-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Budaya Daerah Songket. Tenunan Warisan Kerajaan Sriwijaya
Budaya Daerah

Songket. Tenunan Warisan Kerajaan Sriwijaya

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
28 Jun, 2019 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Apero Fublic.- Songket adalah nama kain tradisional dari daerah Sumatera Selatan. Kain songket diproduksi masyarakat dengan cara di tenun. Warnah khas dari songket adalah merah hati dan kuning emas. Warna kuning emas juga menyimbolkan kemelayuan. Dalam pelacakan motif-motif ragam hias tenun songket dilakukan oleh tim balai arkeologi Sumatera Selatan pada arca-arca peninggalan Kerajaan Sriwijaya.


Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap arca-arca di situs Bumiayu, Sumatera Selatan dapat di ketahui , bahwa songket sudah dikenakan oleh masyarakat Sumatera Selatan sejak abad ke-9 Masehi, ketika Sriwijaya berpusat di Palembang. Itu berarti kemunculan tenun songket sudah ada jauh sebelum abad ke-9 Masehi.

Tenun songket yang sudah menjadi budaya di tengah masyarakat luas, sehingga tetap bertahan walau runtuhnya Kerajaan Sriwijaya. Pada masa Palembang di bawah kekuasaan Kerajaan Palembang sampai dengan masa Kesultanan Palembang tenun songket menjadi model pakaian yang mewah. Terutama dikalangan bangsawan yang menyukai tenun songket dengan sulam benang emas.

Kain songket dikenakan dengan cara melingkar di pinggang alah Melayu. Dijadikan tajak, selendang, rompi dan baju. Kemudian songket juga dijadikan suatu pakaian resmi di acara-acara seremonial seperti pakaian penganti, dan sebagai hadia perkawinan. Kebiasaan tersebut terus bertahan sampai sekarang di Sumatera Selatan.

Walau sudah mulai berubah dan bergeser. Hadia pernikahan tersebut di istilahkan dengan adat genti duduk. Genti duduk dimaksudkan sebagai ganti keberadaan dari si anak wanita yang sudah menikah dan ikut suami. Apabila pernikahan itu tinggal berjarak jauh, genti duduk akan menjadi pengobat rindu ibu, ayah, dan keluarganya.


Dalam perkembangannya sistem tenun songket Sriwijaya menyebar ke seluru Nusantara dan Asia Tenggara. Di Nusantara atau Indonesia disetiap wilayah berkembang corak kedaerahan yang menjadi identitas kedaerahan. Begitupun nama kain hasil tenun yang berbeda sesuai dengan bahasa daerah masing-masing. Sehingga pada masa sekarang nama songket menjadi identitas umum dari hasil tenun tersebut. Bukan hanya untuk identitas di Indonesia tapi juga untuk identitas dunia. Songket juga diharapkan terdaftar di UNESCO sebagai warisan budaya dunia. 


Di Sumatera Selatan salah satu wilayah dimana masyarakatnya aktif dalam menenun songket adalah wilayah Ogan Ilir, seperti di Kecamatan Tanjung Batu, Kecamatan Rantau Panjang, dan sekitarnya. Penenun songket biasanya dilakukan oleh kaum wanita. Bukan karena dianggap sebagai pekerjaan wanita, tetapi karena menenun dibutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan tenaga yang lembut.

Lembut dimaksud bukan berati lemah. Maka kaum wanitalah yang memiliki kemampuan yang baik itu. Dalam tenun songket ada tiga jenis songket, yaitu limar, rakam, dan lepus. Songket lepus dalam pembuatannya hanya menggunakan dua macam benang, yaitu benang kristal dan benang sutra. Bercorak merah dan kuning emas, atau bentuk songket asli.

Sedangkan jenis songket limar juga menggunakan dua benang tersebut, tetapi dari tata motip berupa kembang-kembang yang berbeda. Untuk jenis tenun jenis rakam selain menggunakan dua benang tersebut, juga menggunakan benang tambahan lain. Kemudian pembuatan jenis songket rakam juga lebih rumit. Banyak motif dan ragam hias, juga warnanya.
Foto atas adalah foto hasil tenun kain songket tradisional Sumatera Selatan. Tampak kain songket jenis limar, lepus, nyino hampir selesai. Lama pengerjaan satu kain songket dua minggu atau lebih tergantung dari aktifnya penenun dalam mengerjakan tenunannya. Foto bagian bawah kain songket jenis lepus sudah jadi.

Oleh. Joni Apero.
Editor. Desti. S. Sos.
Palembang, 5 Januari 2019.

Seumber: Jurnal Arkeologi Siddhayatra. Dalam, Retno Purwanti dan Sondang M. Siregar, Sejarah Sonket Berdasarkan Data Arkeologi. Balai Arkeologi Sumatera Selatan. 2016.
Sumber foto dan wawancara. Ulandari.
Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia.

Sy. Apero Fublic
Via Budaya Daerah
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Meski Anggaran Dipangkas, Eksekutif-Legislatif Muba Tancap Gas Benahi Jalan Rusak Parah

PT. Media Apero Fublic- Saturday, April 04, 2026 0
Meski Anggaran Dipangkas, Eksekutif-Legislatif Muba Tancap Gas Benahi Jalan Rusak Parah
APERO FUBLIC   I  MUSI BANYUASIN .-  Di tengah tekanan pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat, Pemkab Muba bersama legislatif tak mengendurkan …

Most Popular

Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 2026556
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019281

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bali Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Fotografi Gatget Gunung Sitoli Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan KONSEL Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu Labura LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Mappi Marinir Mask Medan Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Morowali Morut MORUT Muara Enim Muaro Jambi MUBA MURA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Palangkaraya Palembang Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Barat Daya Papua Selatan Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang Politik Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI MUBA PWI SumSel Renang Riau Rote Ndao Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Datar Tangerang TANJABAR Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Tebing Tinggi Teknologi Temanggung TNI TNI AD TNI AL TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts


Editor Post


Popular Post


Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 58 Berita 1428 Berita Daerah 1460 Berita Internasional 34 Berita Nasional 1169 Brand 117 Budaya Daerah 33 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 39 Cerita Rakyat 12 Cerpen 18 Dongeng 67 Ekonomi 32 Elektronik 21 FASHION 12 Fauna 4 Flora 62 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 1 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 3 Jurnalisme Kita 18 Kampus 379 Kesehatan 23 Kisah Legenda 10 Kuliner 30 Mitos 15 Opini 318 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 40 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 56 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 1 Sastra Kita 36 Sastra Klasik 53 Sastra Lisan 13 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 28 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 156 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 24 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us