6/21/2019

Gangguan Sosial Emosional Cemas, Rasa Takut Tanpa Sebab yang Jelas


Apero Fublic.- Banyak macam gangguan pada anak usia dini termasuk gangguan perkembangan sosial emosional, Muhibin menyatakan bahwa perkembangan sosial merupakan proses pembentukan sosial, Social Self (pribadi dalam masyarakat), yakni pribadi dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan seterusnya.

Gangguan adalah suatu kondisi yang menyebabkan ketidaknormalan pada individu yang memiliki masalah dalam menguasai keterampilan dan menunjukan kekurangan dalam berhubungan dengan orang lain. Selanjutnya perkembangan sosial emosi anak usia dini yaitu perkembangan yang berkaitan dengan emosi, kepribadian, dan hubungan interpersonal. untuk menyikapi kasus tersebut, saya melakukan suatu studi singkat di salah satu Taman Kanak-Kanak (TK).


Pelaksanaan berlangsung disalah satu sekolah TK di Kota Palembang. Disana menjumpai anak yang mempunyai masalah, dalam gangguan perkembangan sosial emosional. Anak ini duduk di kelas B, namanya Peno (bukan nama sebenarnya). Dalam pengamatan, dapat ditarik kesimpulan, bahwa anak ini memiliki rasa cemas, rasa takut tanpa sebab yang jelas.

Dia sering menangis tanpa sebab. Seperti saat mengambil buku, ia tidak mau mengambil buku sendiri. Dengan maksud, ia meminta diambilkan oleh bunda yang mengajar di kelas itu. Selain itu, ia juga tidak mau mendengarkan nasihat dan perkataan gurunya. Beberapa cara yang dapat ditempuh untuk menangani atau mencegah kecemasan pada anak adalah sebagai berikut:


1. Mencari sumber yang menyebabkan anak cemas.

2. Memberikan rasa aman pada anak dengan menunujukkan sikap yang tenang, menerima keadaan anak, dan tidak menambah beban psikologis pada anak dengan mengancam, menakut-nakuti, atau memarahi anak.

3. Membantu anak mengatasi rasa cemasnya misalnya dengan menerapkan tekhnik desentitasi sistematis, yaitu cara bertahap membantu anak sedikit demi sedikit mengurangi kecemasannya secara bertahap.

4. Mengalihkan anak dari sumber rasa cemas dengan melatih anak untuk relaksasi atau melakukan kegiatan-kegiatan lain yang menarik.

5. Melakukan hal-hal yang menenangkan, seperti mendengarkan musik, cerita, atau menggambar.

6. Mengajak anak berbicara tentang sumber kecemasan yang dialami dengan kata-kata yang menenangkan dan membuat ia merasa nyaman.

7. Membiasakan anak terbuka dan mampu mengekspresikan perasaannya.

8. Meminta bantuan ahli jika kecemasan anak berlarut-larut.

Dari kedelapan cara tersebut diharapkan dapat membantu, dan meringankan dalam permasalahan gangguan sosial emosional pada anak. Saran dan krtitik yang baik saya tunggu, kurang lebih mohon maaf.

Oleh. Darnela Sari.
Editor. Selita. S.Pd.
Fotografer. Dadang Saputra.
Palembang, 9 Desember 2018.
Sumber foto. Darnela Sari. Mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang. Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), smester lima. NIM. 1632710005.
Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama. Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional,  quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com. idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.


Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment