial yang berkaitan dengn mitos atau ketahayulan. Dalam pembahasan ini merujuk pada masyarakat Melayu di Sumatera Selatan. Sebelum masuknya Islam orang Melayu Sumatera Selatan hidup dalam lingkaran animisme, dinamisme, Hinduisme atau Budhisme.

Sehingga pemikiran yang rasional tidak ada sediktitpun. Islam yang sudah berkembang di Kota Palembang sejak zaman Kedatuan Sriwijaya. Perlahan masuk ke pedalaman dan menyebar rata sehingga 99% masyarakat Sumatera Selatan menjadi Muslim. Para ulama Islam harus berperang dengan paham pemikiran non rasionalisme tersebut (tahayul).


Sehingga Islam masuk beradaptasi dengan budaya lokal orang Melayu terutama dalam paham pemikiran dikenal dengan istilah Dak Ilok. Bangsa Melayu (Indonesia) suatu suku bangsa yang memiliki tingkat ketahayulan yang sangat tinggi. Aliran dari kepercayaan purba nenek moyang orang Melayu melekat dan mendara daging.

Sampai sekarang kepercayaan terhadap mitos-mitos belum hilang. Bagaimana para ulama masuk dalam kebudayan dan mengambil hati orang Melayu. Kemudian menanamkan nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan masyarakat Melayu sampai sekarang. Pola didikan sosial digunakan istilah-istilah yang menyesuaikan dengan paham tahayul tersebut.


Pertama yang dilakukan adalah memasukkan nilai-nilai Islam dalam sistem adat istiadat dan pemikiran orang Melayu. Dalam hal ini, dapat ditinjau dari kebiasaan orang-orang tua dari dahulu sampai sekarang. Apabilah menasihatai perbuatan yang tidak baik dengan berkata “dak ilok, kata orang tua.” (dialek menyesuaikan A,e,U,E,O). Diartikan secara bahasa kata dak sama dengan tidak.

Kata ilok sama dengan elok. Maka makna dak ilok diartikan tidak baik dalam bahasa Indonesia. Atau pamali yang lebih dikenal luas.  Di sini yang menjadi pertanyaan adalah siapa “orang tua” yang menjadi rujukan bagi masyarakat turun-temurun. Kata orang tua begitu populer di tengah masyarakat Melayu. Di bagian wilayah lain terdapat dialek berbeda seperti jeme tu’e.


Penyelidikan, siapa orang tua dalam paham pemikiran masyarakat selama ini ?. Dari mana mereka mendapatkan ajaran yang dirujukkan dengan kata orang tua. Dalam melakukan nasihat atau teguran pada seseorang. Karena orang Melayu 99% adalah Muslim. Kemudian penelitian tentang kehidupan masa sebelum Islam yang belum memiliki pola pendidikan secara luas dan merata kedalam masyarakat. Maka pelacakan pemahaman itu ditelusuri ke dalam ajaran agama Islam.


Di waktu kecil aku sering minum dengan cara mengangkat cerek secara langsung, tanpa memakai cangkir. Hal ini kemudian diteguri kakek bahwa minum seperti itu dak ilok kata orang tua. Karena seperti meminum air kencing setan akan sakit kembung dan sering kecing.

Pernah juga waktu aku ikut ayah bertandang kerumah paman. Tapi paman tidak dirumah, maka ayah tidak jadi bertandang. Padahal aku sudah sangat ingin bermain dengan adik sepupuku. Aku bertanya pada ayah mengapa tidak jadi bertandang. Ayah bilang dak ilok kata orang tua, sebab pamanku sedang tidak di rumah. Karena akan mendapat balak bencana.


Berikut ini contoh hadis yang dirujukkan dengan kata orang tua: Dari Abu Hurairah, Baginda Rasulullah SAW bersabda: “Rasulullah melarang  minum langsung dari mulut qirbah (qirbah adalah wadah minum dari kulit atau wadah minum lainnya). H.R. Bukhari No. 5627. Dari sini perujukan orang tua yang dikiaskan oleh para Ulama adalah Imam Bukhari dan para periwayatan hadis dan tersambung ke Rasulullah SAW. Dalam pelarangan minum secara langsung dari mulut cerek atau teko air minum.


Berbagai ungkapan dak ilok kata orang tua, seperti ditujukan pada wanita yang berpakaian tidak sesuai atau terlalu terbuka. Tidak boleh memberi asi pada anak di pinggir jalan atau di ruang terbuka, karena dak ilok kata orang tua. Pakaian harus tertutup baik laki-laki atau perempuan.

Sehingga berkembang busana kain sepinggang yang menutup sampai mata kaki, mengingat dulu kain adalah busana utama Nusantara. Kemudian celana panjang dan baju kurung di dalam masyarakat Melayu.

Nilai-nilai Islam dapat dilihat saat adanya kegiatan masyarakat seperti acara pernikahan, lelaki dan wanita duduk tidak boleh bercampur, wanita di dapur lelaki bagian depan. Wanita bersuami tidak boleh tersenyum pada lelaki selain suaminya. Wanita bersuami tidak boleh memperlihatkan keramahan pada lelaki lain selain suaminya dan keluarganya. Saat seorang gadis tidur tidak boleh ngangkang, nanti diperkosa siluman.


Wanita dan laki-laki  Tidak bole berjalan berdua dengan lelaki bukan mahramnya. Tidak boleh berdua-dua ditempat sepi, sebab “Dak ilok kata orang tua, nanti di omongkan orang.” Sehingga menjadi acuan wanita dan laki-laki dalam bersosialisasi. Yang dimaksud dengan diomongkan orang adalah terjadinya fitnah. Baik fitnah dari mulut masyarakat yang melihat juga fitnah atau cobaan syawat.


Pelacakan dari perujukan  “kata orang tua” tersebut ditemukan dalam hadis-hadis, atau fatwah para ulama. Sehingga dapat disimpulkan kata orang tua dalam makna kiasan yang dimaksud adalah Rasullah. SAW, para sahabatnya, kemudian para ulama.

Sebab hampir semua kata dak ilok selalu sesuai dengan hadis-hadis dan patwah ulama. Sehingga walaupun orang Melayu terlihat tidak terlihat begitu Islami, misalnya jarang berhijab, jarang berzikir. Tapi secarasosial budaya dan adat-istiadat orang Melayu sesuai dengan ajaran Islam.

Karena aturan-aturan hukum Islam dijadikan dasar beradat-istiadat. Masa awal kedatangan Islam, orang-orang Melayu belum mengenal keilmuan Al-quran dan Hadis. Maka hukum Islam diterjemahkan para ulama terdahulu dengan paham dak ilok kata orang tua atau membumikan hukum Islam.


Paham dak ilok kata orang tua lama kelamaan menjadi sastra lisan. Tidak tertulis hanya disampaikan secara turun temurun. Sehingga dalam perkembangannya kata-kata dak ilok kata orang tua semakin lama semakin berkembang. Sudah biasa paham masyarakat yang kurang pengetahuan sering memunculkan paham sendiri sehingga ungkapan Dak Ilok kata orang tua sering menyimpang pada masa-masa berikutnya.

Mereka menjual ungkapan sesuai kepentiangan atau menduga-duga saja. Maka muncullah ketahayulan, dan kesyirikan. Namun hukum adat istiadat berlandaskan Islam tetap tertanam secara naluri di kehidupan sosial. Hanya saja timbul paham mengarang sendiri dari kata dak ilok kata orang tua.


Masyarakat masa selanjutnya yang tidak tahu menahu kalau ulama menciptakan ungkapan dak ilok kata orang tua merujuk hadis, fatwah ulama, atau Al-Quran. Banyak masyarakat biasa memunculkan sesuai nafsu mereka. Masyarakat tidak menguasai ilmu keislaman, apalagi periwayatan.

Kemudian membuat kata-kata sendiri yang tidak logis dan masuk akal. Maka ketahayulan menjadi lebih dominan dari pada akal sehat. Kepercayaan terhadap dukun dan kata-kata sembarangan telah membawa orang Melayu dalam kebodohan akidah. Berikut ini kata dak ilok kata orang tua ciptaan masyarakat yang tidak berilmu dan dipengeruhi pemikiran tahayul.

Misalnya dak ilok kata orang tua rumah “menghadap pengkolan sungai sering sakit-sakitan penghuninya.” Dak ilok kata orang tua bujang alim karena masa tua nanti berubah tidak alim lagi atau menjadi juaro (penjudi). Dak ilok kata orang tua berladang diapit dua sungai, akan mati anak atau istri. Dan banyak lagi lainnya tersebar di masarakat dimana mereka menduga-duga dan mengarang sesuai nafsunya.


Oleh. Joni Apero

Editor. Desti. S.Sos.
Palembang, 13 September 2019.


By. Apero Fublic
Via Islam dan Budaya
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Mahasiswa Magang : Dukung Survei Lapangan Usulan Pavingisasi Punden di Desa Duren, Madiun, Jawa Timur

PT. Media Apero Fublic- Wednesday, June 17, 2026 0
Mahasiswa Magang : Dukung Survei Lapangan Usulan Pavingisasi Punden di Desa Duren, Madiun, Jawa Timur
APERO FUBLIC   I  MADIUN .-  Mahasiswa magang pada Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur turut berpartisi…

Most Popular

Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261175
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta JAKARTA Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kampuu Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts


Editor Post


Popular Post


Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 65 Berita 1613 Berita Daerah 1593 Berita Internasional 38 Berita Nasional 1197 Brand 117 Budaya Daerah 37 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 54 Cerita Rakyat 12 Cerpen 23 Dongeng 67 Ekonomi 84 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 10 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 4 Jurnalisme Kita 19 Kampus 786 Kesehatan 39 Kisah Legenda 10 Kuliner 30 Mitos 15 Opini 592 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 47 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 59 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 2 Sastra Kita 44 Sastra Klasik 54 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 189 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us