Ibu dan Anak
Kampus
Lampung
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Kenapa Siswa Sering Menunda Tugas? Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya
APERO FUBLIC I OPINI.- Pernah merasa banyak tugas, tapi selalu menunda untuk mengerjakannya? Awalnya mungkin ingin istirahat sebentar atau scrolling media sosial. Namun, tanpa disadari waktu terus berjalan, sampai akhirnya tugas dikerjakan ketika sudah mendekati waktu pengumpulan.
Kebiasaan dalam menunda tugas ini sering dialami oleh siswa bahkan mahasiswa. Dalam psikologi pendidikan, hal ini dikenal sebagai prokrastinasi akademik. Kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh rasa malas, tetapi juga melibatkan beberapa faktor psikologis yang memengaruhi cara individu dalam proses belajar.
Apa itu Prokrastinasi Akademik?
Prokrastinasi akademik adalah kecenderungan untuk menunda-nunda dalam mengerjakan tugas, sering mengalami keterlambatan atau kegagalan dalam mengerjakan tugas sesuai dengan waktu yang diinginkan.
Menariknya, banyak siswa maupun mahasiswa yang sebenarnya memiliki niat untuk mengerjakan tugas lebih awal, namun sulit untuk memulainya karenaa kebiasaan tersebut. Ini sering ditandai dengan kebiasaan berpikir seperti “Nanti sajalah, masih ada waktu” atau “Kerjakan besok saja”.
Hal ini dapat memberikan efek negatif terhadap proses belajar dan prestasi akademik.
Mengapa Siswa Sering Menunda Tugas?
Ada beberapa alasan psikologis yang mendorong terjadinya prokrastinasi akademik seperti, kurangnya motivasi belajar, rasa takut akan kegagalan, kecemasan, cenderung menolak dan menghindari tugas, rasa malas, dan minimnya kemampuan menghadapi rasa tidak nyaman membuat seseorang enggan memulai mengerjakan tugas yang dianggap sulit.
Selain itu, faktor lain seperti, adanya konflik dan perasaan negatif terhadap lingkungan sekitar, stres, dan kelelahan juga berpengaruh dalam meningkatkan kecenderungan seseorang untuk menunda mengerjakan tugas.
Dampak Menunda Tugas
Menunda tugas mungkin memberikan rasa nyaman di awal, namun memiliki dampak yang cukup serius jika terus dibiarkan. Banyak waktu yang terbuang sia-sia, tugas menjadi terbengkalai dan menumpuk, ini dapat menyebabkan stres dan membuat siswa merasa kewalahan, waktu pengerjaan yang sedikit membuat hasilnya kurang maksimal, serta dapat menyebabkan banyak peluang dan kesempatan hilang.
Selain itu dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menurunkan prestasi belajar dan membentuk kepribadian yang kurang disiplin. Dan jika terus dibiarkan prokrastinasi akademik bisa menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan.
Cara Mengatasi Kebiasaan Menunda Tugas
Kabar baiknya, kebiasaan menunda tugas dapat diubah dengan langkah-langkah sederhana:
1. Membuat jadwal belajar yang realistis, atur waktu belajar agar lebih terorganisir dan tidak menumpuk di akhir.
2. Mulai dari hal-hal kecil, tidak perlu langsung mengerjakan semua, fokus pada bagian yang lebih mudah.
3. Pecah tugas menjadi bagian-bagian kecil.
4. Hindari distraksi, jauhkan gadget atau batasi waktu penggunaan media sosial saat belajar.
5. Bangun pola pikir positif, yakin bahwa tugas bisa selesai jika dikerjakan perlahan-lahan.
Menunda pekerjaan memang sering dianggap sepele, tetapi efeknya bisa sangat serius jika dibiarkan berlarut-larut. Dengan mengenali penyebabnya dan mulai mengubah perilaku secara bertahap, setiap siswa bisa menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab.
Ingat, kunci utamanya bukanlah menunggu dorongan (motivasi) untuk bergerak, tetapi memiliki keberanian untuk memulai. Karena tindakan kecil yang diambil hari ini dapat menghasilkan perubahan yang besar di kemudian hari.
PENULIS : Mufidah Prasetya Rini
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung.
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Ibu dan Anak

Post a Comment