-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Sastra Lisan HIKAYAT: Muslihat Busuk Kepala Labu (Langkat)
Sastra Lisan

HIKAYAT: Muslihat Busuk Kepala Labu (Langkat)

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
15 Dec, 2023 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

APERO FUBLIC.- Alkisah zaman dahulu, pada masa kesultanan Islam di Nusantara. Hiduplah di Kesultanan Langkat seorang pemuda yang dijuluki warga daerahnya, Busuk Kepala Labu. Hidup miskin bersama orang tuanya. Pekerjaannya sebagai pembela kayu bakar dan dijual ke pasar.

Dijuluki dengan Busuk Kepala Labu karena pemuda itu sangat pandai berkelakar atau membual. Dia juga cerdik mengakali orang-orang. Walau demikian, dia tidak pernah berbuat berbuah tercelah dan melanggar hukum. Di daerah itu, terdapat pasar yang ramai dan pelabuhan kapal besar.

Suatu hari, Sultan membangun rumah di daerah tinggal, Busuk Kepala Labu. Suatu hari Sultan berjalan-jalan di desa Busuk Kepala Labu. Dia menemukan keadaan keluarga dan Busuk Kepala Labu yang sangat memprihatinkan. Penghasilan dari menjual kayu bakar tidak mencukupi, selain makan sehari-hari. Karena merasa kasihan dan ingin membantu kehidupan Busuk Kepala Labu. Baginda Sultan mempekerjakannya di rumah kediaman Sultan.

Setelah beberapa lama bekerja, putra dan putri sultan juga kasihan. Di kediaman sultan menetap putri bungsunya yang belum menikah. Dia bermaksud membatu Busuk Kepala Labu mendapatkan uang lebih. Suatu hari, dimintalah Busuk Kepala Labu membeli perbekalan alat menyirih.

Kemudian putri meracik sirih untuk dijual kembali kepada warga di pasar. Satu racikan sirih sehat itu, seharga satu sen sesuai apa yang diajarkan Putri Bungsu. Tapi, Busuk Kepala Labu menaikkan harga penjualan. Awalnya dua sen, kemudian tiga sen satu racikan.

Semua anak-anak sultan, teman-teman Putri Bungsu dan lainnya merasa heran. Padahal pembeli siri dagangan Busuk Kepala Labu orang-orang istana. Busuk Kepala Labu tidak mengerti dibantu agaknya, atau dia memang sengaja karena tahu orang-orang kaya itu yang menjadi pembeli. Suatu hari, daerah kesultanan itu kedatangan kunjungan putra-putri sultan daerah seberang. Saat membeli ikat sirih, mereka keheranan mengapa begitu mahal harganya.

“Mengapa kau begitu mahal menjual seikat racik siri ini.” Tanya Putra Sultan Negeri Seberang itu.

“Tidak, tahukah kalau ini siri racikan Putri Bungsu Sultan negeri ini. Itulah mengapa harganya mahal.” Kata Busuk Kepala Labu. Putra raja dan pengawalnya tidak percaya, maka dia bertanya pada penduduk kota. Penduduk kota memberi tahu agar jangan percaya pada Pemuda itu, karena dia seorang pembual. Tidak mungkin putri Sultan mau menikah dengannya.

Tapi gosip terlanjur menyebar dan tersampaikan ke Putri Bungsu.

Putri Bungsu bukan main marahnya. Kemudian dia mencari Busuk Kepala Labu dengan amarah yang meluap-luap. Mana mungkin dia mau menikah dengan orang seperti Busuk Kepala Labu. “Dasar tidak tahu terima kasih, dibantu malah membuat gosip.” Gerutu Putri Bungsu. Saat menjumpai Busuk Kepala Labu dia langsung marah dan mau memukulnya.

Menyadari kalau Putri Bungsu sangat marah. Busuk Kepala Labu melarikan diri, dan Putri Bungsu mengejar. Sampai akhirnya Busuk Kepala Labu tiba di kantor pengadilan agama Islam. Kemudian dia menemui kadi. “Ada apa kau ke kantor pengadilan ini, anak muda.” Tanya Kadi Kesultanan. Masih dengan nafas sesak dia berkata.

“Tuan Kadi, Putri Bungsu baginda sultan mengejar saya memaksa menikah dengannya.” Kata Busuk Kepala Labu, pada Tuan Kadi. Tuan Kadi yang mengerti syariat Islam dan hukum adat. Tidak boleh bujang dan gadis berlarian berkejaran. Mungkin juga pikir Tuan Kadi sudah terjadi sesuatu diantara mereka. Maka Tuan Kadi memutuskan menikahkan Busuk Kepala Labu dan Putri Bungsu. Karena pengadilan memutuskan demikian, tidak ada lagi yang dapat memprotes termasuk baginda Sultan.

Pulanglah mereka berdua ke rumah kediaman Sultan. Tapi keduanya tidak sejalan karena Putri Bungsu tidak mencintai dan menyukai Busuk Kepala Labu. Busuk Kepala Labu kemudian berpikir bagaimana cara agar diterima tuan Putri. Suatu malam Busuk Kepala Labu tidak bisa tidur. Karena dia tidur di luar, banyak nyamuk. Dia merenung entah apa yang dia pikirkan.

“Tuttt… Tuuttt...Tutttt. Tutttt... Tutttt... Tutttt,” Terdengar dua suara terompet kapal layar besar yang akan berlabu di pelabuhan. Busuk Kepala Labu kemudian berpikir keras tentang sesuatu. Kali ini, entah apa yang dia pikirkan.

Keesokan harinya, Busuk Kepala Labu pergi ke pelabuhan dengan berteriak gembira dan bahagia. Dari kediaman sultan dia berteriak-teriak kalau ada kerabatnya orang kaya datang di pelabuhan. Kata-katanya didengar oleh Putri Bungsu dan dayang-dayang. “Bang Ulung dan Bang Nga.

Sepanjang jalan dia berteriak-teriak memanggil Bang Ulung dan Bang Nga. Sesampai di pelabuhan dia berkata, ini kapal Bang Ulung. “Bang Ulung, apa kabarmu saudaraku. Lama tidak jumpa dan aku merindukanmu. Pemilik kapal yang tidak kenal dan tidak tahu menahu pada Busuk Kepala Labu menjadi kesal. Lalu dia meminta anak buahnya melemparkan ke luar kapal. Sehingga Busuk Kepala Labu jatuh ke laut.

Dengan basah kuyup dia kemudian naik ke kapal yang satunya. Kembali dia berteriak-teriak memanggil-manggil. “Bang Nga, apa kabar saudaraku.” Pemilik kapal itu juga kesal pada Busuk Kepala Labu yang diminta berhenti tidak berhenti. Bahkan Busuk Kepala Labu berani memeluk saudagar kaya pemilik kapal. Oleh pengawalnya, kembali dia dilemparkan keluar kapal dan jatuh ke laut.

Prajurit kerajaan mencari Busuk Kepala Labu. Lalu membawa dia ke istana, dimana Sultan dan pejabat sudah berada di istana untuk menjamu kedua saudagar kaya itu. Sultan menyatakan pada kedua saudagar kalau Busuk Kepala Labu adalah menantunya.

Dinikahkan oleh Kadi Kesultanan di pengadilan. Keduanya terkejut mendapati Busuk Kepala Labu. Mereka kaget takut perbuatan di adukan oleh Busuk Kepala Labu kepada sultan. Mereka pasti kena hukum apabila telah memperlakukan menantu raja tidak sopan.

“Bang Ulung dan Bang Nga, apa kabar. Apa kalian tidak rindu dengan saudaramu ini.” Sapa Busuk Kepala Labu. Keduanya akhirnya mengalah dan mengikuti kehendak Busuk Kepala Labu. “Kabar baik saudaraku, bagaimana keadaan kamu. Kami sangat bersyukur sekarang saudara kami menjadi menantu sultan.” Kata keduanya. Seisi ruangan, Sultan, Pejabat Istana, dan Putri Bungsu menjadi terkejut. Tidak menyangka kalau Busuk Kepala Labu adalah saudara saudagar kaya dan bangsawan dari negeri seberang.

“Bagaimana, Apakah peninggalan Pakcik dibagi rata dengan saudara-saudara.” Tanya Busuk Kepala Labu. Keduanya terpaksa menjawab, karena sudah mengaku keluarga. Kalau sandiwara ketahuan sultan, mereka bisa di penggal berani mempermainkan sultan.

“Iya, semua mendapat bagian masing-masing.” Jawab yang satunya.

“Abang Nga, apakah lahan perkebunan lada, gambir, dan tambang timah orang tua kita dulu masih berjalan dengan baik.” Tanya Busuk Kepala Labu pada saudagar satunya. Saudagar itu, kaget bukan main mendapatkan pertanyaan seperti itu yang tidak-tidak. Tapi dia terpaksa menjawab dengan sandiwara juga. Takut Sultan tersinggung dan akan mendapat kesulitan membuat menantu sultan marah. “Alhamdulilah, saudaraku. Semua usaha orang tua kita masih menghasilkan dan bertambah maju.” Jawab saudagar itu.

“Baiklah kalau begitu, Alhamdulillah. Kalau kalian berdua tidak keberatan dengan harta berlimpah itu. Berilah aku kekayaan di tanah rantau ini. Agar aku hidup lebih layak di negeri rantau.” Kata Busuk Kepala Labu. Kedua saudagar itu kaget bukan main, matanya melotot. Tapi mereka sedang berurusan dengan keluarga istana. Hal yang sangat merepotkan apabila mereka marah. Maka keduanya mengiakan dan berjanji memberikan harta yang banyak.

“Alhamdullilah, kalian sesama keluarga sudah bertemu. Kami merasa bahagia mendapatkan menantu keluarga bangsawan dan saudagar kaya. Mari, kita makan terlebih dahulu dan setelah baru berbicara lagi.” Kata Sultan. Semua makan dengan lahap dan kekenyangan. Putri Bungsu dan pejabat istana merasa takjub pada Busuk Kepala Labu. Tidak di sangka pemuda miskin itu adalah keluarga bangsawan.

Sebelum pulang, kedua saudagar itu memberikan banyak uang, emas, dan pakaian yang indah dan bagus-bagus. Mereka terpaksa dan meminta maaf pada Busuk Kepala Labu atas perbuatan mereka di kapal. Sehingga Busuk Kepala Labu dapat membeli rumah bagus dan besar, berpakaian bagus, uang banyak dan dia membangun usaha juga.

Busuk Kepala Labu kemudian terkenal menjadi orang kaya dan anak bangsawan. Akhirnya Putri Bungsu menerima Busuk Kepala Labu dengan rela. Mereka tinggal di rumah mereka yang besar dan indah. Mereka hidup bahagia dan rukun selamanya.


Rewrite. Tim Apero Fublic.
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra
Palembang, 9 Desember 2020.

Sumber: Informan Mastur, lahir di Desa Hinai Kanan tahun 1920, berbahasa Melayu. Masindan, Dkk. Sastra Lisa Melayu Langkat. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987.

Sy. Apero Fublic

Via Sastra Lisan
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Wednesday, June 03, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Bupati Toha Tohet Pimpin Apel Siaga Karhutla 2026, Ajak Seluruh Pihak Perkuat Pencegahan Kebakaran

PT. Media Apero Fublic- Sunday, June 21, 2026 0
Bupati Toha Tohet Pimpin Apel Siaga Karhutla 2026, Ajak Seluruh Pihak Perkuat Pencegahan Kebakaran
Pemkab Muba Perkuat Sinergi dan Tetapkan Tujuh Langkah Prioritas Menuju "Muba Siaga, Bebas Asap 2026" APERO FUBLIC   I  SEKAYU .–   Pemer…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261206
  • 20251139
  • 2024203
  • 2023142
  • 2022103
  • 2021365
  • 2020435
  • 2019282

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Banten Bantul Banyuasin Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan BENGSEL Berita Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bola BOLMONGUT BOLTARA Bosnia Boven Digoel Brand Brazil Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra Indragiri Hulu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Masyarakat Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta JAKARTA Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kampuu Kanada Kapolri Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kepahiang Kepemimpinan Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Opini Opini Pertanian Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekanbaru Pemerintah Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Pesisir Selatan Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Semarang Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Sibolga Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Skil Wanita SMA Smart TV so Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang SUMSEL SUMUT Sungai Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tailan Tamiang Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Tebing Tinggi Teknologi Temanggung Tenaga Kerja TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)
    Pantai Kuta Lombok. Merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Pulau Lombok yang terkenal dengan pasir putihnya yang unik menyerupai ...
  • Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi
    APERO FUBLIC   I  ESAI .-  Teknologi yang terus berkembang ini telah mengubah dunia pelayanan kesehatan dengan cepat sekali. Har...
  • Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan
    Penulis :   Mariani Suciati Danggur APERO FUBLIC   I  OPINI .-  Perkembangan Teknologi yang sangat berkembang saat ini banyak me...
  • Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan
    Penulis :   Muliana Putri APERO FUBLIC   I  OPINI. --   Pernahkah Anda berada di situasi ketika sedang berkendara, tiba-tiba mat...
  • Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.
    APERO FUBLIC.- Raden Kamandaka sebuah cerita rakyat dari dari daerah Banyumas, Jawa Tengah. Cerita Rakyat ini bercerita tentang Keraja...
  • Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal
    APERO FUBLIC. MUBA.- Setelah berhasil melakukan peralihan pengelolaan kelistrikan dari PT MEP ke PLN, Bupati Muba H M Toha bersama Wakil Bup...
  • Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?
    APERO FUBLIC   I  OPINI .--  Berdasarkan data yang telah saya kumpulkan, Tingkat inflasi Kota Padang mencapai 0,79% secara tahun...
  • Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya
    APERO FUBLIC   I  KAMPUS .--  Dunia kampus itu, kalau boleh jujur, adalah sebuah miniatur negara. Semuanya tersistem dengan rapi...
  • Dari Sudut Sekarbolo: Kisah 10 Mahasiswa UNY Lintas Ilmu, Hadirkan Edukasi Inklusif Anak hingga Gali Sejarah Makam Gunung Merak
    APERO FUBLIC   I  FEATURE .- Mengintegrasikan disiplin ilmu akademis ke dalam realitas sosial menjadi esensi utama yang dibawa o...
  • Tradisi Lokal yang Hilang Bukan Karena Modernisasi, tetapi Karena Kurang Diceritakan
    APERO FUBLIC   I  FEATURE .-  Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, modernisasi sering kali dituding sebagai penyebab ut...

Editor Post

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

e-Antologi Puisi Pangeran Ilalang II

Sunday, June 23, 2019
Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Tegaskan Komitmen Sinkronisasi Pembangunan Daerah

Sunday, June 15, 2025

Popular Post

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Fungsi Manajemen dalam Pariwisata Syari’ah (Studi Kasus Lombok)

Thursday, June 04, 2026
Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Profesionalisme Keperawatan Di Era Digital: Menjaga Etika dan Moral Di Tengah Kemajuan Teknologi

Wednesday, June 03, 2026
Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Maraknya Penggunaan Kecerdasaan Buatan (AI ) Dalam Dunia Pendidikan

Wednesday, June 03, 2026
Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Egoisme di Atas Roda: Ketika Bara Rokok Merenggut Hak Kenyamanan Pengguna Jalan

Wednesday, June 17, 2026
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Dampak Rupiah Terus Melemah dan Menguat tanpa Stabilitas yang Pasti: Harga Kemasan Melonjak, Bagaimana Pedagang Plastik di Padang Memutuskan Harga Terbaik?

Wednesday, June 17, 2026
Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Menolak FOMO Kampus, Dibaiat MAPABA, dan Menghidupi Jiwa Pergerakan yang Sesungguhnya

Wednesday, June 17, 2026
Dari Sudut Sekarbolo: Kisah 10 Mahasiswa UNY Lintas Ilmu, Hadirkan Edukasi Inklusif Anak hingga Gali Sejarah Makam Gunung Merak

Dari Sudut Sekarbolo: Kisah 10 Mahasiswa UNY Lintas Ilmu, Hadirkan Edukasi Inklusif Anak hingga Gali Sejarah Makam Gunung Merak

Thursday, June 04, 2026
Tradisi Lokal yang Hilang Bukan Karena Modernisasi, tetapi Karena Kurang Diceritakan

Tradisi Lokal yang Hilang Bukan Karena Modernisasi, tetapi Karena Kurang Diceritakan

Saturday, June 06, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 66 Berita 1618 Berita Daerah 1597 Berita Internasional 38 Berita Nasional 1198 Brand 117 Budaya Daerah 37 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 54 Cerita Rakyat 12 Cerpen 24 Dongeng 67 Ekonomi 93 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 10 Islam dan Budaya 11 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Islam dan Masyarakat 4 Jurnalisme Kita 19 Kampus 813 Kesehatan 40 Kisah Legenda 10 Kuliner 30 Mitos 15 Opini 606 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 47 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 6 Puisi 60 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 3 Sastra Kita 46 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 24 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 191 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 36 Video 20 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us