7/02/2019

Bumi Adalah Proses Perjalanan Dakwah.

Apero Fublic.- Kalian tahu, ketika cahaya matari menghilang. Maka kita perhatikan alam dalam kegelapan yang nyata. Ketika dalam kegelapan, apakah kita mampu berbuat sesuatu. Saat iulah, kita akan merindukan cahaya, merindukan terbitnya matahari kembali. Kalian tahu, aku ingin menjadi bagian dari cahaya di dalam kegelapan itu.

Oleh karena itu, jalan dakwa yang akan aku tempuh. Jika jarak yang membuat kita lelah, maka tidak ada yang namanya perjuangan, jika jarak yang membuat untuk selalu tertanam ghiroh yang kuat, maka disinilah akan merasakan perjuangan. Karena dakwah tidak memandang  jarak bumi, namun dakwah kembali kepada niat.

Jika dakwah adalah jalan yang panjang, maka aku tak akan pernah berhenti sebelum menemukan penghujungnya, jika dakwah ku adalah beban yang berat, maka akan ku bentangkan sebuah kain yang tidak terlalu besar, agar aku bisa di beri punggung yang kuat untuk menopangnya.

Namun, jika aku melihat pendukung dakwah Islam sedikit, maka aku ingin menjadi bagian yang sedikit itu, karena aku yakin jalan yang terjal itu sulit dan penuh tantangan, namun disitulah Allah lebih cinta pada proses. Masing-masing dari bagian aku dan sekumpulan orang-orang banyak adalah sekumpulan riak, namun dari itu kemudian menyatu membentuk gelombang keimanan dan sebuah ukhuwah yang datang bagai angin meniup gelombang itu, maka jadilah aku dan semua sebagai badai bumi. Badai kebajikan yang dahsyat dalam sejarah kemanusiaan.

Aku ingin selelu semangat, semangat karena prosesnya, semangat dalam perjuangan menuju sebuah kemenangan iman. Yang selalu menegakkan yang haq dan selalu ingin mencegah dari yang bathil. Dengan perjuangan proses panjang, maka akan banyak sekali ujian, namun terlepas dari itulah, maka bersabar dan bersyukur itu selalu ditegakkan, sehingga dizhalimin lalu istighfar, agar keselamatan akan selalu diperoleh lewat sebuah hidayah.

Inilah bumi Allah, tempat dimana sebuah proses perjalanan, dengan ghiroh, dengan perjuangan itu indah. Indah karena cinta didalamnya, serta nikmat dakwahlah yang menjadi landasannya. Berkah hanya karena Allah-Lah yang menjadi tujuan. “Hidup bukanlah tentang seberapa banyak orang mencintai kita, dan bukan pada seberapa hebat orang memuji kita, tetapi hidup adalah tentang bagaimana kita dapat menyentuh hidup orang lain dengan cara proses yang tidak tergantikan dan menjadikannya lebih baik, sehingga kita menjadi begitu bermakna.

Yakinlah, didalam dakwah, aku dan kita semua memohon diberi kekuatan dan Allah memberikan kesulitan agar membuat kita kuat. Kita memohon kebijaksanaan dan Allah memberi kita masalah untuk diselesaikan. Kita memohon kekayaan dan Allah memberi kita bakat, waktu, kesehatan dan peluang.

Kita memohon keberanian, dan Allah menguji memberikan hambatan untuk dilewati. Maka aku selalu memohon rasa cinta, dan Allah memeberikan orang-orang bermasalah untuk dibantu. Aku memohon kelebihan, dan Allah memberikan jalan untuk menemukannya. Yakinlah “kita tidak menerima apapun yang kita minta, akan tetapi kita menerima semua yang kita butuhkan lewat prosesnya. Yuk, berdakwa dan tetap istiqomah.

Oleh: Sismeni. S.Hum.
Editor. Desti. S.Sos.
Mariana, 3 Januari 2019.


Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment