6/29/2019

Ramadhani. Aku Temukan Dengan Hati

Apero Fublic.- Syarce. Senja itu, dikeremangan sore yang sejuk. Aku melangkah ke tepian pantai yang sepi. Berbongkahan batu bagai teman abadi laut dalam menghuni bumi ini. Sementara ombak, terus bernyanyi di tepian pantai. Buih-buih menari di atas gelombang ombak, sedangkan angin terus menyapa dengan ramah setiap yang datang. Aku melangkah menyusuri garis pantai yang membentang.

Jejak kakiku terbenam di dalam pasir yang basah dan putih. Meninggalkan bekas seakan bekas luka yang parah. Sesekali air laut yang didorong ombak menyapa kakiku. Sepi di sini, hanya sahutan burung dan nyanyian alam. Banyak aku temukan, hal-hal disepanjang jalan tepian pantai ini. Ratusan bongkah batu, ribuan pepohonan, jutaan buih gelombang, dan tak terhitung butir pasir.


Disaat kebosanan perjalanan ini. Aku mulai lelah dengan keadaan. Rasa getir terus memuncak dan memudarkan mimpi. Duduk disisi karang yang curam, sedikit pilu rasa hati. Untuk beberapa waktu aku coba untuk memejamkan mata.

Namun mimpi datang menjelma dan meminta aku tetap melangkah. Samapi akhirnya dalam perjalananku, hatiku begitu gembira. Aku menemukan sebutir permata di antara pasir-pasir pantai. Berkilau dan bercahaya, menyilaukan mata dan hatiku. Aku menemukan permata ini, bukan dengan tipuan, rayuan, atau dengan materi.

Aku menemukan bukan karena menggali, menyelam merusak alam. Tapi permata ini aku temukan dengan hati. Semoga takdir tetap merelakan dia berada di kantung hatiku. Akan aku simpan dengan cinta dan kasih sayangku. Kata orang, permata bukan diciptakan, tetapi ditemukan. 


Permata Ku

Maafkan aku.
Cinta ini mungkin terlalu aku paksakan.
Cinta ini mungkin mengganggumu.
Tapi aku tak berdaya.Aku sudah jatuh.

Aku tak bisa berdiri lagi.
Semua jalan seperti sudah tertuju kepadamu.
Tak ada lagi jalan lain selain untuk bertemu denganmu.
Aku sudah mencoba untuk berjalan jauh.
Agar bisa lepas dari putaran jalanmu.
Tetapi selalu saja aku kembali.
Ketempat yang sama.

Maafkan aku.
Cinta ini yang hanya bisa, dirasakan olehku.
Aku akan mencoba untuk.
Membuatmu merasakannya.
Walaupun kecil kemungkinannya.

Maafkan aku.
Beri aku sedikit waktu lagi.
Walau mungkin akan membuang waktu berharga mu.
Yang mungkin tanpa seizinmu.

Maafkan aku.
Aku yang hanya pria dibalik rintikan air hujan.
Yang mencoba untuk mengambil.
Cayaha Senjamu

Salam kenal dariku. Namaku lengkapku Ramadhani, dan nama panggilan adalah Dhan. Aku lahir di Kota Lubuklinggau pada tahun 1996. Aku mahasiswa tingkat akhir di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora, pada bidang studi Sejarah Peradaban Islam. Aku hobi membaca dan musik, dan bersyair. Aku menyukai warna biru dan hijau. Film favoritku Naruto dan One Piece. Pesanku pada semuanya, shalatlah sebelum engkau di shalatkan. Motto hidupku, jangan pernah menyerah. Oke, salam sastra kita.

Oleh. Ramadhani, S. Hum.
Palembang, 15 Agustus 2018.
Editor. Joni Apero.

Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional,  quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: joni_apero@yahoo.com. idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment