Biologi
Kampus
Mahasiswi
Pendidikan
Dari Laboratorium ke Masyarakat: Ketika Mahasiswa Biologi Menjadi Garda Depan Kewarganegaraan Lingkungan
Sumber: https://envilife.co.id/41-gambar-alat-laboratorium-beserta-fungsinya/
APERO FUBLIC I Kewarganegaraan tidak hanya tentang hukum dan politik, tetapi juga tentang bagaimana warga merawat lingkungan bersama. Indonesia masih bergelut dengan deforestasi, polusi, serta hilangnya keanekaragaman hayati, dan mahasiswa dianggap memiliki peran penting untuk terlibat mengatasi masalah ini demi mendukung SDGs atau Sustainable Development Goals (Rachman et al., 2024). Mahasiswa biologi memiliki posisi istimewa di sini karena bekal ilmunya dapat diubah menjadi solusi konkret, bukan hanya sekadar teori di kelas.
Contohnya sudah ada, mahasiswa yang menjadi calon guru biologi didorong berperilaku positif dalam pengelolaan sampah berkelanjutan karena kelak akan menjadi teladan bagi masyarakat (Ami & Khikmawati, 2022), dan di sebuah desa, mahasiswa biologi bahkan berhasil mengubah limbah kotoran sapi yang mencemari lingkungan menjadi kompor biogas sebagai solusi nyata (Wuryastuti & Ni'mah, 2016).
Di luar riset dan praktik lapangan, mahasiswa juga berperan sebagai agen edukasi lewat seminar, workshop, dan kampanye kesadaran lingkungan ke masyarakat sekitar kampus maupun komunitas yang lebih luas (UGM, 2024).
Peran ini penting karena masalah lingkungan tidak akan selesai hanya dengan riset ilmiah, tetapi juga dibutuhkan perubahan perilaku dan kesadaran kolektif masyarakat, yang hanya bisa dicapai lewat komunikasi dan edukasi aktif dari pihak yang memahami ilmunya.
Oleh karena itu, kampus perlu mendorong mahasiswa biologi lebih aktif turun ke masyarakat, bukan hanya berkutat di laboratorium. Menyelesaikan masalah sampah, kerusakan lingkungan, dan rendahnya literasi ekologi adalah bentuk kewarganegaraan aktif yang dapat dengan tepat diwujudkan oleh ilmu biologi.
Oleh: Agis Salma Indryana
Mahasiswi Prodi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi
Sumber:
Ami, S. M., & Khikmawati, N. H. (2022). Perilaku Pengelolaan Sampah Berkelanjutan pada Mahasiswa Calon Guru Biologi. JB&P: Jurnal Biologi dan Pembelajaran, 9(2), 69-75.
Envilife. (2021). 41 Gambar Alat Laboratorium Beserta Fungsinya. https://envilife.co.id/41gambar-alat-laboratorium-beserta-fungsinya/
Rachman, I., Matsumoto, T., & Yustiani, Y. M. (2024). Peran Generasi Muda Dalam Upaya Memahami dan Menganalisis Isu-isu Permasalahan Lingkungan Hidup di Indonesia. INFOMATEK: Jurnal Informatika, Manajemen dan Teknologi, 26(1), 103–112.
Universitas Gadjah Mada. (2024). Peran Mahasiswa Dalam Pengelolaan Lingkungan Terhadap Isu Perubahan Iklim dan Krisis Lingkungan [Ujian kompre].
Wuryastuti, S., & Ni'mah, I. (2016). Model Pembelajaran Berbasis Lingkungan Untuk Meningkat Kecakapan Hidup Mahasiswa Melalui Pembuatan Kompor Biogas.
EduHumaniora Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru, 5(2), 113-120.
Sy. Apero Fublic
Via
Biologi

Post a Comment