Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Mahasiswa KKN Unhas Demonstrasikan Pestisida Nabati di Desa Borong Loe
APERO FUBLIC I BANTAENG.– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu berupa demonstrasi pembuatan pestisida nabati dari tanaman lokal di Desa Borongloe, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng, Senin (27/07).
Kegiatan ini melibatkan kelompok tani dan warga setempat sebagai upaya memperkenalkan alternatif pengendalian hama dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar.
Program tersebut mendukung pencapaian SDGs poin 2 (Zero Hunger) melalui praktik pertanian berkelanjutan dan SDGs poin 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian pestisida nabati, manfaat penggunannya, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan serta pembagian brosur sebagai panduan penggunaan.
Penanggung jawab program kerja, Audystira, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan alternatif yang mudah diterapkan oleh masyarakat dengan memanfaatkan tanaman yang tersedia di sekitar lingkungan.
"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan tanaman lokal sebagai alternatif pestisida nabati yang mudah dibuat dan diaplikasikan. Melalui demonstrasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa bahan-bahan di sekitar kita memiliki potensi untuk membantu mengendalikan hama pada tanaman," ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari kelompok tani dan warga setempat yang mengikuti demonstrasi hingga selesai. Masyarakat juga berkesempatan berdiskusi mengenai cara pembuatan, pengenceran, serta aplikasi pestisida nabati pada tanaman budidaya.
"Program ini sangat bermanfaat karena bahan-bahan yang digunakan mudah diperoleh. Tidak perlu membeli pengusir hama lagi." Ujar salah satu anggota Kelompok Tani di Desa Borongloe.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap pemanfaatan pestisida nabati dapat menjadi salah satu inovasi sederhana yang mendukung praktik pertanian ramah lingkungan di Desa Borong Loe.
Kolaborasi antara mahasiswa, kelompok tani, dan warga setempat diharapkan dapat terus berlanjut sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Oleh: Audystira Amelia
Mahasiswi KKN-T 116, Universitas Hasanuddin, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Kimia.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment