Bencana
Biologi
Kampus
Lingkungan Hidup
Mahasiswi
Opini
Pendidikan
MEMBACA KARHUTLA DARI PRESPEKTIF BIOLOGI : Peran Mahasiswa Biologi sebagai Warga Negara
"Hutan kini dilalap api yang merambat tanpa mengenal batas, bergerak dari semak ke batang, dari batang ke tajuk, hingga membubung ke langit. Asap yang dihasilkannya kemudian kembali menyelimuti bumi, menjadi penderitaan yang harus ditanggung oleh mereka yang bahkan tidak pernah menyalakan api."
APERO FUBLIC I Kebakaran hutan merupakan persoalan yang ramai dibicarakan di tahun 2026 ini. Di balik kepulan asap, terdapat persoalan ekologis yang tidak selalu terlihat secara langsung: habitat dapat terganggu, keanekaragaman hayati terancam, dan fungsi ekosistem dapat mengalami kerusakan.
Bagi masyarakat, dampaknya juga dapat dirasakan melalui terganggunya aktivitas sehari-hari dan penurunan kualitas lingkungan. Karena itu, karhutla seharusnya tidak dipandang hanya sebagai persoalan pemadaman api, tetapi sebagai persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan kita sebagai warga negara.
Dari sinilah mahasiswa Biologi memiliki ruang untuk dapat ikut berkontribusi. Ilmu yang berkaitan langsung dengan makhluk hidup dan lingkungannya, membuat mereka memiliki dasar pengetahuan untuk memahami dampak kebakaran terhadap ekosistem.
Mahasiswa dapat menjelaskan kepada masyarakat mengapa vegetasi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, bagaimana kebakaran memengaruhi habitat, serta mengapa pemulihan lahan setelah kebakaran tidak cukup hanya dengan menanam kembali tanpa memperhatikan kondisi ekosistem. Pengetahuan tersebut dapat disampaikan melalui edukasi di sekolah, masyarakat maupun media sosial.
Kontribusi mahasiswa tidak seharusnya berhenti pada membuat konten ketika bencana terjadi. Mahasiswa Biologi dapat mengambil bagian dalam pencegahan dan pemulihan, misalnya melalui kampanye pencegahan pembakaran lahan, pengenalan tumbuhan lokal untuk penghijauan hingga kegiatan restorasi bersama masyarakat.
Tentu mahasiswa tidak bisa menggantikan tugas pemerintah atau tenaga profesional dalam penanganan bencana. Namun mereka dapat berperan menjadi bagian dari masyarakat yang menggunakan pengetahuan ilmiahnya untuk membantu meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan.
Karhutla pada akhirnya mengingatkan kita bahwa menjadi warga negara bukan hanya tentang tinggal di suatu wilayah dan menaati aturan, tetapi juga tentang ikut menjaga ruang hidup yang kita gunakan bersama. Jika selama ini Biologi sering dibayangkan sebagai ilmu yang sebatas mempelajari tumbuhan dan hewan, sudah saatnya ilmu tersebut hadir di tengah persoalan nyata Indonesia.
Penulis: Andini Rizky Amalia
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Bencana

Post a Comment