7/14/2019

Nh. Dini. Sastrawan Wanita Angkatan Pertama Indonesia

Apero Fublic.- Indonesia memiliki banyak sastrawan yang lahir sebelum kemerdekaan Bangsa Indonesia. Baik itu sastrawan laki-laki atau perempuan. Kaum perempuan juga memiliki kemampuan luar biasa dalam hal karang mengarang. Seperti sastrawan Indonesia Nh. Dini, adalah sastrawan wanita Indonesia.

Sebagai sastrawan modern masa awal bangsa Indonesia. Nh. Dini di lahirkan di Semarang 29 Februari 1936. Sastrawan yang melewati merasakan pahitnya kehidupan masa-masa perjuangan bangsa mencapai kemerdekaan. Pendidikannya, menempuh pendidikan dari SD, SMP, SMA Bagian Sastra (1956), dan Kursus B-I Jurusan Sejarah (1957). Tahun 1957 sampai 1960 beliau bekerja di GIA Kemayoran, Jakarta.

Memasuki jenjang pernikahan Nh. Dini berjodoh dengan seorang diplomat Prancis. Sehingga membuat dia sering pindah tempat tinggal, seperti ke Jepang, ke Prancis, dan Amerika Serikat. Ditahun 1980-an beliau kembali ke Indonesia, dan menetap di tanah kelahirannya di Semarang. Perjalanan hidup yang panjang telah menempa jiwa kepenulisannya.

Sehingga kematangan menulis benar-benar menjiwai. Beberapa hasil buah karyanya sastranya meliputi, seperti puisi, cerpen, novelet atau novel pendek. Berikut beberapa karyanya; Dua Dunia (1956), Hati Yang Damai (1961), Pada Sebua Kapal (1973), La Barka (1975), Keberangkatan (1977), Sebuah Lorong di Kotaku (1978), Padang Ilalang di Belakang Rumah (1979), Langit dan Bumi Sahabat Kami (1979), Sekayu (1981).

Namaku Hiroko (1977), Amir Hamzah Pangeran dari Seberang (1981), Kuncup Berseri (1982), Tuileries (1982), Segi dan Garis (1983), Orang-Orang Trans (1985), Pertemuan Dua Hati (1986), Jalan Bandungan (1989), Tirai Menurun (1993), Panggilan Darma Seorang Bhikkhu (1997), Tanah Baru Tanah Air Ke Dua (1997), Kemayoran (2000), dan Jepun Negerinya Hiroko (2000). Sedangkan buku terjemahannya; Sampar (karya dari Albert Camus 1985).


Beberapa studi mengenai karya sastra Nh. Dini dan karyanya; oleh Sariyati Nadjamuddin-Tome, Isu Wanita Dalam La Barka (1997), dan Th. Sri Rahayu Prihartini; Nh. Dini dan Karya dan Dunianya (1999). Pada tahun 1989 beliau memperoleh Hadiah Seni dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan pada tahun 1991 memperoleh Piagam Penghargaan Upapradana dari Pemda Tingkat II Jawa Tengah.

Selain terus menulis beliau juga mengelola taman bacaan untuk remaja dan anak-anak di pinggir Kota Semarang. Salah satu karya antologi Nh. Dini berupa antologi cerpen  yang bertema Monumen, yang diterbitkan oleh Grasindo di Jakarta tahun 2002. Buku terdiri dari sepuluh cerpen, yaitu Si PencitBedukPulauAyamHanya Seorang IbuKampung KuningPerumnasMonumen, Yustina, Kawin Perak.
Oleh: Asdi Merka. S.Hum.
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 2018.
Sumber: Nh. Dini, Monumen, Jakarta: Grasindo, 2002. Sumber foto. Anita.
Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment