Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Petakan Titik Rawan Bahaya, Mahasiswa KKN-T 116 Unhas DorongKeselamatan Jalur Wisata Balla Tujua Berbasis HIRA
APERO FUBLIC I BANTAENG.– Keselamatan pengguna jalan di kawasan wisata kini
menjadi perhatian khusus mahasiswa KKN-T di Kelurahan Onto. Melalui program kerja
bertajuk "Penetapan Prioritas Risiko dan Evaluasi Status Penanganan Keselamatan
Jalur Wisata Balla Tujua Berbasis HIRA", mahasiswa melakukan pemetaan menyeluruh
terhadap titik-titik rawan bahaya di sepanjang jalur menuju destinasi wisata tersebut (09/08/2023).
Kegiatan diawali dengan observasi lapangan yang dilaksanakan secara bertahap mulai dari
RW 1 hingga RW 14. Pada setiap wilayah, mahasiswa melakukan survei dan identifikasi
terhadap delapan kategori potensi bahaya, meliputi tikungan tajam, tanjakan atau turunan
curam, jalan berlubang, jalan retak atau licin, jalur tanpa pembatas di dekat jurang atau
lereng, area rawan longsor, jalan tanpa penerangan, serta kategori bahaya lainnya.
Setiap titik yang ditemukan kemudian dicatat, dihitung total titik rawannya, dan diberi tingkat
prioritas penanganan menggunakan pendekatan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA).
Metode HIRA dipilih karena memungkinkan mahasiswa mengevaluasi risiko secara
sistematis, mulai dari identifikasi bahaya, penilaian tingkat keparahan dan kemungkinan
terjadinya kecelakaan, hingga penentuan skala prioritas penanganan di setiap titik.
Hasil pengolahan data dari seluruh RW selanjutnya disusun dalam bentuk jurnal yang softfile-nya akan diserahkan kepada Kelurahan Onto sebagai bahan dokumentasi dan acuan
pengambilan kebijakan ke depan.
Berdasarkan hasil pemetaan tersebut, disusun dua bentuk tindak lanjut mitigasi risiko.
Pertama, mitigasi langsung berupa pemasangan patok reflektor jalan pada titik tikungan dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi, yang dilaksanakan bekerja sama dengan
program KKN lainnya, serta pemberian tanda piloks (spray paint) pada permukaan jalan
yang berlubang sebagai peringatan visual bagi pengendara.
Kedua, rekomendasi kebijakan yang membedakan titik bahaya berdasarkan status penanganannya, yaitu titik yang telah
masuk program penanganan pemerintah dikategorikan sebagai "dilanjutkan pemerintah",
sementara titik-titik yang belum tertangani disusun dalam bentuk rekomendasi tertulis
kepada Pemerintah Kelurahan Onto untuk ditindaklanjuti secara jangka panjang.
Salah satu anggota Tim KKN-T 116 Posko Kelurahan Onto, Muhammad Zahran, turut
membagikan pandangannya terkait program ini.
"Saya melihat Balla Tujua memiliki potensi objek wisata yang sebenarnya sangat bisa
dikembangkan, tetapi akses jalan menuju ke sana masih tergolong sulit dan berisiko bagi
pengendara. Dari situ saya memilih untuk melaksanakan program HIRA ini, dengan harapan hasil pemetaan risiko yang kami lakukan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah, sekaligus memastikan para wisatawan lebih aman saat berkendara menuju lokasi wisata," jelasnya.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN-T berharap dapat memberikan kontribusi nyata
dalam meningkatkan keselamatan jalur wisata Balla Tujua, sekaligus membangun basis
data risiko yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah kelurahan dalam merencanakan
perbaikan infrastruktur jalan secara berkelanjutan.
Pendekatan berbasis data ini diharapkan mampu meminimalkan potensi kecelakaan sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.
Oleh: Gina Dhea Mufida
Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Kelurahan Onto.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment