Baubau
Berita
Berita Daerah
Ekspor Perdana Ubur-Ubur ke Tiongkok, Gerbang Baru Ekonomi Kepulauan Buton Resmi Terbuka
APERO FUBLIC I BAUBAU.- Sebuah tonggak sejarah ekonomi baru saja ditorehkan di Pelabuhan Murhum, Kota Baubau. Untuk pertama kalinya, komoditas ubur-ubur dari Kepulauan Buton resmi diekspor langsung ke Tiongkok melalui PT. Triko Bina Nusantara. Langkah ini menandai era baru di mana hasil laut lokal tidak lagi sekadar menumpang pelabuhan besar di luar daerah, melainkan langsung menyapa pasar global dari pintu sendiri.
Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, MSc dalam keterangan persnya menegaskan bahwa ekspor langsung ini adalah langkah "luar biasa" bagi kemandirian ekonomi daerah. Selama ini, potensi besar di atas 3.000 ton komoditas ubur-ubur kerap tercatat keluar melalui pintu lain seperti Surabaya atau Makassar.
"Bayangkan betapa ruginya kita jika tidak memfasilitasi ekspor langsung ini. Dengan adanya jalur dari Pelabuhan Murhum, kita tidak hanya mendapatkan pencatatan volume, tapi juga insentif keuangan dan kontribusi devisa yang nyata bagi daerah," ujarnya.
Ditambahkan, Pemerintah Kota Baubau melihat momentum ini sebagai dua sisi peluang yang saling menguatkan yakni bagi Investor menjadi bukti nyata bahwa Baubau memiliki infrastruktur dan potensi bahan baku yang sangat besar untuk dikelola. Sedangkan bagi Produsen/Petani dapat Memberikan kepastian pasar dan harapan baru bahwa hasil jerih payah mereka kini memiliki akses langsung ke pasar internasional.
Ke depan ungkap Wa Ode Hamsinah Bolu, ubur-ubur hanyalah permulaan dan sektor pangan akan menjadi prioritas ekspor selanjutnya. Beberapa komoditas yang masuk dalam radar pengembangan meliputi Perikanan yaitu Ikan Tuna Segar (Grade A) dan Lobster. Kemudian Kelautan berupa rumput Laut. Selain itu, Pertanian berupa Ubi Kayu (Singkong) yang memiliki potensi pasar ekspor besar. "Ini adalah pintu gerbang awal. Kita ingin sektor perikanan seperti tuna dan lobster juga bisa dikemas dalam kontainer dan dikirim langsung dari sini. Kita harus tingkatkan dan intensifkan lagi," ungkapnya penuh optimisme.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra Ir Hugua M Ling mengatakan, pada tahap awal PT Triko Bina Nusantara mengekspor empat kontainer ubur-ubur dengan nilai mencapai Rp1,6 miliar. Ekspor ini direncanakan berlangsung secara berkelanjutan dan akan terus ditingkatkan seiring tingginya permintaan pasar internasional, khususnya dari Tiongkok.
“Ekspor perdana dari Kota Baubau ini terintegrasi dengan kegiatan ekspor yang berlangsung secara bersamaan di Kota Kendari. Melalui Pelabuhan Bungkutoko Kendari, sebanyak 47 kontainer komoditas diekspor dengan nilai kurang lebih Rp500 miliar. Ini menunjukkan konsistensi dan kesinambungan strategi ekspor Sulawesi Tenggara dari hulu hingga hilir,”tegasnya
Turut hadir dalam ekspor perdana Pejabat Pemprov Sultra, Sekda Kabupaten Buton La Ode Samsudin, S.Pd,M.Pd, KSOP Pelabuhan Murhum Baubau, KPPN Baubau, KPP Pratama, Pemprov Balai Karantina, Polres Baubau, Kadis Perikanan Kota Baubau Kabupaten Buton dan Buton Selatan, Bea Cuka, Penjamin Mutu serta investor.
Source/repost: Diskominfo Baubau - Pemkot Baubau
Sy. Apero Fublic
Via
Baubau

Post a Comment