7/22/2019

17 Macam Keburukan Mengintai Gadis Yang Berpacaran

Apero Fublic.- Pacaran adalah metode pencarian jodoh. Dimulai dari berkenalan dan kemudian berhubungan asmara atau saling mengakui berpacaran. Pacaran adalah bentuk pengaruh kebudayaan Barat. Di pedesaan sistem pacaran tidak begitu mengkhawatirkan. Sebab di pedesaan masih memiliki adat yang kuat. Gadis-gadis masih menjaga harga diri dan kehormatannya.

Namun berkembangnya teknologi transportasi dan komunikasi, seperti internet membuat pengaruh buruk masuk ke pelosok melalui perangkat elektronik, smart phone dan televisi. Dalam berpacaran sering terjadi perbuatan maksiat dari para pelaku. Sehingga membuat resah orang-orang beriman dan masyarakat berakal sehat. Norma susilah kini hancur berantakan di tengah masyarakat Indonesia yang berbudaya Timur.

Namun banyak juga dalam pacaran gadis tetap pintar. Tetap menjaga harga diri dan kesuciannya. Baik di kota atau di pedesaan. Tidak mengikuti nafsu dan menjaga nama baik keluarga. Namun, pacaran yang baik dan menjaga hargadiri tetap tidak diperbolehkan dalam Islam. Karena Islam ingin melindungi wanita.

Karena manusia tempat khilaf dan iblis terus mengikuti sepasang kekasih kemanapun, di manapun. Dalam pacaran dosa tetap mengintai dan mengancam sepasang kekasih, terutama para gadis. Karena akal dan cinta akan membutakan akal sehat. Kemudian setan bermain di belakang.

Paling nomor satu awal malapetaka adalah seks. Nafsu seks tidak dapat diobati selain dengan seks. Di dalam Islam masalah seks hanya diatasi dengan menjauhi zina, dan dengan menikah. Islam mewajibakan wanita menutup aurat, tidak pergi jauh bersama yang bukan mahram, tidak bole pacaran, karena Islam melindungi wanita. Berikut ini keburukan yang mengintai orang yang berpacaran.

1. Mendorong Orang Tua Keneraka.
Kedua orang tua akan ikut menanggung dosa pacaran dari anak-anaknya. Anak perempuan yang pacaran sekaligus tidak berhijab adalah anak yang sangat keras mendorong kedua orang tuanya keneraka. Dalam surah Q.S. at-Tahrim ayat 66:6 diperinthakan orang tua memelihara atau melindungi keluarganya dari api neraka. Sebab seorang pemimpin adalah pemelihara dari yang dipimpin. Ayah adalah penjaga dan pemimpin di dalam sebuah keluarganya. Maka ayah yang pertama akan dimintai pertanggung jawabannya atas dosa pacaran anaknya nanti.

2. Kehilangan Kehormatan
Salah satu yang paling diincar laki-laki adalah kesucian wanita (perawan). Laki-laki selalu ingin menikmati tubuh gadis untuk memuaskan nafsunya. Karena kebutuhan biologis ini sangat kuat disetiap laki-laki normal. Maka akal-akalan untuk mendapatkan tubuh pacar akan terus bermain di kepalanya. Kadang laki-laki hanya mengincar keperawanan wanita melalui pacaran. Setelah keperawanan dia rampas maka si laki-laki nanti mulai bertingkah untuk meninggalkan si pacar. Beruntung kalau si kekasih bertanggung jawab. 

3. Hamil Di Luar Nikah
Nafsu biologis laki-laki dan wanita sama. Bahkan nafsu wanita lebih besar dari nafsu laki-laki. Hanya berbeda pada ukuran malu. Kalau laki-laki tidak memiliki malu, wanita memiliki banyak malu. Namun hasrat seks wanita sangat kuat yang didorong oleh perassaan.  Sehingga sering terjadi perzinahan oleh keduanya. Setelah berzina biasanya akan hamil.


Membunuh pacar hamil sekaligus
membunuh anak sendiri
Wanita membunuh anak


Pencarian berita,
sekali-sekali membacalah
Membuang Anak Haram
4. Membunuh atau Dibunuh.
Orang pacaran yang hamil dan belum menikah. Akan panik saat mengetahui kalau dia hamil. Kemudian mereka mengambil keputusan untuk menggugurkan kandungan. Membunuh anak dengan aborsi atau dengan mimuman keras. Apabila itu sudah tidak mungkin lagi sehingga anak terpaksa lahir.

Maka jalan satu-satunya adalah membuang anak. Pertama membuang hidup-hidup, atau membuang mati dengan cara membunuh. Ada juga yang menjual atau memberikan pada keluarga mereka. Tidak jarang juga kekasih atap pacarnya membunuh kekasinya yang sedang hamil. Kadang juga membunuh kekasihnya dan anak haram mereka setelah lahir.

5. Terjadi Kekerasan Fisik.
Wanita yang berpacaran sering mendapat kekerasan fisik. Kekerasan fisik akibat marah, dendam, sakit hati, cemburu buta dan kekecewaan. Kekerasan fisik dapat berupa pemukulan, memarahi, menganiaya. Atau dengan caci maki, kata-kata kasar, membentak dan sebagainya. Kekerasan fisik bukan hanya soal pemukulan saja. Saat laki-laki menggerayangi tubuh wanita juga termasuk kekerasan fisik walau wanita membiarkan dan menikmati. Yang terakhir kekerasan fisik yaitu, pemerkosaan.


Membunuh Anak Kekerasan Fisik


Waspadai Kekerasan Dianiaya dan di perkosa
6. Ditipu Atau Menipu
Dalam pacaran penipuan adalah hal yang biasa. Ada tiga kriteria penipuan di dalam dunia pacaran. Pertama, penipuan kepribadian dari sang pacar. Saat pacaran orang tidak menunjukkan hal-hal yang buruk. Selalu menunjukkan yang baik-baik saja. Sifat asli mereka di sembunyikan selama mereka pacaran.

Kalau orang mengira dengan pacaran adalah cara saling mengenal itu sangat tidak masuk akal. Sebab orang pacaran mana ada menunjukkan keburukan dirinya. Kedua, penipuan perasaan. Kadang orang pacaran hanya dijadikan hiburan. Kadang hanya dijadikan pelampiasan kekecewaan. Tidak jarang lelaki hanya PHP (Pemberi Harapan Palsu) atau main-main.

Sehingga wanita tidak memiliki kepastian, digantung, dan disakiti. Ketiga, penipuan yang bersifat kriminal. Misalnya seorang lelaki mengaku bujangan padahal dia sudah berisitri. Seorang lelaki mengaku seorang perwira polisi padahal dia hanya polisi gadungan. Lalu dia meniduri pacarnya dan kemudian ditinggal pergi.

7. Merusak Ketenangan Jiwa
Orang berpacaran jarang mendapatkan ketenangan jiwa. Perasaanya berubah-ubah dan tidak menentu. Kadang dia jatuh cinta lagi dan serba salah. Kekasihnya dekat dengan orang lain dia marah, cemburu, dan selalu curiga. Dia berteman dengan orang lain selalu diawasi. Tidak menelpon atau perhatian dianggap tidak perhatian. Sehingga jiwa orang pacaran goyang terus setiap saat, tidak tenang (Galau).

8. Menghabiskan Waktu Sia-Sia
Orang pacaran juga banyak menghabiskan waktu sia-sia. Jalan-jalan seperti turis kampung kemana-mana. Duduk bercerita berjam-jam tanpa tahu apa yang dibahas. Chet atau menelpon berlama-lama. Saat merajuk bersedih berlama-lama. Menjauhkan orang yang ingin serius mencintainya. 

9. Mengganggu Konsentrasi
Orang pacaran juga terganggu konsentrasinya. Sebab banyak waktu yang harus dia berikan pada sang kekasih. Kalau tidak, maka dia akan kehilangan atau terjadi keributan. Anggapan tidak mencintai atau tidak serius dituduhkan pada kekasihnya. Akibatnya terjadi gangguan pada ketenangan jiwanya.

Saat itulah konsentrasinya buyar. Dia mulai bodoh dan pelupa. Tidak ada yang menarik di tempat kalau tidak ada pacarnya. Sehingga konsentrasinya buyar dimana-mana. Sedang belajar atau sedang jalan semuanya buyar.

10. Merusak Cita-cita
Gadis yang pacaran cenderung cita-citanya rusak. Karena pikirannya sudah bercabang. Dia akan memikirkan dua harapan. Pertama harapan yang dibangun dari kekasihnya. Dengan mimpi-mimpinya. Kemudian harapan yang dia cita-citakan. Karena sang kekasih posisinya lebih kuat dari cita-citanya.

Perasaan tidak tega dan cenderung mengalah. Sehingga akhirnya cita-citanya kandas, dia relakan demi sang kekasih. Tidak jarang gadis tidak selesai sekolah SMA, atau tidak selesai kulia karena cinta. Begitupun dengan harapan orang tua juga rusak dan hancur. 

11. Memboros Uang
Orang pacaran kalau dia laki-laki akan boros keuangnnya. Sebab dia yang akan membiayai kalau mereka makan, jalan, nonton, dan sebagainya. Wanita juga boros sebab dia malu dengan pakaian sederhana terus. Kalau jalan ingin memiliki dandanan bagus. Biaya beli baju, bedak, parfum, dan sebagainya. Sehingga membuat sepasang kekasih ini menjadi boros. Boros paket internet, boros pulsa, boros waktu.

12. Tidak Bebas Dalam Berteman
Orang pacaran tidak bebas berteman, baik laki-laki atau wanita. Sebab pasangan khawatir kalau sang kekasih akan selingkuh. Karena pintu selingkuh sangat dekat dengan yang namanya teman. Oleh karena itu, mereka tidak bebas dan cenderung diatur pasangan. Ada juga kekasih yang pengertian namun tetap kesulitan sebab ada rasa tidak enak atau takut sang kekasih marah. 

13. Patah Hati.
Kemudian terkena penyakit patah hati. Orang pacaran akan dihantui dengan penyakit patah hati. Karena jodoh ditentukan oleh Allah, sehingga berbeda dari harapan. Kadang sang kekasih berhianat sehingga meninggalkannya. Patah hati sangat menderita bagi kaum wanita. Berbeda dengan laki-laki. Kalau patah hati kemudian dia bertemu gadis cantik maka patah hatinya akan sembuh. Kadang patah hati menyebabkan setres berkepanjangan dan ada juga yang nekad bunuh diri.

14. Menjadi Wanita Gratis
Wanita pacaran berpotensi menjadi pemuas nafsu pacarnya. Sang pacar tidak membayar dalam menzinahinya. Sehingga diistilahkan pelacur geratis. Wanita juga kehilangan status. Dia bukan lagi gadis dan bukan janda. Di sebut gadis dia tidak lagi suci. Di sebut janda dia belum menikah.

Kalau gadis berpacaran kemudian keperawanannya direnggut pacar. Sang pacar berpotensi terus mengajak berzina. Kalau tidak mau maka pacar akan marah dan meninggalkannya. Selain itu si wanita juga sudah kecanduan seks atau diistilahkan masyarakat, kegatalan. Dalam posisi inilah akan tertarik masuk dalam pergaulan seks tak sehat (seks bebas).

Selain itu, saat terus berzina berpotensi juga terkena atau tertular penyakit kelamin. Seperti terkena kanker rahim, kanker serviks, HIV-AIDS, Penyakit Klamidia, penyakit gonore, penyakit sipilis, herpes genital, Trichomoniasis (penyakit ini menyerang alat kelamin wanita), dan depresi.

15. Merusak Moral Bangsa dan Mendapat Dosa Jariyah
Selain keburukan tersebut orang pacaran juga merusak moral generasi bangsa. Perbuatan mereka yang merugikan masyarakat berpotensi ditiru oleh generasi di bawa mereka. Seperti adiknya, anak tetangga, atau anak-anak lain. Sehingga hal yang terjadi pada dirinya berpotensi diikuti olah orang lain.

Sehingga dia seakan berkampanye secara tidak langsung. Ketika orang mengikuti dirinya dan mencontoh perbuatan mereka. Maka mereka mendapat dosa jariyah yang mereka perlihatkan di muka umum. Contoh: kakaknya pacaran ditiru oleh adik laki-lakinya. Kemudian adik laki-laki pacaran juga. Saat pacaran dia menghamili kekasihnya. Kemudian mereka berzinah.

Akibat zina hamil kemudian adiknya membunuh karena tidak mau tanggung jawab. Dosa-dosa zina, membunuh tersebut juga ikut ditanggung oleh sang kakak dan orang tua. Terkadang mereka mengupload foto atau video mesum atau foto fornografi ke media sosial mereka sehingga ditonton atau dilihat orang banyak dan berkali-kali. Inilah yang disebut dosa jariyah.

16. Di Tekan Dengan Video Forno.

Kisah ini di alami seorang pelajar di Sumatera Selatan. Berawal dari kenal dari hubungan jarak jauh melalui whatsApp. Kemudian pacaran dan sering berbuat forno grafi. Mengirim foto diri dan video tanpa busana pada pacar whatsApp.

Waktu berlalu, kemudian si pacar mengancam akan menyebarkan video tanpa busananya kalau si gadis SMA itu tidak mau menuruti keinginannya. Karena takut dan tidak mau video tanpa busananya beredar di media sosial dan sampai tahu teman dan guru sekolah. Si gadis menuruti kemaunan si pacar yang katanya ganteng itu. Maka akhirnya si gadis di nikmati tubuhnya dan direnggut kegadisannya.

Setelah itu, si pacar mau terus dan terus. Suatu ketika handpone si gadis rusak, si pacar mengira si gadis tidak mau lagi melayani nafsunya. Maka video tanpa busana pun berredar dan diketahui pihak sekolah. Akhirnya, putus sekolah, keluarga malu, hargadiri rusak, kesulitan mencari suami nantinya karena kasusu ini, pihak sekolah malu. Kisah ini di baca dari sebuah media berita, tribun.

Tekanan melalui video tanpa busana
Berita gugatan pada pacar
17. Digugat Untuk Mengembalikan Biaya Pacaran
Gadis jangan tergiur dengan harta dan uang yang diberikan oleh sang pacar. Karena dapat di gugat dengan hukum arbitrase (wanprestasi). Gugatan dilakukan kalau sang pacar merasa di hianati atau di tipu. Biasaya jeratan ini adalah untuk memaksa wanita untuk menikah dengannya. 

Ayo Hijrah. Hijrah itu, merubah ahklak buruk menjadi berahklak baik dan benar, bukan hanya merubah bentuk pakaian. Yuk hijrah, menjemput jodoh tanpa pacaran. Salam Dakwah Literasi (SDL).


Oleh. Joni Apero.

Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 22 Juli 2019.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment