Kampus
Mahasiswi
Opini
Pendidikan
Psikologi
Kamu Berharga Tanpa Harus Menjadi Apa-Apa
APERO FUBLIC I OPINI.-- Pernah nggak sih kamu merasa capek banget dan minder, cuma karena merasa diri kamu belum jadi 'siapa-siapa'? Di zaman sekarang, kita seperti dipaksa percaya kalau orang yang hebat itu cuma mereka yang punya jabatan tinggi, gelar sarjana berderet, atau punya banyak uang dan barang-barang mewah.
Apalagi kalau kita buka media sosial, isinya sering banget memamerkan cerita sukses anak muda yang punya bisnis besar atau karier yang cepat naik. Hal-hal seperti ini bikin kita pelan-pelan berpikir negatif ke diri sendiri: 'Kayaknya aku baru berharga dan diakui orang lain kalau aku sudah sukses.' Kita jadi mengukur nilai diri sendiri cuma dari apa yang bisa kita pamerkan.
Dikarenakan pikiran ini, banyak orang yang terjebak dalam budaya 'gila kerja'. Kita merasa bersalah kalau cuma diam, dan menganggap istirahat itu tanda kalau kita malas atau lemah. Padahal, kita ini manusia, bukan robot yang harus bekerja tanpa henti sepanjang waktu.
Efek buruknya, waktu kita gagal dalam ujian, kehilangan pekerjaan, atau merasa hidup kita gini-gini aja, kita langsung merasa jadi orang paling gagal di dunia. Kita menyalahkan diri sendiri habis-habisan, sampai-sampai lupa kalau kita ini masih punya sisi baik lainnya.
Makanya, opini ini mengajak kita semua buat mengambil sikap yang tegas: kita harus berani menolak cara berpikir seperti itu. Kita harus sadar kalau harga diri kita nggak bisa dinilai atau dibeli pakai pencapaian materi aja.
Mari kita bedakan dua hal ini: apa yang kita lakukan dan siapa diri kita.
Pekerjaan atau jabatan kamu itu cuma apa yang kamu lakukan buat cari uang. Itu bisa berubah kapan saja, bisa naik, bisa turun, bahkan bisa digantikan orang lain. Tapi nilai diri kamu sebagai manusia itu tetap sama. Kamu berharga karena kamu adalah manusia yang punya hati, bisa menyayangi, bisa berpikir, dan berhak buat bahagia. Nilai itu nggak akan berkurang sedikit pun, bahkan di hari-hari saat kamu nggak produktif atau cuma rebahan di kamar.
Tapi ingat, cara berpikir seperti ini bukan berarti mengajarkan kita buat jadi orang malas, pasrah, atau nggak mau berusaha. Tentu saja punya impian dan bekerja keras itu bagus. Tapi tujuannya harus diubah: kita bekerja buat mengembangkan diri dan menikmati prosesnya, bukan buat membuktikan ke orang lain kalau kita ini layak dihargai.
Kalau kita bisa lepas dari pikiran kalau 'harga diri harus dicapai pakai sukses materi', hidup kita bakal jauh lebih tenang. Kita Tidak akan cemas lagi saat butuh waktu buat istirahat. Kita juga tidak akan gampang menilai orang lain cuma dari apa pekerjaan mereka atau seberapa kaya mereka.
Dunia luar mungkin akan terus menuntut kamu buat jadi orang sukses sesuai standar mereka. Tapi keputusan ada di tangan kamu. Mulai sekarang, yuk coba bilang ke diri sendiri: 'Aku berharga, utuh, dan bermakna. Bukan karena apa yang berhasil aku pamerkan hari ini, tapi karena aku adalah aku.'
Oleh: Haya Nur Syahirah
Mahasiswi Psikologi UIN Ar-Raniry.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment