6/28/2019

KKN Mandiri Kelompok 7. Studi Pengolahan Sampah di TPS Maju Jaya

Apero Fublic.- Indonesia adalah negara yang sedang berkembang. Dinamakan negara yang sedang berkembang karena pola kehidupan bangsa Indonesia yang belum teratur, baik segi aktivitas dan SDM. Permasalahan sosial terus bertumpuk menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan para cendekiawan negeri ini. Ledakan penduduk yang sangat besar membuat penata kesosialan Indonesia kalang kabut dalam memenuhi kebutuhan dan dari dampak ledakan sosial tersebut.

Ditambah lagi kesadaran individu yang sangat rendah dalam kepedulian umum. Masyarakat Indonesia yang terus berkembang dan berbenah diri ini, semakin sadar dengan tindakan pada kearifan sosial. Tugas-tugas penyampai kearifan sosial tersebut di emban oleh generasi yang terdidik. Generasi terdidik Indonesia harus siap menghadapi masa depan dengan gejolak sosial yang besar ini.

Berbicara tentang permasalahan sosial tentu kita harus tahu permasalahan yang mana saja sangat sulit di lakukan, sebab melibatkan masyarakat banyak yang memiliki watak masing-masing. Dapat kita sasikan dengan mata kepala sendiri.  Seperti permasalahan banjir, narkoba, korupsi, pendidikan, ekonomi, lingkungan hidup, dan kebersihan lingkungan dari sampah.

Permasalahan sosial yang luas seperti ini sangat sulit diatasi, sebab menyangkut masyarakat banyak. Kita contohkan dalam permasalahan sosial mengatasi sampah hasil rumah tangga. Permasalahan sampah ini, memberikan pekerjaan rumah bagi semua komponen bangsa ini. Sampah bukan hal yang sepeleh, apabila terdapat di lingkungan padat penduduk. Penduduk yang sibuk, memiliki aktivitas yang padat, akan sulit mengolah sampah.

Terkadang agar cepat sampah dibuang sekedarnya saja. Setiap hari sampah di produksi oleh rumah tangga dan pihak industri. Baik industri besar dan menengah. Berbagai dampak pada lingkungan hidup yang disebabkan oleh sampah. Mulai dari pencemaran udara, pencemaran tanah, pencemaran sumber air, seperti sungai, selokan, danau, dan laut. Maka semua itu disebut pencemaran  lingkungan hidup.


Untuk menjawab tantangan tersebut, perlu adanya tindakan nyata dari generasi muda sekarang. Penduduk semakin banyak, produksi industri semakin besar untuk memenuhi kebutuahan masyarakat. Sehingga sampah berton-ton bertambah setiap tahunnya. Maka generasi muda harus siap dari sekarang.

Seperti yang dilakukan oleh para mahasiswa dari KKN Mandiri Kelompok 7 dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Usuluddin dan Pemikiran Islam, Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Mereka mengagendakan kegiatan KKN Mandiri mereka belajar tatacara mengolah sampah. Maka mereka melakukan studi ke Tempat Pengolahan Sampah (TPS), yang terletak di Perumnas Talang Kelapa, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, bernama TPS 3R Maju Jaya.

TPS tersebut berdiri pada tahun  2015  lalu. TPS mengolah sampah organik dan sampah anorganik. Dalam studi para mahasiswa mempelajari tatacara mengolah sampah, baik sampah organik dan anorganik.
Dalam studi, Ibu Evitamala seorang stap dari TPS Maju Jaya menjelaskan tentang TPS. Menurutnya, awal pendiriannya adalah karena kepedulian masyarakat setempat terhadap sampah yang berserakan dan mengotori lingkungan, terutama saat hujan. Maka mereka mendirikan TPS Maju Jaya. Kebetulan sebuah yayasan pencinta lingkungan hidup dari Jepang sedang mencari tempat percontohan dalam pengolahan sampah.

Tahun itu, terpilihlah daerah percontohan di Kota Makasar dan Kota Palembang yang berlokasi di Talang Kelapa. Tidak tanggung-tanggung JICA (Japan International Cooperation Agency), juga menghibahkan mesin pengolahan sampah. TPS Maju Jaya memiliki bank sampah Sakura dalam mengolah sampah.

Pada tahun 2017 TPS Maju Jaya sempat mengikuti studi banding ke Kota Malang. TPS Maju Jaya juga berkerjasama dengan Bank Pegadaian dalam mengelolah bank sampah. Penduduk yang menabung sampah, uangnya akan di tabungkan ke bank Pegadaian sesuai nilai jualnya.


Hasil pengolahan sampah selain daur ulang, juga dijadikan barang kerajinan. Misalnya bekas plastik minuman ringan dijadikan tas. Ada kerajinan menjadi hiasan, pigura, keranjang, pas bunga, bros, dan sebagainya. Hasil-hasil percontohan kerajinan disimpan di galeri TPS Maju Jaya. Hasil kerajinan dipasarkan oleh para pengepul atau masyarakat yang berbisnis.

Begitupun dalam pengolahan sampah organik yang menjadi pupuk kompos. Hendaknya para pelaku perkebunan seperti perkebunan sawit, karet, sayur, dapat mendukung dengan bekerja sama, yaitu dengan membeli pupuk kompos dari TPS. Penggunaan pupuk kompos juga ramah lingkungan dan tidak berdampak pada hara tanah.

Dengan adanya TPS Maju Jaya, penangganan permasalahan sampah di sekitarnya akan lebih baik. Sampah bukan lagi sesuatu yang tidak berharga, tetapi mejadi suatu yang bernilai. Lalu munculnya nilai ekonomis, kebersihan lingkungan, dan lapangan kerja.  Semoga kedepanya akan banyak bermunculan TPS-TPS lainnya, sehingga sampah tidak lagi menjadi permasalahan sosial di Indonesia.
Foto kegiatan mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 7, dalam studi pengolahan sampah di TPS Maju Jaya. Kemudian Foto-foto hasil-hasil kerajinan dari sampah anorganik di galeri TPS.
Video Wawancara di TPS

Ibu Evitamala salah satu stap di TPS Maju Jaya memandu dan menjelaskan pada para mahasiswa tentang prosedur dan tatacara pengolahan sampah. Selain itu, dia juga menjelaskan tentang hasil-hasil dari kerajinan dari sampah.


Laporan. Julia Anggraini.

Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 25 Januari 2019.

Sumber foto dan video: Julia Anggraini.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment