5/06/2021

COVID-19: Tidak Menyurutkan Semangat Tadarusan Bersama di Bulan Ramadhan.

Apero Fublic.- OKU TIMUR. Tridadi merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. Sebagaimana biasanya, setiap bulan Ramadhan umat Islam melaksanakan ibadah puasa, malam dilanjutkan shalat Tarawih, dan dilanjutkan dengan membaca kitab suci Al-Quran (Tadarus). Begitu juga dengan masyarakat Islam di Desa Tridadi.

Akan tetapi, di bulan Ramadhan (1442) masih dalam kondisi pandemi COVID-19. Membuat kegiatan ibadah di musholla atau masjid agak berbeda. Dimana masyarakat Desa Tridadi mengharuskan warganya mematuhi 3 M (menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker). Kemudian menerapkan sistem rotasi atau bergantian untuk yang akan beribadah di musholla. Sehingga sebagian dari jamaah tidak beribadah di dalam masjid atau musholla.

Begitulah kesepakatan yang diterapkan pada jamaah musholla Nurul Huda, Dusun III, Desa Tridadi. Setelah shalat Tarawih dilanjutkan, kegiatan Tadarusan. Tadarusan itu sendiri, yaitu sebuah kegiatan membaca Al-qur'an secara bergantian dan teman-teman yang lainnya menyimak, biasanya menggunakan pengeras suara. Seiring penghujung bulan Ramadhan, jamaah shalat tarawih mulai berkurang. Namun, kegiatan tadarusan tetap berlanjut seperti biasa. Karena anggota tadarus selalu konsisten melaksanakan kegiatannya. Tampak selalu semarak di musholla kecil itu.

Tadarusan di desa Tridadi dilakukan oleh anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak yang diatur sesuai waktunya. Tadarusan dilaksanakan pada waktu siang dan malam. Untuk malam hari biasanya dari selesai shalat tarawih sampai pukul 22:00. Selanjtnya, dimulai setelah shalat subuh sampai pukul 06:00 WIB. Sedangkan di sore hari dilaksanakan setelah shalat ashar, sampai pukul 17:30 WIB.

Anak-anak yang sangat antusias untuk ikut tadarus. Sebab, selain mendapatkan pahala, kegiatan tadarusan juga dihidangkan makanan dan minuman oleh masyarakat yang diatur secara bergiliran memberikannya. Jadi, selalu ada makanan (malam), dan saat menjelang berbuka. Hal ini membuat anak-anak semakin antusias dan bergembira. Manfaatnya, anak-anak terus belajar dan semakin bagus lagi dalam membaca Alqur'an. Mereka pun dapat bersilahtuhrahmi dengan teman-temannya dalam kegiatan yang baik.

Oleh. Eka Apriyani
Editor. Selita, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
OKU Timur, 7 Mei 2021.
Mahasiswi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Fakultas Adab dan Humaniora, Jurusan Ilmu Perpustakaan.

Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment