Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
KKN Kolaborasi UIN Walisongo-SAIZU Hadirkan Pendampingan Belajar Malam untuk Santri Panti, SMP Juga Dapat Bimbingan Mata Pelajaran
APERO FUBLIC I SEMARANG.-- Wonorejo, Di tengah heningnya malam di pondok pesantren yang merangkap panti asuhan, pemandangan berbeda terlihat dari balik jendela. Puluhan pasang mata masih terbuka lebar, bukan untuk tidur, melainkan fokus pada buku-buku pelajaran yang terbentang di atas meja.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi UIN Walisongo Semarang dan UIN SAIZU Purwokerto hadir membawa program pendampingan belajar malam bagi santri sekaligus anak panti asuhan, pada malam tanggal 6 dan 13 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi jawaban atas padatnya kesibukan anak-anak panti asuhan yang sehari-hari harus membagi waktu antara mengaji, membantu pekerjaan rumah tangga, dan mengurus kebutuhan pribadi.
Di tengah rutinitas yang begitu padat, mereka sering kali kesulitan mendapatkan waktu khusus untuk belajar dan mengulang pelajaran. Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan pendampingan belajar yang menyenangkan di malam hari, sehingga anak-anak tetap bisa mengejar ketertinggalan akademik tanpa mengganggu aktivitas harian mereka.
Belajar Malam, Menyala Semangatnya
Suasana pendampingan belajar malam terasa hangat dan penuh semangat. Para mahasiswa KKN dengan sabar mendampingi anak-anak dalam kelompok belajar berdasarkan usia dan jenjang pendidikan. Anak-anak kelas 1-3 SD fokus pada pendampingan membaca dan menulis, sementara kelas 4-6 SD mendapatkan bimbingan berhitung dan operasi hitung dasar.
Tak hanya siswa SD, para santri tingkat SMP juga turut mendapatkan pendampingan dalam beberapa mata pelajaran utama. Materi yang diajarkan meliputi Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pendekatan yang digunakan dirancang ramah anak dengan memadukan metode pembelajaran langsung dengan konsep belajar sambil bermain, sehingga mereka tidak mudah bosan dan lebih bersemangat mengikuti setiap sesi.
"Belajar malam sama kakak-kakak KKN seru banget! Biasanya kalau belajar sendiri ngantuk, tapi sekarang jadi semangat karena ada yang ngajarin sambil main," ujar Hafisah, salah satu santri dengan wajah ceria.
Pendampingan yang Membangun Percaya Diri
Tak hanya meningkatkan kemampuan akademik, program pendampingan belajar malam ini juga berdampak pada aspek psikologis anak-anak. Bimbingan belajar di panti asuhan biasanya dilaksanakan pada malam hari saat jam belajar, karena waktu malam dianggap lebih kondusif dan tenang untuk fokus belajar.
Mahasiswa KKN dengan sabar membimbing anak-anak satu per satu, memberi pujian atas setiap kemajuan, dan terus memotivasi mereka untuk percaya pada kemampuan diri sendiri. Bagi sebagian anak, ini adalah pengalaman pertama mendapatkan pendampingan belajar yang personal dan penuh perhatian.
"Kami ingin anak-anak di sini merasakan bahwa belajar itu menyenangkan dan mereka mampu. Baik Calistung untuk SD maupun mata pelajaran SMP seperti Matematika, Informatika, dan Bahasa Inggris adalah keterampilan dasar yang akan menjadi bekal mereka di masa depan," ujar Aulia, koordinator kegiatan KKN Kolaborasi UIN Walisongo-SAIZU.
Manfaat Lebih dari Sekadar Belajar
Melalui program pendampingan belajar malam ini, para santri anak panti asuhan mendapatkan banyak manfaat, antara lain:
Peningkatan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) untuk jenjang SD, serta pemahaman mata pelajaran inti untuk jenjang SMP.
Motivasi belajar yang meningkat melalui pendekatan belajar yang menyenangkan dan interaktif.
Keberanian berpartisipasi dan percaya diri dalam mengungkapkan pendapat.
Sikap sosial yang positif, seperti saling menghargai dan peduli terhadap sesama.
Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari gerakan literasi yang berkelanjutan di lingkungan pondok pesantren dan panti asuhan. Mereka juga memberikan tips dan motivasi agar anak-anak terus gemar membaca dan belajar, serta mengajak para pengurus panti untuk terus mendampingi proses belajar anak-anak.
Sinergi Dua Kampus untuk Masa Depan Anak Panti
Kolaborasi antara UIN Walisongo Semarang dan UIN SAIZU Purwokerto dalam program pendampingan belajar malam ini menjadi contoh nyata bahwa kerja sama antarkampus dapat melahirkan inisiatif yang menyentuh langsung kebutuhan mendasar masyarakat.
KKN MIT ke-22 yang berlangsung selama 45 hari, mulai 21 Juli hingga 3 September 2026, tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Semarang, salah satunya adalah program pendampingan belajar bagi santri panti asuhan ini.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pendidikan, para mahasiswa tidak hanya datang untuk mengajar, tetapi juga menjadi sahabat belajar bagi anak-anak. Kehadiran mereka di malam hari membawa harapan baru bahwa melalui bimbingan Calistung dan mata pelajaran SMP.
Anak-anak panti asuhan dapat meraih mimpi yang selama ini mungkin terasa jauh. Kecerdasan, karakter, dan keberanian untuk bermimpi adalah bekal yang mereka tanamkan, agar kelak anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan berdaya saing.
Oleh: Tim KKN
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi UIN Walisongo Semarang dan UIN SAIZU Purwokerto.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment