Ekonomi
Energi
Mahasiswi
Opini
Pendidikan
Sosial Masyarakat
Kenaikan Harga BBM Berdampak Pada Harga Barang di Toko Sembako
![]() |
| sumber: pinterest |
APERO FUBLIC I OPINI.- Kenalikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berdampak pada meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok di Desa Dukuhseti, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Keadaan ini mengakibatkan daya beli masyarakat menurun dan memaksa warga untuk mengurangi jumlah pembelian barang kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan hasil wawancara pada Kamis, 18 Juni 2026 pukul 16.18 WIB, kenaikan harga terjadi pada barang-barang yang menggunakan kemasan plastik, dan minyak goreng, telur, bawang merah, cabai, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Akibatnya, pedagang mengalami penurunan daya beli masyarakat, sementara konsumen terpaksa mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan pengeluaran keluarga.
Kenaikan harga BBM yang terjadi belakangan ini memebrikan dampak berantai pada sektor ekonomi, termasuk perdagangan kebutuhan pokok. Salah satu pedagang sembako di Desa Dukuhseti yang menjalankan usahanya sejak tahun 2010 merasakan langsung dampak kenaikan tersebut.
“Harga barang yang naik itu plastik, barang yang serba plastik” ucap pelayan toko sembako. Perubahan harga terlihat pada produk berbahan plastik dan kebutuhan yang dikemas menggunakan plastik. Harga produk bahkan mengalami kenaikan dua kali lipat dibanding sebelumnya, membuat distributor dan agen menaikkan harga jual kepada pedagang, yang kemudian diteruskan kepada konsumen.
Kenaikan harga juga dirasakan masyarakat sebagai konsumen. “sekarang harga barang mahal semua, jadi kalo belanja tidak bisa banyak-banyak, harus sedikit-sedikit supaya cukup” ucap konsumen.
Hampir seluruh kebutuhan pokok mengalami kenaikan, yang paling dirasakan kenaikannya adalah minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, cabai, beras, plastik kiloan serta barang-barang yang dikemas mengunakan plastik paling tinggi peningkatannya.
Harga minyak goreng yang sebelumnya Rp15.000 menjadi Rp21.000 meningkatk sekitar 40%, harga bawang merah naik dari Rp8.000 menjadi Rp12.000 per seperempat kilogram, harga telur seperempat kilogram sebelumnya Rp6.000 naik menjadi Rp7.000, plastik kiloan sebelumnya dijual Rp3.000 menjadi Rp5.500.
Harga bawang merah seperempat kilogram mengalami kenaikan dari Rp8.000 menjadi Rp12.000, cabai campur merah dan putih dari Rp7.000 per seperempat kilogram naik menjadi Rp10.000. Kenaikan harga tersebut mendorong konsumen mengubah pola belanja mereka, dari kebutuhan rumah tangga dibeli dalam jumlah cukup.
Kini masyarakat membeli dengan jumlah sedikit, agar pengeluaran tetap terkendali dan membagi anggaran belanja secara lebih ketat supaya kebutuhan pokok lainnya juga bisa terpenuhi. Kondi ini sangat memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah karena biaya hidup terus meningkat sementara pendapatan tidak mengalami perubahan signifikan.
Kenaikan harga BBM memberikan dampak langsung bagi harga barang di toko sembako Desa Dukuhseti. Meningkatnya biaya distribusi dan harga dari distributor menyebabkan pedagang harus menyesuaikan harga jual kepada konsumen.
Sehingga masyarakat harus mengurangi jumlah pembelian dan mengatur kembali pengeluaran rumah tangga agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan BBM tidak hanya memengaruhi sektor transportasi, tetapi juga berdampak pada stabilitas harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat.
Penulis: Nafwa Setya Amelia
Mahasiswi Universitas Negeri Semarang, Program Studi Ilmu Politik.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Ekonomi


Post a Comment