6/28/2019

Ahli Musik di Kota Palembang. Sumatera Selatan.


Apero Fublic.- Memutus sentimen negatif pada bidang pendidikan seni. Banyak manusia menilai seni hanya sebatas kreatifitas biasa, dan minim masa depan. Bukan seni yang salah, tetapi kitalah yang salah memahaminya dan tidak mampu memanfaatkannya.

Juga tidak tekun dalam membangun karir kita sendiri. Karena sesungguhnya seni adalah kebutuhan manusia. Banyak juga yang beranggapan yang terjun kedunia seni harus berbakat. Tidak demikian, Ingat!!! kata Bung Hatta, kurang cakap dapat diatasi dengan belajar. Yang susa itu tidak jujur dan malas belajar. 

Pendidikan adalah suatu konsep dalam pembangunan SDM seorang manusia. Selama jenjang pendidikan dari Taman Kanak-Kanak sampai Sekolah Menengah Umum (SMU), diharapkan pertumbuhan anak-anak didik terkontrol dan berkembang daya pikir serta daya cipta mereka.

Setelah itu, untuk memantapkan keilmuan, mengembangkan pemikiran yang logis, kecakapan bergaul, dan mengembangkan bakat dan kreatifitas adalah di Perguruan Tinggi. Namun dalam perjalanan ini tidak semua yang mempu berkembang dengan harapan dunia pendidikan. Pola pikir yang rendah, malas belajar dan malas berpikir, serta selalu berpikir pendek dalam konsep pembangunan usaha.

Dalam hal ini, timbul juga pemikiran di tengah masyarakat bahwa kalau mau berhasil, atau mau sukses adalah kulia di jurusan-jurusan tertentu, seperti jurusan ekonomi misalnya. Sehingga ada jurusan-jurusan yang diremehkan dan diunggulkan.

Misalnya pada bidang kajian keilmuan Humaniora, seperti Jurusan Sejarah, Jurusan Ilmu Budaya, atau Jurusan Seni. Jurusan tersebut dianggap remeh, karena kebanyakan orang tidak melihat potensi bisnis. Sehingga jarang orang-orang mau masuk atau menekuni dunia seni dan budaya. Banyak yang merasa terpaksa sehingga belajar hanya sekadarnya.

Lalu muncul juga konsep berpikir kuno dan bodoh, yaitu setiap kali masuk sekolah atau kuliah dihubungkan dengan pekerjaan, dan akan bekerja di mana. Seorang sarjanah kalau bertani akan diperolok, untuk apa sarjanah. Kemudian kemana prosfek kerja kalau tamat, dan jadi apa. Orang-orang yang berpikiran seperti ini adalah manusia bodoh yang merasa pintar.

Dia seakan-akan mengusai masa depan orang. Walaupun dia sudah menjadi seorang yang sukses sekalipun. Sebab urusan pendidikan bukan menjadikan manusia kaya mendadak. Pendidikan bukan tempat membangun manusia untuk bekerja dengan orang, bukan untuk menjadi abdi negara, bukan untuk menjadi karyawan dan semacamnya.

Tetapi pendidikan adalah untuk membangun dasar-dasar moral kemanusiaan, pergaulan, kasih sayang dalam artian sosial, pencerdasan bertindak dan berbuat, serta mampu berpikir jangka panjang. Sehingga nantinya ketika mereka bermasyarakat akan mengerti sosialisasi kemasyarakat, pergaulan yang benar, dan yang terpenting memiliki daya cipta.

Apabila kita perhatikan di negara kita, di antara seribu mahasiswa mungkin hanya ada 0,5 persen yang berkeinginan menjadi usahawan atau pengusaha. Mengapa demikian, karena mereka telah salah paham dengan tujuan dari pendidikan tadi.

Dalam hal ini, dapat menjadi inspirasi pencinta seni. Ada seorang Sarjana Seni lulusan dari Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di Kota Palembang. Membuktikan kalau bidang seni juga memiliki nilai ekonomis, kemampuan bakat, dan popularitas. Nama lengkapnya Alimin, S.Pd. M.Pd, pendiri dari Kursus Musik Ngantoek Neand di Kota Palembang.

Pak Alimin memiliki daya cipta dan kreasi dalam memanfaatkan keilmuannya di tengah masyarakat. Dengan niat membaktikan keilmuannya sebagai bentuk tanggung jawab akademisinya. Lalu dia merintis tempat kursus musik. Dimulai dari tahun 2010 sampai sekarang terus berjalan dan berkembang.

Telah banyak yang lulus dan dapat bermain musik atau menguasai seni vocal. Semoga Alimin terus mengembangkan kursusnya, lalu dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain, melahirkan generasi musik yang baik.  Sebab industri kreatif negara kita sangat jelak. Kelak, semoga dia dapat mendirikan sekolah seni atau kursus yang berskala nasional. Mendirikan sanggar seni, dan mengembangkan seni musik Melayu sebagai bentuk pengangkatan budaya Melayu Sumatera Selatan.

Selain mengajar di tempat kursusnya, pemuda kelahiran 29 Januari 1991, ternyata seorang Pegawai Negeri Sipil di Kementrian Agama Sumatera Selatan. Sejarahnya memang dia memiliki hobi dalam bidang seni dan musik sejak kecil. Seperti seni lukis, bernyanyi, dan bermain alat musik.

Dengan melihat potensi diri sendiri dia mengembangkan bakatnya dengan masuk kulia pada bidang studi kesenian. Untuk bekal dalam dunia mengajar masuk Strata Dua (S2) dengan bidang studi Manjemen Pendidikan di Universitas PGRI Palembang. Sepak terjangnya bukan hanya dalam mengajar di tempat kursus musik miliknya.

Tetapi juga selalu mendapat orderan dalam melati grup paduan suara (vocal), dari suatu organisasi, atau suatu departemen dan instansi. Selain itu, permintaan bermain biolah pada acara-acara tertentu, pembuatan musik mars sebua lembaga, bend, rekam  di studio, main dewel, gitar bass, keyboard. Dalam pembuatan musik di studio rekaman band Indie Palembang atau solo vokal. Alimin juga menguasai bermain aransemen mulai dari gitas, bass, keyboard, dan lainnnya. 


Maka kuliahlah dengan jurusan apa saja. Yakini dan tekuni ilmunya sampai menguasai. Jangan meremehkan dan merendahkan jurusan lain. Bukan jurusan yang menjadikan manusia sukses, tetapi keseriusan dalam menguasasi keilmuan atau keinginan untuk menciptakan usaha.

Seperti semangat yang dimiliki Alimin. Sedikit saya cuplikan, seorang yang sangat inspiratif, Bapak Chairil Tanjung. Dia seorang sarjanah dokter gigi, tetapi dia menjadi pengusaha sukses. Salah satu orang terkaya di Indonesia. Mengapa, sebab Bapak Chairil Tanjung memiliki keinginan dan terus berusaha dan punya daya cipta.
Pak Alimin, S.Pd. M.Pd, berdiri dibagian tengah saat foto bersama dengan kelompok paduan suara yang dia latih di Universitas Sriwijaya.
Foto dokumentasi saat proses belajar dan mengajar pada kursus musik Ngantok Neand. Berikut ini adalah video dokumentasi dari music oleh Pak Alimin di Universitas Sriwijaya beberapa waktu lalu.
Video Paduan Suara Cuk Mak Ilang
Apabila anda tertarik untuk belajar bermain musik, belajar vocal, baik untuk anda sendiri, keluarga anda, kelompok paduan suara anda, yudisium fakultas, dan sebagainya. Dapat menghubungi langsung Pak Alimin, S.Pd. M.Pd. Kontak whatsApp: 08994485881. Atau kunjungi instagram. private_music_sumatera_selatan.

Oleh. Alvin Are Tunang.
Editor. Desti. S.Sos.
Palembang, 22 Maret 2019.
Sumber dan sumber foto, sumber video. Alimin. S.Pd. M.Pd.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment