Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
UNIM Bone: Gelar Seminar dan Expo Produk dan Riset PKM serta Hadirkan PAGENZI
APERO FUBLIC I WATAMPONE.— Universitas Muhammadiyah Bone (UNIM Bone) menggelar Seminar dan Expo/Pameran Produk dan Riset Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Auditorium Universitas Muhammadiyah Bone tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil riset, inovasi, serta berbagai luaran yang dikembangkan melalui program PKM.
Salah satu inovasi yang turut diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah PAGENZI, sebuah inovasi yang dikembangkan melalui skema PKM-Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH). PAGENZI hadir sebagai bagian dari upaya tim mahasiswa dalam merespons fenomena impulsive buying pada aktivitas live shopping TikTok dengan mengangkat nilai pangadereng sebagai kearifan lokal Bugis.
Tim PAGENZI terdiri atas Sunarti sebagai ketua, bersama Nurpatima dan Hikma Mawadda sebagai anggota, dengan pendampingan Dr. A. M. Irfan Taufan Asfar, M.T., M.Pd.. Pengembangan PAGENZI menjadi salah satu bentuk bagaimana hasil riset mahasiswa tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi diarahkan menjadi inovasi yang dapat digunakan sebagai media edukasi.
Dalam Expo, mahasiswa tidak hanya menampilkan produk atau hasil penelitian, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menjelaskan gagasan, proses pengembangan, manfaat, serta potensi inovasi yang dihasilkan kepada pengunjung dan tim penilai. Hal ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengomunikasikan hasil penelitian secara lebih sederhana dan mudah dipahami.
PAGENZI sendiri berangkat dari fenomena yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda. Kemudahan berbelanja melalui live shopping TikTok, ditambah berbagai bentuk promosi seperti flash sale, potongan harga, dan penawaran terbatas, dapat mendorong munculnya perilaku pembelian spontan atau impulsive buying.
Melalui pendekatan nilai pangadereng, PAGENZI dikembangkan sebagai upaya menghadirkan edukasi yang tidak hanya berbicara mengenai perilaku konsumsi digital, tetapi juga menghubungkannya dengan nilai budaya lokal. Pendekatan tersebut menjadi karakteristik tersendiri dalam inovasi yang dikembangkan oleh tim PKM-RSH UNIM Bone.
Kehadiran PAGENZI dalam Expo juga memperlihatkan bagaimana penelitian mahasiswa dapat dikembangkan menjadi luaran yang lebih aplikatif. Hasil penelitian tidak hanya disampaikan dalam bentuk akademik, tetapi juga diterjemahkan menjadi media yang dapat membantu menyampaikan pesan edukasi kepada sasaran yang dituju.
Pelaksanaan Expo PKM turut mendapat dukungan dari Dr. A. M. Irfan Taufan Asfar, M.T., M.Pd., bersama Dr. Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar selaku penanggung jawab Epicentrum PKM, serta seluruh tim Epicentrum PKM Universitas Muhammadiyah Bone.
Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa, mulai dari pengembangan gagasan, pelaksanaan penelitian, penyusunan luaran, hingga kemampuan mempresentasikan hasil di hadapan pengunjung dan tim penilai.
Selain pameran produk dan riset, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai agenda pengembangan kapasitas mahasiswa, termasuk Talkshow Inspiratif bertema Legalitas Produk, Workshop Public Speaking, serta Workshop Kewirausahaan dan Branding.
Meskipun demikian, fokus utama kegiatan PKM tetap diarahkan pada bagaimana mahasiswa mampu menghasilkan karya dan inovasi berdasarkan gagasan serta hasil penelitian yang telah dikembangkan.
Bagi tim PAGENZI, Expo menjadi kesempatan untuk memperkenalkan hasil kerja mereka secara lebih luas sekaligus memperoleh pengalaman dalam menyampaikan inovasi kepada publik. Kehadiran PAGENZI juga menjadi bukti bahwa penelitian sosial humaniora dapat menghasilkan luaran yang dekat dengan persoalan kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, UNIM Bone menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem PKM yang mendorong mahasiswa untuk meneliti, berinovasi, dan menghasilkan solusi berbasis kebutuhan masyarakat.
PAGENZI menjadi salah satu contoh bahwa riset mahasiswa dapat berangkat dari fenomena sederhana yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti kebiasaan berbelanja melalui TikTok, kemudian dikembangkan menjadi inovasi yang memadukan riset sosial humaniora, literasi digital, dan kearifan lokal Bugis.
Dengan dukungan Epicentrum PKM UNIM Bone, diharapkan inovasi seperti PAGENZI tidak berhenti pada Expo, tetapi terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Oleh: Tim Expo PAGENZI
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bone (UNIM Bone).
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment