Puisi
Sastra Kita
PUISI : Menjemput Masa Depan
Ketika kakiku pertama kali belajar melangkah,
aku masih terlalu kecil untuk memahami apa pun.
Tangis jadi caraku bicara,
tawa datang sesudahnya.
Dalam pelukan ibu dan bapak,
dunia terasa cukup dan hangat.
Aku percaya,
apa pun yang kuinginkan
akan selalu ada di tangan mereka.
Waktu berjalan,
dan aku tumbuh menjadi remaja.
Beban mulai terasa di pundak,
seberat buku-buku
yang setiap hari kubawa.
usia yang katanya penuh warna,
namun tidak dengan kisahku.
Aku berhenti sejenak lewat gap year,
di jalan yang sunyi dan tak pernah kurencanakan.
Hari-hariku diisi lelah,
jatuh bangun,
dan harapan yang tetap kujaga.
Aku memaksa diriku maju,
meski sering ragu pada kekuatanku sendiri.
Tahun demi tahun berlalu,
usia terus bertambah.
Aku menjalani pelajaran
yang sering dianggap tak berarti.
Namun aku melihat sesuatu di dalamnya:
sebuah arah,
sebuah kemungkinan.
Seperti cahaya kecil di kejauhan
yang tak pernah benar-benar padam.
Aku masih di sini,
bertahan di tempat yang sama,
terus belajar dan berjalan.
Pelan, tapi pasti,
aku melangkah
menjemput masa depan.
PENULIS: Ernita Siburian
Bio Singkat Penulis
Ernita Siburian, saat ini sedang menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi mengambil bidang studi pada jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan. Ernita Siburian memiliki hobi membaca buku dan bermain gitar.
Pesan dan kesan "jangan menyerah, tetap semangat dan berusaha keras menjemput kesuksesan". Ernita pernah menempuh pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 033924 INVALIDEN, Sidikalang 2012.
Sy. Apero Fublic
Via
Puisi

Post a Comment