6/17/2019

Aprinisa. Pejuang Dakwah

Apero Fublic.- Pohon kelapa adalah pohon yang sangat populer. Para sastrawan sering menulis dengan perumpamaan dan melankolis untuk syair-syair sebagai pengibaratan, sekalisgus pelukis keindahan alam. Kalau kita perhatikan pohon kelapa sangat indah sekali, dengan untaian daunnya diterpa angin, dan terletak di pematang sawa dengan padi menghijau, atau melengkung di tepian pantai.

Para pelukis juga lebih sering menjadikan pohon kelapa sebagai aktor estetika lukisan mereka. Pohon yang memiliki nama ilmiah cocos nucifera tersebut, di juluki dengan “pohon serba guna. Kenapa dijuluki pohon serba guna?. Sebab semua komponen batang pohon kelapa dapat di manfaatkan. Dari daun mudanya dapat dijadikan, ketupat, janur kuning. Daun tuanya dapat dijadikan atap pondok.

Lidinya dijadikan sapulidi, jenis tusukan seperti tusuk gigi. Bahkan daun kemayangnya yang jatuh dapat dijadikan kayu bakar, dan lidinya masih dapat dijadikan sapu lidi. Buah mudanya di rujak, degan diminum dan daging buanya dimakan. Daging kelapa tua di olah menjadi berbagai makanan.

Tempurunganya dijadikan alat-alat kerajian, dan sebagainya. Ampas dijadikan makanan ternak, atau pupuk kompos. Batangnya dijadikan tiang rumah, jembatan, papan, kerangka rumah. Lalu tunggulnya nanti menjadi sarang serangga. Begitulah pohon kelapa yang berguna disetiap komponen pohonnya.


Ada juga manusia yang seperti pohon kelapa. Manusia yang seperti pohon kelapa adalah manusia-manusia baik. Manusia yang mendatangkan manfaat untuk orang lain. Manusia yang melakukan kebajikan, berbuat baik terhadap dirinya, keluarganya, sahabatnya, umatnya, agamanya, negaranya.

Manusia seperti apa itu, yaitu manusia yang beriman, dengan hati yang iklas. Manusia yang jujur dengan kehidupan, sederhana, dan selalu berbuat ikhlas. Siapakah mereka, ? mereka itu adalah manusia yang berjalan di atas jalan dakwah. Mereka yang berdakwah, ibarat pohon kelapa bagi kehidupan manusia.

Mereka tumbuh tinggi, subur dan rindang. Tetapi mereka tidak memayungi. Mereka memberi kebaikan dan dorongan kebaikan pula. Satu pesan, wahai pohon kelapa, semakin tinggi akan semakin deras angin menerpa, maka harus kuat dan sabar.

PEJUANG DAKWAH.

Ketika sapaan mu diabaikan.
Ketika nasehat mu dihiraukan.
Dirimu masih tetap berjalan.
Dengan tenang.

Senyum kau tebarkan  dengan penuh cintA.
Mulutmu tak pernah berhenti.
Mengucapkan nasehat demi nasehat,
Selalu kau lantunkan.

Agar disekelilingmu melakukan kebaikan.
Dan mencegah kemungkaran.

Kau itu ibaratkan putri malu.
Bila di sentuh akan melayu,
Kemudian kau bangikit lagi.

Sungguh.
Ku mengagumi
Iya, Kamu penjuang Dakwah.

Yang tetap tegar.
Yang tetap santun.
Yang tetap menebarkan senyum.
Meski di sudut perjalanan mu.
Selalu dipandang sebelah mata.

Pesanku untukmu.
Teruslah lajutkan perjuanganmu.
Untuk tetap selalu menyampaikan dakwahmu.

Sedikit tentang penyair. Namanya Aprinisa, lahir di Sukajadi, 14 Agustus 1999. Penyair cantik ini tinggal di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Gadis cantik yang hobi membaca ini, punya moto hidup yang keren. Dia bilang, “bermanfaatlah untuk orang lain, sebab untuk apa kita hidup jika tidak dapat bermanfaat bagi orang lain.

Bukan berarti kita harus memberikan orang banyak uang, atau selalu bersedekah. Saat kita menulis hal yang baik, kemudian membuat yang membacanya termotivasi dan kuat, itupun sudah bermanfaat. Seandainya kita dapat berbuat lebih dari itu, alhamdullah kita sudah menjadi manusia yang baik.” Sekarang Aprinisa sedang menuntut ilmu di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

Mengambil bidang studi pada Pendidikan Agama Islam (PAI). Kalau warnah kesukaan dia menyukai warna biru muda. Kata orang, wanita penyuka warna biru muda adalah wanita yang berhati lembut dan setiap. Coba tengok langit yang berwarna biru, indah di pandang dan selalu biru walau sudah berjuta-juta kali badai, hujan, petir memecahnya. Warnanya tetap biru dan biru.

Oleh. Aprinisa.Editor. Selita. S.Pd.
Palembang 4 Maret 2019.
Sumber foto. Aprinisa.
Fotografer. Dadang Saputra.
Catatan: Yang mau belajar menulis: mari belajar bersama-sama: Bagi teman-teman yang ingin mengirim atau menyumbangkan karya tulis seperti puisi, pantun, cerpen, cerita pengalaman hidup seperti cerita cinta, catatan mantera, biografi diri sendiri, resep obat tradisional, quote, artikel, kata-kata mutiara dan sebagainya.

Kirim saja ke Apero Fublic. Dengan syarat karya kirimannya hasil tulisan sendiri, dan belum di publikasi di media lain. Seandainya sudah dipublikasikan diharapkan menyebut sumber. Jangan khawatir hak cipta akan ditulis sesuai nama pengirim.

Sertakan nama lengkap, tempat menulis, tanggal dan waktu penulisan, alamat penulis. Jumlah karya tulis tidak terbatas, bebas. Kirimkan lewat email: fublicapero@gmail.com idline: Apero Fublic. Messenger. Apero fublic. Karya kiriman tanggung jawab sepenuhnya dari pengirim.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment