6/23/2019

Menabung Sepuluh Ribu Sehari di Perbangkan.


Apero Fublic.- Pernahkah anda menabung sebesar sepuluh ribu sehari di Bank. Tentu jawabannya tidak pernah. Bolekah kita menabung senilai sepuluh ribu rupiah di perbangkan. Penduduk Indonesia kemungkinan tidak pernah berpikir untuk menabung di perbangkan dengan nominal sepuluh ribu rupiah sehari. Baikalah saya jabarkan bagaimana batas nominal menabung. Batas nominal menabung uang di perbangkan terkecil adalah senilai sepuluh ribuh rupiah. Dapat menabung tiga sampai empat kali dalam sehari.

Dalam ekonomi masyarakat kecil, ada dua tipologi pengelolaan keuangan masyarakat. Pertama mereka akan membelanjakan keuangan mereka dengan tidak berpikir panjang, yaitu membeli sesuatu yang tidak begitu bermanfaat. Pengeluaran tidak terduga juga hadir setiap saat.

Sedangkan dalam menabung masyarakat sangat malas sekali. Terutama bagi masyarakat yang tingkat pendidikannya rendah, atau si pemboros. Kebijakan pengelolaan keuangan masyarakat Indonesia sangat rendah. Hampir tidak ada penyiapan matang dalam pengelolaan keuangan. Saat mendapatkan uang, masyarakat cenderung sudah mulai mencari cara untuk membelanjakan uang mereka.

Tidak adanya investasi jangka panjang, dan tidak ada pengembangan modal mandiri. Tidak ada sistem keuangan cadangan apabila mendapat suatu musibah atau kebutuhan mendesak. Keuangan masyarakat ekonomi kecil selalu mengalir bagai air. Mereka tidak berdaya dalam mengendalikan keuangan. Pendapatan mereka yang pas-pasan.

Ketika ada kebutuhan mendadak mereka kesulitan sekali. Kadang kala untuk mengatasi itu, ada dua cara yang mereka tempuh. Pertama meminjam dari keluarga, rekan, atau masyarakat sekitar. Kalau cara itu tidak berhasil, maka mereka akan masuk kedalam ribah. Yaitu seperti meminjam uang beranak atau berbunga dari peminjam. Kalau belum dapat, akhirnya mereka datang ke pelesingan sepeda motor, atau menggadaikan harta mereka.

Masyarakat kecil dengan ekonomi kecil. Tentu pendapatan kecil, dan kadang ada yang tidak menentu. Mereka akan mengatur keuangan dengan seteliti mungkin. Agar cukup untuk kehidupan mereka menyambung hari. Kebutuhan makan, biaya sekolah anak, biaya air, listrik, biaya sakit, sewa rumah, transfortasi, atau kontrakan dan sebagainya.

Sehingga pendapatan tersebut hanya cukup untuk biaya mereka sehari-hari. Lalu bagaimana dengan kebutuhan yang tiba-tiba terjadi, atau untuk menghadapi lebaran, anak masuk sekolah, kuliah. Sedangakan menabung secara pribadi sangat sulit untuk tidak tergoda dengan hal-hal lain. Terkadang masyarakat mengadakan arisan, namun rentan juga dengan macet pembayaran anggota.

Uang setelah dapat juga akan langsung dipergunakan, dengan tidak sabar. Maka dari itu, ada baikanya menabung ke bang-bank resmi dengan nominal kecil. Di mulai dari sepuluh ribu rupiah, atau lebih. Sebab tabungan dengan nilai kecil tidak akan terasa dan membebani keuangan rumah tangga. Jangan malu menabung senilai sepuluh ribuh rupiah, atau lebih.

Perbangkan akan menerima tabungan masyarakat dari nilai terkecil sepuluh ribu rupiah. Tetapi saat menabung nominal kecil, jangan di kantor cabang bank, tetapi di kantor-kantor unit bank. Sewaktu kuliah dulu, aku begitu kesulitan dalam hal keuangan. Aku khawatir sekali kalau sewaktu-waktu ada kebutuhan mendadak. Atau tiba-tiba ayah tidak dapat mengirim uang akibat kebutuhan yang lebih mendesak, atau ayah dalam keadaan tidak dapat bekerja.

Maka aku sebagai mahasiswa di kota akan mendapat kesulitan keuangan. Pernah aku menabung dengan celengan sesuai kemampuan setiap hari. Namun tabungan dengan celengan akan mudah di bukak saat keadaan sedikit mendesak. Kemudian keamanannya juga meragukan. Kemudian aku mencoba menabung di bank kampus dengan buku tabungan yang diberikan saat masuk kuliah.

Aku ingin menabung limapuluh ribu, terasa sekali uang berkurang. Dan tidak dapat dilanjutkan karena tidak seimbang. Kemudian aku mencoba menabung dengan nilai sepuluh ribu rupiah. Tabungan kecil itu aku terus jalani. Tidak terasa sama sekali menguras keuangan. Itu aku anggap jajan saja. Sehingga setiap hari aku menabung senilai sepuluh ribu rupiah.

Dalam sebulan terkumpul uang tiga ratus ribu, dan setahun mencapai nilai tiga juga enamratus ribu rupiah. Untuk hari sabti dan minggu, aku menggantikan dengan melebihkan dihari-hari lain, misalnya limabelas ribu. Bayangkan kalu itu dilakukan sampai bertahun-tahun. Dari sinilah aku terinspirasi dari gerakan menanbung sepuluh ribu rupiah.

Bagaimana kalau tabungan itu lebih dari sepuluh ribu sehari, semisalkan lima belas ribu rupiah, dua puluh ribu rupiah, tentu itu akan menjadi nilai berlipat-lipat dalam waktu satu tahun. Tabungan ini sangat cocok untuk golongan pekerja. Sebab seakan-akan adalah uang jajan saja.

Sebut saja tukang ojek, pedagang asongan, buru harian, pedagang kecil, mahasiswa, karyawan atau PNS, yang boros suka jajan, dan semua golongan pekerja. Nanti, tanpa terasa uang telah terkumpul di bank sehingga dapat dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat. satu lagi, ATM-nya jangan di aktifkan agar tidak terlalu mudah dalam menarik uang.

Namun, masayrakat Indonesai tidak menyadari potensi tabungan tersebut. Banyak juga yang tidak tahu kalau menabung di perbangkan boleh dengan nilai sepuluh ribu rupiah sekali setor. Kemudian yang paling parah adalah rasa malu saat menabung dengan nominal sebesar sepuluh ribu rupiah.

Untuk mengatasi hal tersebut, ada baikany pemerintah, perbangkan, mengkampanyekan gerakan menabung sepuluh ribu rupiah sehari. Lalu dibuat sistem tabungan khusus untuk tabungan minim teresbut. Supaya masyarakat percaya diri dalam menabungnya. Manfaat yang sangat baik untuk kesejahteraan masayrakat banyak, pemerintah dapat menghimpun dana masyarakat dan dapat digunakan untuk pembangunan.

Masayrakat muslim akan terhindar dari ribah, dan mengajarkan masyarakat hidup hemat. Kemudian, ada juga masayrakat dapat menyimpan modal sendiri tanpa perlu meminjam ribah. Tetapi syaratnya anda harus rajin datang ke bank, untuk menabung. Yuk, menabung sepuluh ribu sehari.

Oleh. Joni Apero
Editor. Selita. S.Pd.
Palembang, 4 Januari 2018.

Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama. Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment