6/21/2019

GEMAR. Gerakan Menutup Aurat



Apero Fublic.- Indonesia adalah negara mayoritas penduduk Muslim, dan juga populasi Muslim terbesar di dunia. Namun, dalam perjalanan keislaman memiliki kendalah, sebab Islam selalu dibenturkan dengan politik. Dengan alasan tidak jelas pemerintah terdahulu menutup keislaman, dengan cara tidak memberi pendidikan tentang syariah Islam. Kehidupan Islami di jauhkan dari generasi muda muslim Indonesia. Sehingga banyak ajaran Islam yang tidak di terapkan pada masyarakat.

Terutama dalam hal menutup aurat. Menutup aurat wajib hukumnya untuk muslimah. Baru memasuki masa reformasi kehidupan demokrasi terlaksana. Pemerintahan terdahulu sangat aneh, menyatakan pancasilah sebagai idelogi yang mengakui keagamaan, tetapi umat Islam tidak di beri pendidikan keislaman yang layak, SD, SMP, SMU, Perguruan Tinggi. Menyatakan negara demokrasi tetapi kehidupan islamiah dikekang.

Sunggu aneh. Maka dari itu, muslimah-muslimah di Indonesia tidak mengenal hijab. Sampai sekarang masih banyak muslimah yang tidak berhijab, sebab sudah terbiasa tidak berhijab. Setelah mereka menyadari bahwa menutup aurat hukumnya wajib, barulah para muslimah mulai menutup aurat.

Tapi karena mereka berpendidikan umum yang dibentuk pemerintah yang katanya pancasila, silah ke satunya “ketuhanan yang maha esa” tetapi tidak mengajarkan agama yang diakui tersebut, membuat para muslimah tidak mengerti tentang hijab.

Mengakui bukan hanya tertulis, atau di ucapkan, tetapi dilakukan dalam tindakan, seperti mengajarkan pada sekolah-sekolah. Oleh karena itu, Akhirnya muslimah hanya mengikuti cara hijab sesuai trend-trend saja, atau yang berkembang alami sebagaimana kita lihat sekarang.


Dari itu sekarang muncul suatu gerakan dakwah yang sangat positif. Yaitu kegiatan dakwa yang bertema GEMAR. Gemar adalah singkatan dari Gerakan Menutup Aurat. Gemar suatu kegiatan positif yang dikampanyekan oleh adik-adik mahasiswi dan organisasinya, masyarakat, dan semua akhwat muslimah. Gemar lahir untuk mengajak muslimah menutup aurat, sekaligus memberi tahu bagaimana menutup aurat dengan benar yang sesuai dengan syariah Islam.


Menurut seorang aktivis mahasiswi dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Berlian Arista Putri namanya, smester dua, pada Jurusan PGMI. Menurutnya, gemar itu gerakan menutup aurat buat para akhwat. Mereka mengajak para akhwat untuk berhijab bagi yang belum berhijab.

Kemudian mereka juga berkampanye bahwa memakai hijab jangan hanya mengikuti trend, gaya, fashion, atau ikut-ikutan. Tetapi memakai hijab, menutup aurat adalah wajib hukumnya bagi para muslimah. Selain itu, Gemar atau gerakan menutup aurat juga membagi-bagikan hijab.

Kegiatan Gemar dapat di laksanakan di berbagai tempat, seperti kampus, masjid, di tempat keramaian seperti tempat wisata, di pinggir jalan tetapi tidak mengganggu lalu lintas. Seperti hari ahad lalu, Gemar melakukan kegiatan mereka di Kambang Iwak (KI), Kota Palembang, yang dihadiri para akhwat dari berbagai kelompok masyarakat. Dengan hijab pink mereka berkumpul menyatukan tekad dalam dakwah.


Gemar adalah kegiatan yang sangat positif. Gemar adalah salah satu dakwah di tengah masyarakat Islam Indonesia. Gerakan Menutup Aurat juga memberi motivasi bagi para muslimah yang masih terombang ambing dengan keimanannya. Memang, banyak perkataan orang-orang terhadap para muslimah yang baru memakai hijab.

Kemudian memakai hijab yang sesuai syariah mereka juga sering diperolok. Dengan bersama Gemar diharapkan dapat menepis keraguan para muslimah yang merasa ragu. Terkadang para muslimah menyadari hal itu, tetapi untuk menghindari bulying orang-orang akhirnya mereka berhijab seadanya.

Tidak jarang juga para muslimah juga malu berhijab syariah. Karena merasa mereka tidak sealim anak pesantren atau para ustazah. Hal demikian sangat menggangu para muslimah yang mencoba hijrah. Tidak jarang bagi akhwat masih gadis takut dibilang seperti ibu-ibu, terlihat gemukan, juga menjadi momok menakutkan untuk mereka yang baru mencoba hijrah.

Semoga dengan adanya Gemar atau gerakan menutup aurat ini, dapat menguatkan niat para muslimah dalam mematuhi ajaran Islam. Saya sangat bangga dengan adik-adik mahasiswi yang sudah relah menyisikan waktu, capek, dan mungkin rugi demi dakwah ini. Semoga Gemar menjadi gerakan nasional, dan bahkan mendunia.

Bagi yang lainnya, apabila tidak dapat menjadi bagian dari Gemar, bantulah dengan doa, dengan menyumbangkan hijab untuk dibagikan ke umat, bantulah dengan materi yang ikhlas, dan kalau tidak dapat membantu dalam bentuk apapun, setidaknya jangan mencemooh dan mengganggu mereka. Semangat untuk adik-adik yang telah berdakwah dengan sangat baik. Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT, dan mendapat pahalah yang terus mengalir sepanjang zaman. Amiinnnn.
Foto-foto suasana kegiatan Gemar, pada hari Ahad kemarin. Di sekitaran Kambang Iwak (KI), Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia.
Video GEMAR

Oleh. Joni Apero.
Palembang, 28 Februari 2019.
Sumber foto dan Video. Berlian Arista Putri.
Salam Dakwah Literasi.

Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional,  quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim. Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis.

Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: joni_apero@yahoo.com. idline: Apero FublicwhatsApp: 081367739872. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

By. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment