7/02/2019

Surat-Surat Bung Karno Semasa Pengasingan di Endeh, Lombok.


Apero Fublic.- Surat adalah komunikasi tertulis untuk menyampaikan informasi. Informasi berupa isi hati, pemikiran, tugas, dan sebagainya. Surat pada zaman sekarang memiliki terbagai tiga variasi. Seperti surat tulis tangan, tulis komputer, dan surat elektronik. Namun secara fungsi tetap sebagai media informasi dan penyampaian pesan tak langsung.

Surat juga digolongkan menjadi dua bagian, pertama surat resmi dan surat pribadi. Surat resmi biasanya dikeluarkan oleh suatu organisasi kemasyarakatan baik swasta maupun negera. Sedangkan surat pribadi adalah surat dari satu individu ke individu lainnya. Seperti surat anak kepada orang tua.

Surat seorang sahabat ke sahabatnya. Sekarang di zaman digital surat pribadi sudah jarang digunakan, bahkan cenderung mulai ditinggalkan, karena perkembangan teknologi komunikasi informasi. Walau demikian surat pribadi tetap ditulis karena seurat pribadi adalah cara pengungkapan yang baik dan bersunguh-sunguh. Berbeda dengan pesan eletronik yang cenderung praktis dan tidak ada kesan rasa yang mendalam.


Jangan pernah meremehkan surat. Surat dapat merubah dunia dan dapat membangun ikatan kuat. Surat juga menjadi dokumen bukti sejarah. Banyak orang meremehkan surat-surat yang ditulis secara pribadi. Zaman dahulu orang-orang terkenal, dan hebat selalu menulis surat-surat untuk berkomunikasi. Seperti surat-surat politik, surat yang berisi pemikiran, atau surat perintah.

Surat-surat para pemimpin dapat menjadi,  surat-surat yang mengubah dunia. Seperti surat-surat Bung Karno saat beliau dalam pembuangan di Endeh, Lombok, semasa Pemerintahan Kolonial Belanda. Surat-surat Bung Karno sangat hebat, dan memberi pengaruh luas sampai sekarang. Surat memiliki pengaruh mendalam  bagi pengirim, untuk penerima. Kemudian juga menjadi pembelajar dikemudian hari.

Karena isi surat jujur dan tidak mengada-ada, kecuali kalau surat yang ditulis dengan sengaja untuk menipu. Isi surat selalu mewakili batin orang yang menulis. Butuh ketelitian dalam gubahan bahasa yang baik untuk dapat menulis surat. Surat takkan pernah mati di sepanjang zaman.  Karena jiwa yang jujur akan selalu dituangkan dalam kertas yang putih. Berikut ini adalah cuplikan surat-surat Bung Karno dari Endeh.


Endeh, 1 Desember 1934.


Assalamualaikum,

Jikalau saudara-saudara memperkenankan, saya minta saudara mengasih hadiah kepada saya buku-buku yang tersebut di bawah ini:

1 Pengajaran Shalat, 1 Utusan Wahabi, 1 Al-Muchtar,

1 Debet Talqien, 1 Al-Burhan Complet, 1 Al-Jawahir.

Kemudian jika saudara-saudara ada sedia, saya minta sebuah risalah yang membicarakan soal “sajid.” Ini buat saya bandingkan dengan alasan-alasan saya sendiri tentang hal ini. Walaupun Islam zaman sekarang menghadapi soal-soal yang beribu-ribu kali lebih besar dan lebih sulit daripada soal “sajid” itu, maka toh menurut keyakinan saya, salah satu kecelakaan Islam zaman sekarang ini, ialah pengeramatan manusia yang menghampiri kemusrikan itu. alasan-alasan kaum “sajid,” misalnya mereka punya brosur “Bukti Kebenaran” saya sudah baca, tetapi tidak dapat meyakinkan saya. tersesatlah orang yang mengira, bahwa Islam mengenal suatu “aristokrasi Islam.” tiada suatu agama yang menghendaki kesama-rataan lebih daripada Islam. pengeramatan manusia itu, adalah salah satu sebab yang mematahkan jiwanya sesuatu agama dan umat, oleh karena pengeramatan manusia itu, melanggar tauhid. Kalau tauhid rapuh, datanglah kebencanaan!

Sebelum dan sesudahnya terima itu buku-buku yang saya tunggu-tunggu benar, saya mengucap beribu-ribu terima kasih.
                                                                                                                                     Wassalam

                                                                                                                                   Soekarno


          

      Endeh, 25 Januari 1935


           Assalamualaikum

Kiriman buku-buku gratis beserta kartu pos, telah saya terima dengan  girang hati dan terima kasih yang tiada hingga. Saya menjadi termenung sebentar, karena merasa tak selayaknya dilimpahi kebaikan hati saudara yang sedemikian itu. Ja Allah Yang Maha Murah!

Pada hari ini semua buku dari anggitan saudara yang ada pada saya, sudah habis saya baca. Saya ingin sekali membaca lain-lain buah pena saudara dan ingin pula membaca “Buchari” dan “Muslim” yang sudah tersalin dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris? Saya perlu kepada Buchari atau Muslim itu, karena disitulah dihimpun Hadits-hadits yang pengenal Islam bangsa Inggris, bahwa Buchari-pun masih terselip Hadits-hadits yang lemah. Dia pun menerangkan, bahwa kemunduran Islam, ke kunoan Islam, kemesuman Islam, ketahayulan orang Islam, banyaklah karena hadits-hadits lemah itu, yang sering lebih “laku” dari ayat-ayat Qur’an. Saya kira anggapan ini adalah benar. Berapa besarkah kebencanaan yang telah datang pada umat Islam dari misalnya “hadits” yang mengatakan, bahwa dunia bagi orang Serani, akherat bagi orang “Muslim” atau “hadits,” bahwa satu jam bertafakur adalah lebih baik daripada beribadat satu tahun, atau hadits, bahwa orang-orang mukmin harus lembek dan menurut seperti onta yang telah ditusuk hidungnya.

Dan adakah Persatuan Islam sedia sambungannya Al Burhan I-II?

Pengetahuan tentang “wet” masih kurang banyak. Pengetahuan “wet” ini, saya ingin sekali perluaskan; sebab didalam praktek sehari-hari, ummat Islam sama sekali dikuasai oleh wet itu, sehingga wet mendesak kepada “Dien.”

Haraplah sampaikan saya punya compliment kepada tuan Natsir atas ia punya tulisan-tulisan yang memakai bahasa Belanda. Antara lain ia punya inleiding di dalam “Komt tot het gebed” adalah menarik hati.
wassalam,       

Soekarno



Endeh, 26 Maret 1935


Assalamualaikum Wr. Wb.


Tuan punya kirim post paket telah tibah di tangan saya seminggu yang lalu. Karena terpaksa menunggu kapal, baru ini harilah saya bisa menyampaikan kepada tuan terima kasih kami laki-istri serta anak. Biji jambu mede menjadi “gaejeman” seisi rumah; di Endeh ada juga jambu mede, tetapi varieteit “liar”, rasanya nan nyaman. Maklum, belum ada orang menanam varieteit yang baik. Oleh karena itu, maka jambu mede itu menjadikan pesta. Saya punya mulut sendiri tak berhenti-henti mengunyah!.

Buku-buku yang tuan kirimkan itu segera saya baca. Terutama “soal-Jawab” adalah suatu kumpulan jawahir-jawahir. Banyak yang tadinya kurang terang, kini lebih terang. Alhamdulillah!.

Saya belum ada Buchari dan Muslim yang bisa baca. Betulkah belum ada Buchari Inggris? Saya pentingkan sekali mempelajari Hadits, oleh karena menurut keyakinan saya yang sedalam-dalamnya,- sebagai yang sudah saya tuliskan sedikit didalam salah satu surat saya yang terdahulu, dunia Islam menjadi mundur oleh karena banyak orang jalankan hadits yang dlaif atau palsu. Karena hadits-hadits yang demikian itulah, maka agama Islam menjadi diliputi oleh kabut-kabut kekolotan, ketahayulan, bid’ah-bid’ah, anti rasionalisme, dll. Padahal tak ada agama yang lebih rasional dan simplitis dari Islam. saya ada sangkaan keras bahwa rantai – taqlid yang merantaikan Roch dan semangat Islam dan yang merantaikan pintu-pintunya Bab-el-ijtihad, antara lain-lain, ialah hasilnya hadits-hadits yang dlaif dan yang palsu itu. kekolotan dan kekonservatifan- pun dari situ datangnya. Karena itu, adalah saya punya keyakinan yang dalam, bahwa kita tidak boleh mengasihkan harga yang mutlak kepada Hadits. Walaupun menurut penyelidikan ia bernama SHAHIEH. Human reports (berita yang datang dari manusia) tak bisa absolut; absolut hanyalah kalam ilahi. Benar atau tidakkah pendapat saya ini? Didalam daftar buku, saya baca tuan ada sedia “Jawahirul Buchari”. Kalau tuan tiada keberatan, saya minta buku itu, niscaya disitu banyak pengetahuan pula yang saya bisa ambil.

Dan kalau tuan tak keberatan pula, saya minta “Keterangan Hadits Miraj”. Sebab saya mau bandingkan dengan saya punya pendapat sendiri, dan dengan pendapat Essad Bey, yang didalam salah satu bukunya ada mengasih gambaran tentang kejadian ini. Menurut keyakinan saya, tak cukuplah orang menafsirkan mi’raj itu dengan “percaya” saja, yang rasionalistik disini ada. Siap kenal sedikit ilmu psychologi dan para psychologi, ia bisa mengasih keterangan yang rasionalistik itu. kenapa sesuatu hal harus di “gaib-gaibkan”, kalau akal sedia menerangkannya?.

Saya ada keinginan pesan dari Eropa, kalau Allah mengabulkan-Nya dan saya punya mbakyu suka membantu uang-harganya, bukunya Amer Alie “The Spirit of Islam”. baiklah buku ini atau tidak? dan dimana uitgever-nya?

Tuan, kebaikan budi tuan kepada saya, hanya sayalah yang merasai betul harganya, saya kembalikan kepada tuhan. Alhamdulillah, segala pujian kepada-Nya. Dalam pada itu, kepada Tuan 1.000 kali terima kasih.


      wassalam       
Soekarno.

Dari tiga cuplikan surat di atas dapat kita simpulkan tentang jiwa Bung Karno. Bung Karno adalah seorang golongan Islam reformis dan berpikir kritis dalam beragama. Bung Karno selalu belajar dan belajar dalam beragama. Bung Karno jiwanya selalu berdialog dalam memikirkan kehidupan, tidak berpikir kolot dan kuno.

Tidak heran apabila dikemudian hari beliau dijadikan pengayom agung Muhammadiyah (masa itu). Disini juga dapat diketahui bahwa Bung Karno sangat menyukai membaca. Semua surat-surat Bung Karno yang tidak hilang atau hancur kemudian diterbitkan. Surat di sini telah menjadi saksi sejarah dalam perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan. Surat juga berguna sekali sebagai dokumentasi bukti sejarah.

Sesungguhnya dalam buku Bung Karno dan Wacana Islam termuat 13 surat-surat beliau dari Endeh. Tetapi disini hanya dicuplik tiga surat. Sekian semoga kita tidak pernah lupa dengan sejarah. Semoga mereka yang menerbitkan surat-surat Bung Karno mendapat pahala yang besar dari Tuhan Yang Maha Esa. Jayalah Indonesia.


Oleh: Joni Apero.

Palembang, 2018.

Sumber: A. Dahlan Danuwiharja, dkk., Bung Karno dan Wacana Islam. Jakarta: Grasindo, 2001.


Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment