Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
Barik’an Usai Upacara Kemerdekaan di Candi Kidal Melibatkan Mahasiswa KKN UNIRA Kelompok 6 Tumpang
APERO FUBLIC I MALANG.— Tradisi Barik’an digelar masyarakat Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Candi Kidal, Senin (17/8/2026). Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut melibatkan Karang Taruna Garudeya Kidal, masyarakat, perangkat desa, tamu undangan, serta 19 mahasiswa KKN UNIRA Kelompok 6 Tumpang.
Barik’an menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan yang diselenggarakan di Desa Kidal. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNIRA Kelompok 6 Tumpang turut mengambil bagian bersama masyarakat dan Karang Taruna yang menjadi pihak pelaksana kegiatan.
Kegiatan diawali dengan berkumpulnya peserta dan tamu undangan di kawasan Candi Kidal. Di tengah lokasi telah disiapkan tumpeng dan nasi yang kemudian disantap bersama. Sebelum makan bersama, seluruh peserta mengikuti doa yang menjadi bagian dari rangkaian tradisi Barik’an.
Ketua Karang Taruna Garudeya Kidal, Devan, mengatakan pelaksanaan kegiatan Barik’an diserahkan kepada Karang Taruna. Menurutnya, Karang Taruna menjadi pihak yang mengelola rangkaian kegiatan bersama masyarakat dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Kidal.
“Acara itu diserahkan ke Karang Taruna semua,” ujar Devan.
Devan menjelaskan, rangkaian peringatan kemerdekaan di Desa Kidal tidak hanya berupa upacara. Sebelumnya, terdapat sejumlah kegiatan seperti perlombaan, tumpengan dan arak-arakan tumpeng. Setelah upacara kemerdekaan, rangkaian kegiatan masih akan dilanjutkan dengan agenda jalan sehat.
“Selanjutnya ini ada upacara Agustusan ini, dan aslinya ada pasar jadul. Mungkin tahun depan kalau sekarang masih belum siap. Berarti acara puncaknya ada jalan sehat, jalan sehat tanggal 30 Agustus pas hari Minggu itu,” kata Devan.
Barik’an diikuti berbagai unsur masyarakat yang sebelumnya menghadiri upacara kemerdekaan. Peserta terdiri atas 21 orang dari unsur RT, 25 orang dari organisasi masyarakat, 20 masyarakat umum, tiga guru, 10 orang dari unsur kesenian, serta 34 orang dari pasukan menyanyi.
Selain itu, terdapat delapan petugas upacara dan 19 mahasiswa KKN UNIRA Kelompok 6 Tumpang. Jajaran perangkat desa dan tamu undangan juga hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Setelah seluruh peserta berkumpul, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Hidangan yang telah disiapkan kemudian disantap secara bersama-sama di sekitar kawasan Candi Kidal.
Keterlibatan mahasiswa KKN UNIRA Kelompok 6 Tumpang menjadi bagian dari keikutsertaan mereka dalam kegiatan kemasyarakatan selama pelaksanaan KKN di Desa Kidal. Mahasiswa mengikuti rangkaian kegiatan bersama Karang Taruna dan masyarakat setempat.
Barik’an Menjadi Bagian dari Adat Masyarakat Kidal
Juru Kunci Candi Kidal, Imam, menjelaskan bahwa Barik’an memiliki keterkaitan dengan adat dan budaya masyarakat Kidal. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki tata pelaksanaan dan doa yang berbeda dengan kegiatan sedekah yang dilakukan di musala atau langgar.
“Kalau dibawa ke langgar atau musala itu namanya sedekah, bukan Barik’an atau selamatan desa. Kalau Barik’an, ritualnya berbeda,” ujar Imam.
Imam menjelaskan, dalam pelaksanaan Barik’an terdapat doa menggunakan bahasa Jawa yang menurutnya berkaitan dengan tradisi masyarakat sejak masa sebelum masuknya Islam. Karena itu, Barik’an tidak hanya berkaitan dengan kegiatan makan bersama, tetapi juga menjadi bagian dari adat yang masih dijalankan masyarakat Kidal.
Menurut Imam, selaku juru kunci candi kidal. Barik’an juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan mempererat hubungan sosial. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk kembali bertemu setelah lama tidak berjumpa.
“Tujuannya mempererat persaudaraan. Sudah lama tidak ketemu, itulah bentuk silaturahmi di masyarakat Kidal,” kata Imam.
Ia menambahkan, tradisi tersebut masih dilaksanakan setiap tahun meskipun bentuk kegiatan yang menyertainya dapat berbeda.
“Adat istiadat budaya di Kidal memang kita lakukan setiap tahun. Meskipun bentuknya berbeda-beda, ada sound horeg, sakera, jaranan, bantengan, tetapi satu tujuannya tetap adat budaya. Hanya bentuk acaranya yang berbeda-beda,” ujar Imam.
Pelaksanaan Barik’an menjadi salah satu rangkaian kegiatan masyarakat Desa Kidal dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Setelah kegiatan tersebut, rangkaian peringatan kemerdekaan masih akan dilanjutkan dengan sejumlah agenda yang dipersiapkan Karang Taruna dan masyarakat.
Salah satu agenda berikutnya adalah jalan sehat yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut direncanakan menjadi salah satu agenda puncak rangkaian peringatan kemerdekaan di Desa Kidal.
Penulis : Elza Dhea Salsabila
Mahasiswa KKN UNIRA Kelompok 6 Tumpang.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment