Ibu dan Anak
Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Dampak Penggunaan Media SosialTerhadap Perilaku Belajar Siswa
APERO FUBLIC I ESAI.- Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) semakin cepat dan pesat. Pertama-tama, ilmu pengetahuan dan teknologi muncul dari cara berpikir manusia yang ingin mempermudah pekerjaan manusia. Bersamaan dengan berjalannya waktu, pengetahuan dan teknologi terus mempengaruhi bidang informasi dan komunikasi.
Kebutuhan masyarakat terhadap teknologi semakin tinggi, sehingga mendorong perluasan pengembangan alat komunikasi yang semakin lama semakin berkembang dan canggih. Selain digunakan untuk berkomunikasi , teknologi juga membuat mesin-mesin yang sangat canggih agar manusia lebih mudah dalam mengerjakan pekerjaan mereka.
Salah satu contohnya adalah media sosial yang digunakan sebagai sarana atau tempat berinteraksi antar manusia, saling bertukar pikiran meskipun jaraknya jauh, serta sebagai tempat mengakses informasi dari berbagai penjuru dunia.
Nasrullah menjelaskan bahwa media sosial adalah bentuk media internet yang memungkinkan pengguna berinteraksi, berbagi informasi , bekerja sama, serta berkomunikasi dengan pengguna lainnya dan membentuk ikatan sosial secara virtual.
A. Pengertian
Media sosial adalah jenis media internet yang memungkinkan pengguna mengungkapkan identitas diri , berinteraksi , bekerja sama, berbagi informasi , berkomunikasi dengan orang lain, serta membangun hubungan sosial secara virtual.
Van Dijk ( dalam Juditha) menjelaskan bahwa media sosial merupakan platform media yang fokus pada keberadaan pengguna, yang membantu mereka beraktivitas maupun berkolaborasi. Oleh karena itu, media sosial dapat dianggap sebagai fasilitator online yang memperkuat hubungan antar pengguna sekaligus membangun ikatan sosial.
Perilaku belajar adalah bagian dari proses belajar yang dilakukan seseorang secara berulang kali hingga akhirnya menjadi terbiasa atau terjadi secara spontan, dalam bahasa lain bisa disebut sebagai " kebiasaan " bagi seseorang tersebut. Media sosial juga sangat penting sebagai sarana pendukung dalam proses belajar di sekolah.
Menurut Morgan dan eksekutif (dalam Walgito), belajar adalah perubahan yang tetap pada perilaku seseorang yang sering terjadi karena latihan atau pengalaman. Perilaku dalam belajar secara keseluruhan mengalami perubahan perilaku.
Meski demikian, menurut Syah ( dalam Nusantara), pendekatan penelitian dalam menggambarkan perubahan yang menjadi ciri khas dari perilaku belajar adalah sebagai berikut:
Perubahan yang disengaja dan disadari, yaitu perubahan yang terjadi dalam proses belajar merupakan suatu anugerah atau pengalaman yang dilakukan secara sadar dan dengan tujuan tertentu, bukan kebetulan.
Karakteristik ini berarti bahwa siswa menyadari adanya perubahan yang terjadi dalam dirinya, baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti peningkatan pengetahuan, sikap, atau hal-hal lainnya. Perubahan yang baik dan terjadi secara aktif, karena proses belajar itu bersifat positif dan aktif.
Positif artinya baik, bermanfaat, dan sesuai dengan harapan. Perubahan yang efektif dan berfungsi, perubahan tersebut muncul karena proses belajar yang efektif. Perubahan tersebut memiliki dampak, makna, dan manfaat yang spesifik bagi peserta didik.
Lebih lanjut dalam penelitiannya, Kartika Mariskhana menyebutkan bahwa media sosial mempengaruhi secara pribadi motivasi belajar para siswa di sekolah. 13 Motivasi para siswa bisa berkurang karena penggunaan situs jejaring sosial. Jika siswa hanya menggunakan situs jejaring sosial dalam waktu singkat , maka sisa waktunya dapat digunakan untuk belajar.
Namun sebaliknya, jika seorang siswa menghabiskan waktu yang lebih lama di situs jejaring sosial, maka waktu yang dapat digunakan untuk belajar akan berkurang banyak. Kurangnya waktu belajar siswa bisa menyebabkan prestasi mereka tidak begitu baik.
Perlu adanya pengawasan khusus terhadap siswa yang menggunakan media sosial agar mereka tidak terlalu terbuai dan menghabiskan waktu terlalu lama hanya untuk bermain dengan akun pribadi di media sosial.
Penelitian yang dilakukan oleh Setiyastuti (2012) juga menyatakan bahwa media sosial sangat mempengaruhi kepribadian seseorang. Semakin introvert seseorang, semakin aktif mereka menggunakan media sosial sebagai sarana pelampiasan. Dampak perubahan kepribadian ini juga sangat berpengaruh terhadap kreativitas anak di sekolah.
Kebebasan menggunakan media sosial juga mempunyai manfaat positif, misalnya memudahkan mencari informasi mengenai pelajaran. Namun, dampak negatifnya bisa membahayakan anak, sehingga anak menjadi malas dan mudah lupa waktu.
Setelah itu, dalam penelitian Petter dijelaskan bahwa penggunaan media sosial terkait dengan proses belajar di sekolah. Hal ini baik karena sekolah dapat menyediakan website akademik atau media sosial lainnya yang mendukung proses belajar mengajar.
Seperti juga pendapat Tarantino dan Hamzah bahwa pihak sekolah meningkatkan interaksi, komunikasi, dan diskusi secara online antara guru dan siswa, sehingga dapat memberikan kesibukan mereka dalam bermedia sosial secara positif.
Lebih lanjut Prayitno menjelaskan bahwa layanan adalah kegiatan memberi pemahaman kepada orang-orang yang terkait tentang berbagai hal yang dibutuhkan agar dapat menjalani informasi tugas atau kegiatan tertentu, serta menentukan arah tujuan dan rencana yang diinginkan.
Layanan penguasaan konten adalah layanan yang diberikan kepada individu , baik secara sendiri - sendiri , kelompok , maupun secara umum, dengan tujuan agar mereka mampu menguasai kemampuan atau kompetensi tertentu.
Dengan adanya layanan dan bantuan dalam menguasai konten yang diberikan oleh Guru Bimbingan dan Konseling kepada siswa, diharapkan siswa dapat memiliki kemampuan yang berguna untuk memenuhi kebutuhan mereka dan mengatasi masalah yang alami mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dapat mempengaruhi cara siswa belajar di sekolah.
B. Penutup
Berdasarkan penelitian dan diskusi yang diuraikan di atas, kesimpulannya adalah faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan media sosial meliputi beberapa siswa yang masih kesulitan mengatur waktu belajar dan menggunakan media sosial sebagai sumber hiburan, serta kebutuhan akan hubungan yang lebih dekat antara guru dan siswa.
Sehingga guru dapat memberikan bimbingan yang tepat mengenai penggunaan media sosial yang sesuai. Perilaku belajar yang terjadi ketika siswa berada di kelas adalah ketika mereka tidak memperhatikan saat guru menjelaskan, tenggelam dalam dunia mereka sendiri, lupa mengerjakan pekerjaan rumah, dan sebagainya.
PENULIS : Pujiyanti
Mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas jurai Siwo Lampung.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Ibu dan Anak

Post a Comment