Feature
Kampus
KKN
Mahasiswa
Pendidikan
KKN UNHAS: Kembangkan Diversifikasi Olahan Mie Berbasis Rumput Laut di Borong Loe
APERO FUBLIC I BANTAENG.-- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Borong Loe melaksanakan program pengenalan diversifikasi olahan mie berbasis rumput laut kepada kelompok nelayan dan petani rumput laut di Desa Borong Loe, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng, Rabu (22/07).
Program tersebut bertujuan memperkenalkan inovasi pengolahan rumput laut menjadi produk pangan bernilai tambah sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi komoditas unggulan Desa Borong Loe. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kunjungan kepada kelompok nelayan dan petani rumput laut dengan memperkenalkan mie berbasis rumput laut sebagai salah satu inovasi pengolahan hasil perikanan.
Program ini dilatarbelakangi oleh pemanfaatan rumput laut di Desa Borong Loe yang masih didominasi penjualan dalam bentuk bahan mentah sehingga diperlukan edukasi mengenai diversifikasi produk yang memiliki nilai tambah.
Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 2 (Tanpa Kelaparan), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Selain memberikan informasi mengenai kandungan gizi, manfaat konsumsi, dan potensi ekonomi mie rumput laut, mahasiswa juga membagikan brosur serta kode QR yang terhubung dengan video tutorial pembuatan mie rumput laut sebagai media pembelajaran mandiri.
"Rumput laut merupakan komoditas unggulan Desa Borong Loe yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Melalui program ini kami ingin memperkenalkan mie rumput laut sebagai salah satu bentuk diversifikasi yang dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal," ujar Andi Aisty Nurul Salsabilah, penanggung jawab program sekaligus mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Universitas Hasanuddin.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti penyampaian materi, menerima brosur, mengakses video tutorial melalui kode QR, serta mencicipi produk mie rumput laut yang diperkenalkan mahasiswa. Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi mengenai peluang pengembangan produk berbasis rumput laut sebagai alternatif usaha yang dapat meningkatkan nilai jual komoditas lokal.
"Kami baru mengetahui bahwa rumput laut dapat diolah menjadi mie yang memiliki cita rasa baik dan berpotensi memberikan nilai jual lebih tinggi. Informasi yang diberikan mahasiswa sangat bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam mengembangkan olahan rumput laut," ujar Ibu Sarah, perwakilan kelompok nelayan dan petani rumput laut Desa Borong Loe.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas berharap masyarakat dapat mengembangkan inovasi olahan rumput laut secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas lokal serta membuka peluang usaha berbasis potensi Desa Borong Loe.
Oleh: Andi Aisty Nurul Salsabilah
Mahasiswa Universitas Hasanuddin, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Prodi Teknologi Hasil Perikanan.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Feature

Post a Comment