7/28/2019

Dakwah Literasi


Apero Fublic.- Setiap muslim adalah da’i atau pendakwah. Setiap muslim wajib menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dalam kehidupan ini kemampuan manusia sangat terbatas. Tidak semua orang dapat memiliki banyak kemampuan untuk menjadi ahli ilmu. Menjadi seorang intelektual tinggi. Tidak semua muslim dapat ceramah seperti para ulama, ustadz dan ustazah.

Namun di balik itu semua ada hikma yang harus kita sadari. Setiap muslim yang kemampuannya berbeda-beda tersebut hendaknya menjadi pendakwah dibidangnya masing-masing. Seumpama dia seorang ahli lingkungan hidup. Maka dia berdakwah pada bidang lingkungan hidup. Beritahu ayat-ayat, hadits, fatwa para ulama dalam bidang lingkungan hidup. Sehingga kaum muslimin yang tidak menguasai ilmu di bidang lingkungan hidup menjadi mengerti.       

Seandainya kita memiliki kemampuan menulis, maka hendaknya dengan tulisan itu kita dapat menjadikannya media dakwah. Dakwah bukan berarti menyampaikan perkara ibadah saja. Menjelaskan perkara haram dan halal. Untuk dakwah perkara Hukum Islam sudah dipegang oleh para ulama.

Tidak sembarangan orang menyampaikannya. Dakwah yang paling mudah dilakukan oleh kita sebagai seorang muslim awam di tengah masyarakat Islam adalah Dakwah Literasi. Dakwah Literasi ini sangat mudah dan tidak menguras tenaga. Kita dapat menjalankan dengan santai sekaligus tempat penyalur hobi. Mengasah kreatifitas dengan hal yang bernilai positif.

Dakwah diartikan dalam kamus Bahasa Indonesia, dengan: sama seperti penyiaran, seperti propaganda. Dakwah agama yaitu menyiarkan agama atau mengembangkan agama di tengah masyarakat. Dakwah juga berarti seruan atau ajakan untuk memeluk agama yang didakwahkan. Di tengah masyarakat yang agamanya sama dakwah memperkenalkan, mengajarkan ajaran-ajaran agama di tengah masyarakat.

Sedangkan Literasi berasal dari bahasa latin literatusLiteratus bermakna orang yang belajar. Kemudian diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi literasi. Literasi diartikan secara umum adalah bentuk kemampuan seseorang pada pemahaman dunia sastra atau aksara. Seperti membaca, menulis, mendengar, dan melihat. Literasi mendengar adalah literasi dari sumber suara yang bermakna.

Seperti mendengar berita dari radio, seorang anak mendengar dongeng, atau mendengar musik. Sedangkan memasuki perkembangan teknologi komunikasi. Literasi melihat juga  muncul, seperti menonton di televisi adatu di smart phone. Literasi melihat juga dapat melalui menonton pertunjukan atau melihat peristiwa sekeliling. Semua hal tersebut adalah bentuk literasi.

Kata literatus atau literasi yang bermakna orang yang belajar tersebut. Memberi kesan pada kita bahwa semua literasi adalah guru. Sedangkan individu yang berinteraksi adalah pembelajar. Maka semua itu memberi petunjuk kalau literasi adalah pengajaran. Kita mengakui kalau dari semua sastra yang menyajikan literasi akan mempengaruhi pembaca, pendengar, penonton, atau yang melihat.

Maka literasi yang banyak di internet. Yang ditayangkan melalui televisi. Atau yang tertulis di buku-buku. Akan berpengaruh dengan kehidupan masyarakat. Literasi yang buruk seperti novel seks, cerita seks, berita seks, video forno, akan mempengaruhi pikiran orang menjadi cabul.

Begitupun seandainya literasi yang penuh ujaran kebencian. Maka akan mempengaruhi pikiran orang untuk membenci. Maka, dakwah Literasi sangat diperlukan di tengah masyarakat sekarang. Apalagi di Internet tersebar jutaan konten negatif, baik berupa tulisan atau video dan film. Siapa saja dapat berdakwa secara literasi.

Bagaimana dakwah literasi? Dakwah literasi adalah dakwah yang menggunakan media sebagai penyampai pesan. Dakwah ini disebut dengan dakwah tidak langsung atau dakwah pasif. Dakwah Literasi adalah kita menghadirkan atau memunculkan bahan-bahan bacaan yang mengandung pesan Islam atau pesan moral yang sesuai dengan Islam (Agama).

Seperti menulis buku ilmiah, novel, cerpen, quote, artikel, puisi, pantun, syair, komik, kata-kata mutiara, staus di media sosial kita, menulis dongeng yang sesuai dengan pesan-pesan keislaman. Begitupun pembuatan video, film yang sesuai dengan ajaran moral keislaman. Teater, musik, drama, komedi yang menyampaikan pesan-pesan keislaman atau moral kebaikan. Tidak salah apabila pemuda pemudi muslim membentuk grup teater yang berteman keislaman. Sebab ini juga termaksuk dakwah, yaitu Dakwah Literasi.

Sehingga saat orang-orang membaca, menonton, atau mendengar mendapat pengetahuan dan pengaruh yang baik. Mereka tahu dengan hukum agama, makna ajaran agama, maksud suatu ayat, hikma dari ajaran, mafaat dari ilmu Islam. Dakwah Literasi semua orang muslim dapat melakukannya, apapun profesinya.

Ketika kalian melakukan itu, maka ada dua hal yang dilakukan, menyalurkan hobi, bakat, bisnis bersamaan dengan dakwah. Dakwah Literasi pahalahnya lebih besar dari dakwah langsung. Sebab Dakwa Literasi akan dibaca, ditonton, dilihat, didengar oleh orang dalam waktu yang panjang. Pahalah jariyah juga akan mengiringi.

Bayangkan kalau literasi yang dimunculkan anda adalah literasi buruk, maka dosa dan kerusakan moral masyarakat ditanggung oleh anda. Dosa-dosa orang yang terinspirasi dari literasi anda juga dibagi dengan anda. Mari kita berdakwah di dunia literasi. Jadikan literasi sebagai dakwah dan ibadah. Memunculkan sastra Keislaman. Hubungkan literasi dengan agama Islam.

Lalu sajikan dengan cerita sosial dan makna-makna secara sosial masyarakat. Jangan kita hanya mengetengahkan berimbas surga dan neraka saja. Tapi adanya keburukan atau kebaikan yang terjadi di tengah kehidupan kalau melanggar atau mentaati aturan agama. Wujudkan itu kedalam cerita, tulisan, video yang kita buat. Yok, Dakwah Literasi

Oleh. Joni Apero
Palembang, 27 Juli 2019.

By. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment