Feature
Kampus
KKN
Kuliner
Mahasiswa
Pendidikan
Cegah Stunting Sejak Dini, Mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 136 UIN Walisongo Semarang Bagikan Inovasi Puding Kelor Saat Pendampingan Posyandu
APERO FUBLIC I DEMAK. - Brakas-Dempet, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22 Posko 136 UIN Walisongo Semarang memberikan inovasi pemberian makanan tambahan berupa puding berbahan dasar daun kelor saat pendampingan posyandu. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan manfaat daun kelor untuk pencegahan stunting, sekaligus menumbuhkan kepedulian kesehatan terhadap lingkungan masyarakat saat usia dini.
Masalah stunting dan pemenuhan gizi masyarakat masih menjadi perhatian utama dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa. Melihat hal tersebut, mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 136 UIN Walisongo Semarang hadir membawa inovasi makanan tambahan bergizi berupa puding berbahan dasar daun kelor yang dibagikan dalam kegiatan Posyandu setempat.
Kegiatan inovatif ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 136 dalam mendukung kesehatan masyarakat secara holistik. Sasaran pembagian puding kelor ini mencakup balita, ibu hamil, hingga lansia yang hadir mengikuti pelayanan kesehatan rutin di Posyandu.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 136 mengolah daun kelor yang kaya akan nutrisi, vitamin, dan antioksidan menjadi olahan puding yang lezat, lembut, dan menarik untuk dikonsumsi. Inovasi ini dirancang agar pemenuhan gizi dapat diterima dengan mudah oleh semua kalangan, khususnya anak-anak balita.
Langkah sederhana tersebut dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Selain efektif membantu pencegahan stunting pada balita, puding kelor ini juga bermanfaat untuk menambah stamina, menyehatkan badan, serta menjaga kondisi tubuh lansia dan ibu hamil agar tetap fit dan sehat.
Antusiasme terlihat dari sambutan para warga dan kader Posyandu yang menerima pembagian makanan tambahan tersebut. Warga menyambut baik karena memberikan ide baru dalam mengolah bahan pangan lokal yang melimpah menjadi hidangan yang sehat dan disukai keluarga.
Salah satu warga peserta Posyandu mengungkapkan rasa senangnya atas kreasi dari mahasiswa.
“Kami sangat senang sekali dengan adanya inovasi puding kelor ini. Selain rasanya enak dan disukai anak-anak, kami jadi tahu bahwa daun kelor bisa diolah jadi makanan lezat yang kaya manfaat untuk kesehatan keluarga.”
Menurut salah satu anggota KKN MIT ke-22 Posko 136, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat gizi bagi warga, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya memanfaatkan bahan pangan lokal untuk pemenuhan gizi seimbang.
Dari kegiatan ini kami belajar bahwa upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat bisa dimulai dari langkah nyata yang sederhana. Masyarakat sangat mengapresiasi dan menyambut hangat kehadiran inovasi puding kelor yang kami bagikan, ujar salah satu anggota KKN MIT ke-22 Posko 136.
Melalui kegiatan pembagian puding kelor ini, mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 136 berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang semakin meningkat. Pemanfaatan bahan lokal seperti daun kelor diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh para ibu rumah tangga dan kader Posyandu sebagai solusi praktis dan terjangkau demi mewujudkan generasi bebas stunting dan masyarakat yang sehat secara berkelanjutan.
Oleh: KKN Posko 136
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-22, UIN Walisongo Semarang.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment