Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Perpustakaan
Empat Bulan, Dua Instansi: Perjalanan Magang Mahasiswa Linguistik Indonesia UPNVJT di Jantung Literasi Surabaya
APERO FUBLIC I FEATURE.- Pengalaman magang tidak selalu identik dengan pekerjaan administratif yang monoton. Hal itulah yang dibuktikan oleh Dea Putri Pascha, mahasiswa Program Studi Linguistik Indonesia UPN Veteran Jawa Timur, yang menjalani program magang selama empat bulan di dua instansi sekaligus, Rumah Bahasa Surabaya dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Rungkut Surabaya.
Dari Konten Viral hingga Kelas Bahasa Indonesia
Selama periode Januari hingga Maret, Dea ditempatkan di Rumah Bahasa Surabaya, sebuah program unggulan Pemerintah Kota Surabaya yang menyediakan pelatihan bahasa secara gratis bagi warga.
Di sana, Ia tidak hanya menjalankan peran sebagai pembuat konten TikTok dan editor feeds Instagram untuk momen hari besar maupun kelas kebudayaan, tetapi juga aktif sebagai humas serta mendokumentasikan dan mengedit video recap berbagai kegiatan lembaga.
Salah satu pencapaian yang menonjol adalah konten TikTok bertajuk "Jalur Masuk Rumah Bahasa" yang berhasil menembus 19.300 penonton, sebuah angka yang cukup signifikan untuk akun media sosial lembaga pemerintah. Konten tersebut dinilai berhasil menjawab kebutuhan informasi masyarakat dengan cara yang ringan dan mudah dipahami.
Tak hanya itu, Ia juga merancang dan mengajar kelas Bahasa Indonesia dengan tema yang di pilih sendiri. Sebuah kesempatan langka yang mempertemukannya langsung dengan praktik pengajaran bahasa di lapangan, selaras dengan bidang studi yang ia tekuni.
Literasi Bergerak: Pengalaman di Perpustakaan Rungkut
Memasuki bulan April hingga Mei, Iacmelanjutkan program magang di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Rungkut Surabaya.
Pengalaman di sini memberinya perspektif berbeda tentang dunia literasi. Ia terlibat dalam kegiatan labeling punggung buku, mengikuti program mobil perpustakaan keliling, sekaligus mendokumentasikan dan mengedit seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
Program perpustakaan keliling sendiri merupakan salah satu upaya nyata Pemerintah Kota Surabaya dalam mendekatkan akses literasi kepada masyarakat yang tidak sempat datang langsung ke perpustakaan dan Dea menjadi bagian dari gerakan itu.
Luaran Nyata dari Proses yang Tidak Sebentar
Empat bulan bukan waktu yang singkat. Dari perjalanan panjang tersebut, Dea menghasilkan sejumlah luaran magang: video dokumentasi kegiatan yang diunggah di YouTube, penulisan berita, publikasi artikel, serta laporan magang sebagai pertanggungjawaban akademik kepada kampus.
Program magang ini dijalani di bawah bimbingan Dewi Puspa Arum, S.Pd., M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Magang dari Program Studi Linguistik Indonesia UPN Veteran Jawa Timur.
Magang sebagai Ruang Tumbuh
Pengalaman Dea menunjukkan bahwa program magang, jika dijalani dengan sungguh-sungguh, bisa menjadi ruang tumbuh yang sesungguhnya.
Perpaduan antara kemampuan linguistik, kreativitas digital, dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat menjadikan kontribusinya selama magang tidak hanya bermanfaat bagi lembaga, tetapi juga membentuk profil profesional yang kuat untuk perjalanan kariernya ke depan.
PENULIS : Mahasiswi Linguistik
Mahasiswi Program Studi Linguistik Indonesia UPN Veteran Jawa Timur.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment