Bantul
Feature
Kampus
Mahasiswa
Pendidikan
Tumblerku, Bumi Sehatku: Edukasi Penanganan Perubahan Iklim Sejak Dini di SDN Peni Bantul
APERO FUBLIC I BANTUL.— Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang tergabung dalam Kelompok 4 mengadakan kegiatan sosialisasi bertema “Tumblerku, Bumi Sehatku: Edukasi Cinta Lingkungan Sejak Dini untuk Menghadapi Perubahan Iklim” di SDN Peni, Bantul, pada Jumat, 8 Mei 2026.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan, terutama dalam menanamkan kesadaran kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga bumi sejak usia dini.
Sosialisasi ini dilaksanakan untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Perubahan iklim menjadi salah satu persoalan global yang berdampak pada kehidupan manusia, mulai dari meningkatnya suhu bumi, perubahan cuaca yang tidak menentu, berkurangnya kualitas lingkungan, hingga munculnya berbagai risiko bencana.
Oleh karena itu, edukasi mengenai perubahan iklim perlu diberikan sejak dini agar anak-anak memahami bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa UNY Kelompok 4 memberikan materi mengenai perubahan iklim dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami oleh peserta didik sekolah dasar. Materi yang disampaikan meliputi pengertian perubahan iklim, penyebab perubahan iklim, dampak perubahan iklim, serta langkah-langkah kecil yang dapat dilakukan untuk menjaga lingkungan.
Peserta didik diajak memahami bahwa perubahan iklim tidak hanya disebabkan oleh hal-hal besar, tetapi juga berkaitan dengan kebiasaan manusia sehari-hari, seperti penggunaan plastik berlebihan, pemborosan listrik, dan kurangnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Mahasiswa UNY Kelompok 4 juga menjelaskan bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Beberapa contoh yang disampaikan kepada peserta didik antara lain membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa botol minum sendiri, menanam tanaman, serta mematikan lampu ketika tidak digunakan.
Dengan memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta didik diharapkan lebih mudah memahami bahwa mereka juga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan.
Sebagai bentuk aksi nyata, mahasiswa UNY Kelompok 4 membagikan tumbler kepada peserta didik SDN Peni. Pembagian tumbler ini bertujuan untuk mengajak peserta didik mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Tumbler yang diberikan diharapkan dapat digunakan oleh peserta didik untuk membawa air minum dari rumah ke sekolah. Dengan membawa tumbler sendiri, peserta didik dapat membantu mengurangi sampah plastik dan mulai membiasakan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Pembagian tumbler dalam kegiatan ini memiliki makna penting karena tidak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi media pembelajaran langsung bagi peserta didik.
Melalui tumbler tersebut, mahasiswa UNY ingin menyampaikan bahwa tindakan sederhana dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan secara konsisten. Peserta didik tidak hanya diberi pengetahuan tentang bahaya sampah plastik, tetapi juga diberikan sarana untuk mempraktikkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan suasana yang menyenangkan dan interaktif. Peserta didik terlihat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Mahasiswa UNY Kelompok 4 berusaha menyampaikan materi dengan cara yang ringan, menarik, dan sesuai dengan usia peserta didik.
Interaksi antara mahasiswa dan peserta didik membuat kegiatan terasa lebih hidup, sehingga pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dapat diterima dengan lebih baik.
Setelah kegiatan sosialisasi selesai, mahasiswa UNY Kelompok 4 melakukan wawancara singkat dengan salah satu peserta didik. Mahasiswa bertanya mengenai kesan peserta didik terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.
Saat ditanya apakah kegiatan tersebut seru, peserta didik menjawab bahwa kegiatan terasa seru. Kemudian, ketika ditanya apakah materi yang telah disampaikan dapat dipahami, peserta didik juga menjawab bahwa mereka dapat memahami pesan yang diberikan.
Jawaban tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.
Wawancara singkat tersebut menjadi salah satu cara mahasiswa untuk mengetahui respons peserta didik terhadap kegiatan sosialisasi.
Dari jawaban peserta didik, dapat terlihat bahwa kegiatan ini tidak hanya menarik dari segi pelaksanaan, tetapi juga mampu memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi lingkungan bagi anak-anak dapat dilakukan melalui pendekatan yang sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan mereka.
Kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi dan pembagian tumbler saja. Pada Senin, 11 Mei 2026, mahasiswa UNY Kelompok 4 kembali melakukan evaluasi untuk mengobservasi penggunaan tumbler oleh peserta didik. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui apakah tumbler yang diberikan benar-benar digunakan setelah kegiatan berlangsung.
Dengan adanya evaluasi tersebut, mahasiswa dapat melihat sejauh mana peserta didik mulai menerapkan kebiasaan membawa tumbler sebagai salah satu upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Selain melakukan evaluasi penggunaan tumbler, mahasiswa UNY Kelompok 4 juga menempelkan stiker ajakan hemat energi di sekitar saklar listrik atau lampu. Stiker ini dibuat sebagai pengingat sederhana bagi peserta didik dan warga sekolah agar terbiasa mematikan lampu ketika tidak digunakan.
Tindakan ini mendukung kebiasaan hemat energi di lingkungan sekolah. Meskipun terlihat sederhana, kebiasaan menghemat listrik merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan dapat mendukung upaya penanganan perubahan iklim.
Melalui kegiatan “Tumblerku, Bumi Sehatku”, mahasiswa UNY Kelompok 4 berharap peserta didik SDN Peni Bantul dapat menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan baik yang berkelanjutan, seperti membawa tumbler, mengurangi plastik sekali pakai, menjaga kebersihan, dan menghemat energi. Dengan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, peserta didik dapat menjadi bagian dari perubahan kecil yang membawa manfaat besar bagi bumi.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap SDGs 13 tidak harus selalu dilakukan melalui program besar. Aksi sederhana yang dilakukan di lingkungan sekolah juga dapat menjadi langkah nyata dalam menghadapi perubahan iklim.
Melalui edukasi, pembiasaan, dan evaluasi, mahasiswa UNY Kelompok 4 berupaya membangun kesadaran bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari diri sendiri, dari sekolah, dan dari kebiasaan sehari-hari
Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa UNY Kelompok 4 berharap siswa di SDN Peni Bantul dapat menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan.
Kegiatan ini diharapkan juga dapat menumbuhkan kebiasaan positif yang berlanjut, seperti menggunakan tumbler, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan, dan menghemat energi.
Dengan membangun kesadaran lingkungan sejak dini, siswa dapat berkontribusi pada perubahan kecil yang memberikan dampak besar bagi bumi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap SDGs 13 tidak selalu perlu dilakukan melalui program-program besar.
Tindakan sederhana di lingkungan sekolah juga dapat menjadi langkah nyata dalam menghadapi perubahan iklim. Melalui pendidikan, pembiasaan, dan evaluasi, mahasiswa UNY Kelompok 4 berupaya menanamkan kesadaran bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama yang bisa dimulai dari diri sendiri, sekolah, dan kebiasaan sehari-hari.
Video Dokumentasi: https://youtu.be/Zy0fwQJ0ISU.
PENULIS :
- Kezia Nararia Guntoro
- Anggita Dea Saphira
- Aulia Rahma Avida
- Fathia Lizariani Hafsha
- Mutiara Laila Hanum.
Mahasiswa Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Yogyakarta.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Bantul

Post a Comment