6/18/2019

Aprinisa. Perjalanan


Apero Fublic.- Syarce. Padang pasir yang terbentang luas. Ibarat sebuah jalan yang terbentang. Penuh perjuangan untuk melewatinya. Kalau kita tidak berhati-hati, tidak mustahil kita akan tersesat. Kalau kita masih beruntung, mungkin kita betemu dengan orang yang dapat menunjukkan jalan bagi.

Seandainya tidak, kita akan hilang selamanya. Padang pasir ibarat suatu jalan yang penuh bercak jejak-jejak kaki kita. Tetapi tidak seberapa lama jejak kaki itu akan hilang, saat angin berhembus dan menerbangan debu-debu pasir. Lalu menutup jejak langkah kita. Itulah  perumpamaan dengan perjalanan kita di bumi yang fanah ini.

Bertahun-tahun, banyak kisa dan cerita, banyak khilaf, banyak pulah harta, dan jerih paya, namun saat kita dipanggil oleh yang maha kuasa, kita hilang. Lalu semua pencapaian kitapun menjadi milik orang. Perlahan tapi pasti kehidupan dan cerita kita terhapus di muka bumi ini. Sama seperti jejak kaki di Padang Pasir yang lenyap karena hembusan angin.

Seandainya kita umpamakan perjalanan yang lain. Maka berbuatlah kebaikan sepanjang jalan itu. Beribadahlah sekuat tenaga, lalu tapaki dengan sabar. Akan banyak cobaan dan godaan yang ingin memalingkan kita dari jalan yang lurus. Banyak nafsu yang memanggil kita untuk singgah. Maka hendaklah jangan sampai kita lupa. Seandainya kita singga, singgahlah sekedarnya untuk melepas lelah.

Jangan singgah lalu memperturutkan hawa nafsu kita. Aku akui tidak mudah dengan jalan ini. Semakin dewasa aku, semakin aku penuh keraguan dan kebimbangan. Beribu-ribu pertanyaan di jiwa, akan kehidupan ini. Bagai senja yang menyimpan misteri, tetapi juga memberikan warna yang indah. Kadang nafas dalam aku tari berulang-ulang dalam menghadapi cobaan di jalan ini. Kemudian aku redahkan dengan sedikit istiqfar, dan bersujud pada Allah.

Perjalanan

Satu demi satu
Langkah demi langkah ku lalui
Hari demi hari kulewati
Ku telusuri siang  dan malam

Tak jua ku temui apa yg aku cari
Aku belum menemukan ketenraman itu

Kesana kemari ku cari
Lari sini lari situ tak jua ku dapatkan

Sebenarnya apa yg aku cari wahai diri?

Dari ujung ke ujung ku pandang
Dari sudut kota mana pun
Ku lihat,
Masih jua blum ku dapatkan

Ya itulah perjalanan
Saat ku duduk sambil menyebut dan membaca Asma-MU
Getaran jiwa ku pun berlabuh

Apa kah ini yang kucari selama ini?

Sedikit tentang penyair. Namanya Aprinisa, lahir di Sukajadi, 14 Agustus 1999. Penyair cantik ini tinggal di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Gadis cantik yang hobi membaca ini, punya moto hidup yang keren. Dia bilang, “bermanfaatlah untuk orang lain, sebab untuk apa kita hidup jika tidak dapat bermanfaat bagi orang lain.

Bukan berarti kita harus memberikan orang banyak uang, atau selalu bersedekah. Saat kita menulis hal yang baik, kemudian membuat yang membacanya termotivasi dan kuat, itupun sudah bermanfaat. Seandainya kita dapat berbuat lebih dari itu, alhamdullah kita sudah menjadi manusia yang baik.” Sekarang Aprinisa sedang menuntut ilmu di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

Mengambil bidang studi pada Pendidikan Agama Islam (PAI). Kalau warnah kesukaan dia menyukai warna biru muda. Kata orang, wanita penyuka warna biru muda adalah wanita yang berhati lembut dan setiap. Coba tengok langit yang berwarna biru, indah di pandang dan selalu biru walau sudah berjuta-juta kali badai, hujan, petir memecahnya. Warnanya tetap biru dan biru.

Oleh. Aprinisa.
Palembang, 3 Maret 2019.
Sumber foto. Aprinisa.
Editor. Desti. S.Sos.
Kategori. Syarce Fiksi.
Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: joni_apero@yahoo.com. idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment