Kampus
Mahasiswa
Opini
Pendidikan
Sosiologi
Dilema Mudik Lebaran di Tengah Kenaikan Biaya Hidup
APERO FUBLIC I OPINI.- Setiap mendekati Lebaran, tradisi mudik selalu menjadi waktu yang ditunggu-tunggu oleh para pekerja di luar negeri agar bisa berkumpul kembali dengan keluarga.
Namun, naiknya harga bahan pokok dan biaya angkutan membuat banyak orang harus berpikir ulang tentang rencana itu. Keinginan untuk pulang ke kampung sering kali bertabrakan dengan kondisi ekonomi yang semakin sulit, sehingga mudik kini tidak lagi begitu mudah bagi sebagian orang.
Kenaikan harga kehidupan menjadi salah satu hal utama yang menyebabkan tradisi mudik semakin sulit dijalani oleh sebagian orang. Kenaikan harga kebutuhan pokok terus terjadi, sehingga banyak orang terpaksa lebih mengutamakan kebutuhan sehari-hari daripada menghabiskan uang untuk pulang kampung. Selain itu, biaya transportasi yang biasanya meningkat menjelang Lebaran juga semakin memperberat pengeluaran para perantau.
Namun, bagi banyak orang, mudik masih dianggap sebagai tradisi yang penting dan sulit untuk ditinggalkan. Bersatu dengan keluarga saat Lebaran memberikan makna perasaan dan hubungan sosial yang sangat penting.
Dengan demikian, meskipun ekonomi sedang tidak baik, banyak orang tetap berusaha cari cara agar bisa pulang ke kampung, meskipun harus borong atau menyisihkan uang sejak lama.
Meskipun harga hidup dan biaya naik terus meningkat, banyak orang masih berusaha pulang kampung karena tradisi ini memiliki arti penting dalam bersama-sama dengan keluarga.
Mudik bukan hanya sekedar perjalanan balik ke rumah asal, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat ikatan keluarga saat merayakan Lebaran.
Namun, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa di tengah situasi ekonomi yang tidak baik, menunda pulang kampung bisa menjadi keputusan yang lebih bijak agar pengeluaran tetap teratur.
Oleh karena itu, memutuskan untuk pulang kampung di tengah naiknya biaya hidup menjadi hal yang perlu dipertimbangkan dengan matang setiap orang.
Akhirnya, mudik Lebaran tetap memiliki makna yang penting sebagai kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga. Namun, meski biaya hidup semakin naik, memutuskan untuk mudik harus dipikirkan dengan matang agar tidak mengganggu keuangan.
PENULIS: Yofa Choirunnisa
Mahasiswa dari Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bangka Belitung (Semester: 2).
Editor. Tim Redaksi
Sy. Apero Fublic
Via
Kampus

Post a Comment