7/24/2019

Enam Alasan Orang Berpacaran

Apero Fublic.- Hukum Islam sangat melarang orang berpacaran. Namun karena, sistem pencarian jodoh di Indonesia dengan pacaran. Pada awalnya sistem pacaran tidak ada yang salah. Sehingga masih dapat ditolelir umat. Bujang dan gadis pacaran hanya seperti bersahabat dan tidak berbuat dosa. Ikatan adat dan agama menata sosial masyarakat dengan baik.

Namun, dalam perjalanannya sistem pacaran berubah. Pada awalnya pacaran hanya untuk mencari pasangan hidup. Sekarang pacaran telah dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan tertentu. Dosa dan adat istiadat dianggap kuno sehingga muncul pola pacaran yang tidak sehat. Banyak yang mengakali dan mempermainkan hubungan pacaran untuk tujuan yang tidak baik. Sehingga ada enam alasan orang berpacaran di zaman sekarang.

1. Untuk Saling Mengenal.
Laki-laki dan wanita berpacaran karena ingin saling mengenali. Dalam pertimbangan, seiring waktu mereka akan dapat saling memahami dan mengerti satu sama lain. Mereka juga berharap pacarnya dapat menerima kekurangannya. Namun sayangnya orang berpacaran semuanya munafiq.

Orang berpacaran baik laki-laki maupun perempuan selalu menunjukkan yang baik-baik saja. Wajah yang dihias dan baju yang bagus saat bertemu. Uang dikeluarkan tidak jadi apa yang penting sang pacar bahagia. Dia tidak perduli kalau uang yang dia miliki tidak begitu banyak.

Sehingga sang kekasih menganggap si kekasih orang baik. Begitupun saat dikenalkan pada calon mertua dan saudara-saudara pacar. Mereka juga menampilkan semua yang baik-baik alias sandiwara. Sehingga keinginan orang pacaran untuk saling mengenal sudah gagal duluan.


2. Untuk Dimanfaatkan.
Baik laki-laki atau wanita berpacaran ada juga hanya untuk dimanfaatkan. Misalnya laki-laki memanfaatkan pacarnya untuk mengerjakan tugas kulia, seperti skripsi. Meminjam uang diwaktu krisis keuangan. Ada orang untuk mencucikan pakaian. Ada yang memasak makanan dan sebagainya.

Begitupun wanita juga banyak memanfaatkan sang pacar. Untuk antar jemput sekolah atau bekerja. Meminta bantuan saat sedang susah. Atau teman belanja agar ada yang membayarkan. Kalau di waktu-waktu tertentu juga untuk teman jalan, misalnya kondangan atau berpergian. Namun untuk wanita seperti ini harus hati-hati kadang lelaki yang dia manfaatkan juga memiliki niat jahat.


3. Untuk Hiburan.
Orang berpacaran juga ada hanya untuk hiburan. Karena hidup yang membosankan hanya itu-itu saja. Seumpama untuk penyemangat sekolah atau kuliah. Membuat mereka mencari pengalihan dengan pacaran. Yang sering berpacaran seperti ini adalah kaum lelaki. Banyak sekali kaum laki-laki yang ingin berpacaran hanya untuk hiburan.

Terutama laki-laki yang memasuki umur produktif, dari dunia remaja sampai usia dua puluh lima tahun. Masa tersebut adalah bentuk bebas bagi laki-laki. Mereka merasa masih mudah dan memiliki banyak waktu untuk mencari wanita. Sehingga jarang sekali serius berpacaran. Mereka bergonta-ganti pacar dan berburu cinta. Masa-masa yang hanya berburu seks dan keperawanan gadis. Mereka ingin menikmati tubuh wanita secara gratis.

Tidak membayar juga tidak bertanggung jawab. Banyak gadis-gadis remaja yang kehilangan kesuciannya karena berpacaran dengan lelaki yang hanya mencari hiburan. Biasanya laki-laki seperti ini setelah puas akan menghilang perlahan-lahan. Selain laki-laki usia produktif tersebut (15-25). Laki-laki yang berpacaran hanya untuk hiburan biasanya laki-laki yang sudah beristri.


4. Ingin Terlihat Laku.
Orang-orang pacaran juga ada yang hanya ingin terlihat laku. Mereka akan bahagia saat orang melihat dan mengetahui kalau dia ada pacar. Zaman sekarang mereka mengupload foto-foto mesra di media sosial mereka. Sehingga mereka bangga karena ada orang yang menyukainya.

Padahal banyak yang lain yang juga menyukainya. Orang pacaran ingin terlihat laku ini cenderung ikut-ikutan. Karena teman-temannya  punya pacar dan dia belum maka dia mencari-cari. Sehingga dia pacaran hanya karena ingin terlihat laku.


5. Khawatir Tidak Bertemu Jodoh
Orang berpacaran juga didorong oleh kekhawatiran tidak bertemu jodoh. Semakin hari semakin dewasa dan jodoh belum datang. Akhirnya menjadi resah dan gelisa. Karena sistem pencarian jodoh di Indonesia pacaran maka dia berpacaran.

Dengan pacaran dia berharap dapat menemukan jodohnya. Pacar dia jadikan harapan sebagai jodohnya di masa depan. Dia berjanji setia sehingga menutup cinta lelaki lain. Kadang mengambang sampai bertahun-tahun dengan ikatan kata setia. Tidak jarang juga sang pacar menikah dengan orang lain. 


6. Untuk Melampiaskan Nafsu Seks.
Banyak juga orang pacaran hanya untuk melampiaskan nafsu seksnya. Baik itu laki-laki atau wanita. Bukan hanya laki-laki saja yang mencari pelampiasan nafsu. Banyak juga wanita yang tingkat kebutuhan seksnya tinggi. Sehingga dengan berpacaran dia dapat menyalurkan nafsu seksnya. Yang paling banyak berpacaran seperti ini adalah kaum laki-laki.

Kaum laki-laki selalu mencoba mencari tempat pelampiasan nafsu seks. Kadang ada yang hanya bercumbu-cumbu dan perpelukan saja. Tapi kebanyakan mereka berzina. Sistem pacaran yang sudah bedah niat inilah yang sangat merusak moral. Pada awalnya orang-orang sekuler ingin kebebasan dan kedewasaan rakyat. Namun yang didapat bukan masyarakat yang bebas.

Tetapi manusia-manusia yang liar. Penghancuran adat istiadat sekaligus nilai-nilai susilah adalah bom waktu manusia untuk kerusakan tatanan masyarakat yang baik. Dalam hal ini yang paling diserang adalah Islam. Mari kaum muslimin Indonesia kita kembali ke hukum Islam, yaitu mendidik, mengajarkan, agar anak-anak kita tidak pacaran.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 25 Juli 2019.


Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment