-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Artikel Kampus Mahasiswa Opini Pendidikan Sistem Penjurusan SMA Diutak-atik Lagi, Siswa Kembali Jadi “Kelinci Percobaan"
Artikel Kampus Mahasiswa Opini Pendidikan

Sistem Penjurusan SMA Diutak-atik Lagi, Siswa Kembali Jadi “Kelinci Percobaan"

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
12 Dec, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Penulis: Namira Alifia Izhar

APERO FUBLIC  I  ARTIKEL.-  Perubahan dalam kurikulum di Indonesia telah menjadi hal yang biasa di masyarakat. Namun, biasa bukan berarti menyenangkan. Rencana terbaru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dipimpin oleh Menteri Abdul Mu’ti tentang pemulihan sistem penjurusan SMA kembali menimbulkan keresahan. Setelah sebelumnya dihapus melalui peraturan pada era menteri sebelumnya, kini penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa akan dihidupkan kembali dalam sistem baru yang mulai diperkenalkan.

Saat masyarakat baru berusaha memahami fleksibilitas Kurikulum Merdeka, perubahan ini muncul kembali. Banyak yang meragukan konsistensi dalam kebijakan pendidikan dan khawatir siswa kembali menjadi subjek uji coba dari berbagai eksperimen kurikulum yang berubah dengan sangat cepat. Banyak sekolah bahkan masih berupaya beradaptasi dengan sistem yang lalu, sehingga rencana perubahan yang tiba-tiba ini terasa seperti membongkar pekerjaan yang telah dilakukan.

Dalam konteks ini, artikel ini berusaha untuk menganalisis perjalanan kebijakan tersebut, alasan di baliknya, serta kritik dari para ahli terhadap arah pendidikan di Indonesia yang dinilai tidak konsisten dan terlalu sering mengalami perubahan seiring dengan pergantian jabatan.
Wacana Pengembalian Penjurusan: Mengulang Pola Lama?

Dalam rencana Kementerian, siswa sekolah menengah atas akan menjalani Ujian Kemampuan Akademis sebagai dasar dalam pemilihan jurusan. Dua mata pelajaran yang harus diujikan adalah Bahasa Indonesia dan Matematika, diikuti dengan pilihan mata pelajaran berdasarkan minat. Untuk kelompok sains, siswa akan menentukan pilihan di antara Fisika, Kimia, atau Biologi; sedangkan untuk kelompok sosial, pilihan termasuk Ekonomi, Sejarah, dan pelajaran sosial lainnya. Jurusan Bahasa juga akan mendapatkan tempat kembali seperti sebelum diberlakukannya Kurikulum Merdeka.

Menteri Abdul Mu’ti menekankan bahwa penjurusan sangat penting untuk memperkuat dasar akademik siswa dan menghindari ketidakcocokan dalam pilihan studi ketika masuk perguruan tinggi. Salah satu contoh menarik yang sering disebut adalah siswa yang berasal dari latar belakang sosial yang kesulitan saat mengikuti kuliah di Fakultas Kedokteran. Dari sudut pandang akademis, penjurusan memang menawarkan keuntungan dalam mempersiapkan siswa dengan lebih terarah dan terfokus sesuai dengan bidang yang mereka pilih sejak awal.

Namun, yang menjadi masalah bukan hanya relevansi, melainkan bagaimana kebijakan ini muncul begitu tiba-tiba setelah sebelumnya sistem penjurusan dihapuskan. Masyarakat menyaksikan pola yang sama: setiap kali ada perubahan menteri, berarti terjadi juga perubahan arah dalam sistem pendidikan. Para guru, kepala sekolah, dan siswa harus mampu beradaptasi kembali, menyusun dokumen baru, dan menyesuaikan metode pembelajaran di tengah ketidakpastian peta jalan pendidikan nasional.

Data nyata mendukung kekhawatiran ini: sejak memperoleh kemerdekaan, sistem kurikulum di Indonesia telah mengalami banyak perubahan. Mengingat sejarahnya, kurikulum telah diperbaharui setidaknya sebanyak 11 kali hingga saat ini. Perubahan tersebut mencakup periode "Rentjana Pelajaran 1947", sejumlah revisi, hingga penerapan Kurikulum Merdeka.

Dengan seringnya perubahan dalam pendidikan seperti ini, muncul risiko bahwa sekolah, pengajar, dan siswa tidak memiliki waktu yang cukup untuk benar-benar menyesuaikan diri dan mengevaluasi efek dari tiap kebijakan sebelum muncul perubahan baru. Hal ini mengakibatkan kestabilan dan kontinuitas dalam proses belajar menjadi sulit dijaga.

Kurikulum Merdeka: Ide yang Positif, Implementasi yang Kurang Lancar
Di sisi lain, pemerintah pernah memperkenalkan Kurikulum Merdeka: sebuah ide dengan visi pembelajaran di abad ke-21 yang menekankan inovasi, pemikiran kritis, kerja sama, dan proyek. Pandangan ini sejalan dengan tuntutan dunia yang terus berubah. Namun banyak laporan menunjukkan bahwa pelaksanaan di lapangan berjalan dengan sulit: banyak sekolah masih belum siap, guru tidak mendapatkan pelatihan yang memadai, serta fasilitas dan sumber daya yang tidak merata. Akibatnya: tugas proyek kadang-kadang hanya menjadi rutinitas, dengan siswa hanya menyalin dari internet, tanpa mendapatkan pemahaman yang mendalam.

Banyak pengajar mengakui bahwa mereka belum sepenuhnya memahami konsep dasar dari Kurikulum Merdeka, khususnya dalam menyusun modul, melakukan penilaian yang autentik, dan mendampingi siswa dalam proses pembelajaran aktif. Hal ini menunjukkan bahwa ide yang brilian dapat gagal jika para pelaksana tidak siap.

Masalah semacam ini bukan sekadar berkaitan dengan niat, melainkan terkait dengan kemampuan untuk menerapkan: kurangnya tenaga pengajar yang terlatih, minimnya program pelatihan, dan perbedaan fasilitas antar institusi pendidikan. Tanpa penanganan yang tulus terhadap elemen penunjang, diskursus mengenai penjurusan yang "dari yang sederhana" ini mungkin hanya akan menjadi solusi jangka pendek yang tidak menyentuh masalah mendasar.

Tradisi Perubahan Kurikulum: Masalah Lama yang Terabaikan

Sejak Indonesia meraih kemerdekaan hingga saat ini, kurikulum telah disesuaikan lebih dari sebelas kali. Setiap kali terjadi perubahan kepemimpinan menjabat, seringkali ada penyesuaian dalam struktur, isi, metode, dan tujuan pembelajaran. Banyak akademisi mengecam pola “ganti menteri, ganti kurikulum”: mereka berpendapat bahwa seharusnya pemerintah memperbaiki sistem yang sudah ada, bukan terus-menerus memulainya dari awal.

Fenomena ini membawa dampak langsung: para guru harus terus-menerus mengikuti pelatihan yang bervariasi, sekolah harus menyesuaikan administrasi mereka, dan siswa pun dituntut untuk selalu beradaptasi dengan pendekatan belajar yang baru. Dalam jangka panjang, sulit untuk mengevaluasi sistem karena kurikulum sudah diubah sebelum hasil dari penerapan sebelumnya selesai dianalisis.

Sebagai akibatnya, tujuan pendidikan untuk menghasilkan generasi yang cerdas, kritis, kreatif, dan adaptif sulit untuk dicapai secara berkelanjutan. Alih-alih bergerak maju, sistem pendidikan kita terkadang terasa seolah “berada di tempat”, atau bahkan mundur ketika perubahan diterapkan sebelum siap.

Belajar dari Negara Tetangga dan Negara Maju: Stabilitas Jadi Kunci

Untuk menemukan alternatif yang lebih efektif, kita dapat meneliti negara-negara yang telah sukses dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui kebijakan yang stabil dan berlanjut. Sebagai contoh, dalam Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, siswa dari Singapura meraih peringkat tertinggi di antara berbagai negara di dunia dalam hal membaca, matematika, dan sains. Keberhasilan ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari sistem pendidikan yang kokoh, kurikulum yang stabil, serta investasi yang terus-menerus dalam kualitas pengajaran dan sarana.

Finnlandia juga menunjukkan bahwa fokus pada kualitas pengajar, akses pendidikan yang merata, dan pendekatan yang mendukung pertumbuhan menyeluruh siswa lebih baik dibandingkan dengan seringnya pergantian kurikulum.

Dari Situ, Kita Bisa Penarik dua Poin Penting:

• Konsistensi dalam kurikulum dan kebijakan memungkinkan penilaian jangka panjang terhadap mutu pendidikan dan pengaruhnya terhadap siswa.

• Penempatan dana untuk kualitas pengajaran, sarana, dan metode belajar yang terbaru jauh lebih penting daripada sekadar mengubah struktur.

Dengan mengadaptasi pendekatan ini, Indonesia memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

Menuju Kebijakan Pendidikan yang Lebih Konsisten Dengan Solusi Inovatif


Membangun sistem pendidikan yang tangguh memerlukan konsistensi dalam kebijakan, kesiapan sumber daya, serta visi yang berjangka panjang. Berikut adalah beberapa rekomendasi konkret dan inovatif agar reformasi pendidikan tidak lagi menjadi percobaan bagi para siswa:

1. Studi dan Uji Coba Jangka Panjang: Sebelum menerapkan penjurusan secara luas, lakukan uji coba di beberapa sekolah yang representatif (baik di perkotaan maupun daerah terisolasi, negeri maupun swasta). Lakukan evaluasi secara mandiri dalam waktu 2-3 tahun; analisis dampak terhadap prestasi belajar, minat peserta didik, serta kesejahteraan mental, kemudian baru diperluas jika terbukti berhasil.

2. Penyempurnaan dan Profesionalisasi Pengajar: Tawarkan program pelatihan mendalam untuk pengajar agar mereka akrab dengan metode kurikulum modern, pendekatan pembelajaran aktif, penilaian autentik, dan pembelajaran yang beragam. Pemerintah juga dapat mendukung terbentuknya komunitas pengajar berbasis pengalaman untuk berbagi praktik terbaik.

3. Penyeleksian Infrastruktur dan Teknologi Pendidikan: Permudah akses internet, perangkat belajar digital, perpustakaan, serta ruang belajar yang nyaman khususnya di daerah terpencil. Ini akan membantu mengimplementasikan pembelajaran berbasis proyek, penelitian, dan literasi digital.

4. Kebijakan Berdasarkan Data dan Evaluasi Rutin: Setiap kebijakan baru harus dilengkapi dengan indikator keberhasilan, metodologi pemantauan dan evaluasi, serta laporan hasil yang jelas. Jika hasilnya tidak memuaskan, lakukan perbaikan berdasarkan bukti, bukan mengganti secara keseluruhan tanpa analisis.

5. Penglibatan Berbagai Pemangku Kepentingan: Libatkan guru, siswa, orang tua, akademisi, dan masyarakat dalam proses penciptaan kebijakan. Pendapat mereka sangat berharga agar kebijakan bisa bersifat kontekstual dan tidak hanya berpola dari atas ke bawah sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

6. Fokus pada Pembentukan Karakter dan Keterampilan Abad 21, Tidak Hanya Akademis: Selain penjurusan (IPA, IPS, Bahasa), sediakan jalur minat lain seperti seni, vokasi, teknologi, dan kewirausahaan. Ini memberikan kesempatan bagi siswa dengan berbagai potensi, bukan hanya yang berbasis akademis tradisional.

Dengan pendekatan semacam ini, pengelompokan bukan hanya sekadar pergantian administratif, melainkan merupakan komponen dari sistem pendidikan yang berkembang, inklusif, dan fokus pada masa depan.

Jangan Jadikan Siswa Sebagai Objek Percobaan

Pada akhirnya, siswa tidak boleh diperlakukan sebagai "kelinci percobaan" untuk kebijakan yang sering berubah. Mereka memerlukan arah pendidikan yang tetap, konsisten, dan terukur. Reformasi pendidikan seharusnya tidak hanya mengikuti perubahan kepemimpinan, tetapi harus dirancang sebagai strategi jangka panjang yang melibatkan semua pihak terkait, mulai dari para pengajar hingga keluarga dan masyarakat.

Konsistensi, kesiapan, dan kerja sama adalah elemen penting agar pendidikan di Indonesia tidak terjebak dalam siklus perubahan kebijakan yang tidak menentu, melainkan benar-benar melangkah ke arah sistem yang lebih baik dalam membentuk masa depan bangsa. Dengan demikian, generasi yang akan datang akan mendapatkan lebih dari sekadar pendidikan; mereka akan memiliki landasan untuk berkembang dengan baik di era global.

Oleh: Namira Alifia Izhar
Mahasiswi Prodi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah. 
Editor. Tim Redaksi

Sy. Apero Fublic

Via Artikel
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Wednesday, June 03, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Sosialisasi Pengenalan IoT pada Alat Pakan Kucing Otomatis di SMKN 8 Bandar Lampung

PT. Media Apero Fublic- Saturday, June 20, 2026 0
Sosialisasi Pengenalan IoT pada Alat Pakan Kucing Otomatis di SMKN 8 Bandar Lampung
APERO FUBLIC  I  BANDAR LAMPUNG .-- 19 Juni 2026 - Mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Elektronika, Politeknik Negeri Lampung, sukses melak…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261201
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta JAKARTA Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kampuu Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Opini Pertanian Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita SMA Smart TV so Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)
    Pantai Kuta Lombok. Merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Pulau Lombok yang terkenal dengan pasir putihnya yang unik menyerupai ...
  • Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi
    APERO FUBLIC   I  ESAI .-  Teknologi yang terus berkembang ini telah mengubah dunia pelayanan kesehatan dengan cepat sekali. Har...
  • Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan
    Penulis :   Mariani Suciati Danggur APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Perkembangan Teknologi yang sangat berkembang saat ini banyak me...
  • Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan
    Penulis :   Muliana Putri APERO FUBLIC   I  OPINI. --   Pernahkah Anda berada di situasi ketika sedang berkendara, tiba-tiba mat...
  • Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.
    APERO FUBLIC.- Raden Kamandaka sebuah cerita rakyat dari dari daerah Banyumas, Jawa Tengah. Cerita Rakyat ini bercerita tentang Keraja...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Tampil Modis Ala Korea di Tengah Tugas dan Uang Saku Pas-Pasan
    APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Dalam beberapa tahun terakhir, budaya Korea Selatan semakin populer di Indonesia. Tidak hanya melalu...
  • Antropologi Kampus UIN Jurai Siwo LampungFakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris IPS
    APERO FUBLIC   I  FEATURE .-  Antropologi kampus merupakan kajian yang membahas tentang kehidupan manusia di lingkungan pergurua...
  • Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?
    APERO FUBLIC   I  OPINI .--  Berdasarkan data yang telah saya kumpulkan, Tingkat inflasi Kota Padang mencapai 0,79% secara tahun...
  • Dari Sudut Sekarbolo: Kisah 10 Mahasiswa UNY Lintas Ilmu, Hadirkan Edukasi Inklusif Anak hingga Gali Sejarah Makam Gunung Merak
    APERO FUBLIC   I  FEATURE .- Mengintegrasikan disiplin ilmu akademis ke dalam realitas sosial menjadi esensi utama yang dibawa o...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

Sunday, June 23, 2019
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Sunday, June 15, 2025

Popular Post

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Wednesday, June 03, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Tampil Modis Ala Korea di Tengah Tugas dan Uang Saku Pas-Pasan

Tampil Modis Ala Korea di Tengah Tugas dan Uang Saku Pas-Pasan

Friday, May 22, 2026
Antropologi Kampus UIN Jurai Siwo LampungFakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris IPS

Antropologi Kampus UIN Jurai Siwo LampungFakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Tadris IPS

Friday, May 22, 2026
Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Wednesday, June 17, 2026
Dari Sudut Sekarbolo: Kisah 10 Mahasiswa UNY Lintas Ilmu, Hadirkan Edukasi Inklusif Anak hingga Gali Sejarah Makam Gunung Merak

Dari Sudut Sekarbolo: Kisah 10 Mahasiswa UNY Lintas Ilmu, Hadirkan Edukasi Inklusif Anak hingga Gali Sejarah Makam Gunung Merak

Thursday, June 04, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 66 Berita 1616 Berita Daerah 1595 Berita Internasional 38 Berita Nasional 1198 Brand 117 Budaya Daerah 37 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 54 Cerita Rakyat 12 Cerpen 24 Dongeng 67 Ekonomi 91 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 10 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 4 Jurnalisme Kita 19 Kampus 811 Kesehatan 40 Kisah Legenda 10 Kuliner 30 Mitos 15 Opini 604 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 47 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 59 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 2 Sastra Kita 45 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 191 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us