12/03/2020

AKSARA ULU: Berpeluang Menjadi Mata Pelajaran Tingkat SMA-Sederajat

Apero Fublic.- Palembang. Aksara Ulu adalah aksara tulis masyarakat Melayu di Sumatera Selatan pada masa lalu. Dinamakan Aksara Ulu karena berkembang di daerh uluan, istilah penyebutan pedalaman Sumatera Selatan. Ulu juga merujuk dari arus Sungai Musi dan arus anak Sungai Musi (daerah hulu). Aksara Ulu berkembang pada masa-masa dulu, terutama sebelum masuknya aksara Arab Melayu. Media tulis biasanya dari bambu, tanduk, dan kulit pohon (karas).

Aksara Ulu kemudian terlupakan seiring berkembangnya politik dan kebudayaan. Beberapa tahun lalu terbentuk Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu (PAU) Sumatera Selatan. Didirikan oleh Nuzulur Romadhona (ketua) dan rekan-rekan. Sekretaris Vixkri Mubaroq, Ketua Pengawas Bapak Rapani Igama, dan wakil ketua pengawas Bapak Wahyu Rizky Andhifani.

Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu (PAU) Sumatera Selatan, menggelar audiensi bersama Bapak Riza Fahlevi sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan (3/12/2020). Tentu dalam pelaksanaan audiensi mengikuti protokol kesehatan, upaya pencegahan dan penularan covid 19. Agenda Audiensi tersebut disambut baik oleh Tim Dinas Pendidikan Sumatera Sealatan.

Tim PAU dipimpin Nuzulur Romadhona, didampingi Vixkri Mubaroq. Juga diikuti anggota PAU, Rahmat dan Agil yang masih berstatus Mahasiswa di UIN Raden Fatah Palembang, jurusan Sejarah Peradaban Islam. Keduanya memiliki kepedulian akan budaya tulis tradisional masyarakat Melayu, Sumatera Selatan.

Vixkri Mubaroq sekertaris PAU dalam audiensi sebagai pembuka acara, memperkenalkan diri dan menjelaskan tentang PAU dan tujuan mengadakan audiensi dengan Dinas Pendidikan Suamatera Selatan. Vixri menegaskan bahwa PAU telah terdaftar secara resmi di Kementrian Hukum dan HAM pada, 18 November 2020. Bergerak dibidang pelestarian budaya tulis masa lalu Sumatera Selatan.

Dalam hal ini, Vixkri Mubaroq juga meminta arahan dan nasehat dari Bapak Riza Fahlevi selaku Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan. Bagaimana memperkenalkan dan membudayakan kembali Aksara Ulu di tengah masyarakat Sumatera Selatan. Agar warisan kebudayaan tersebut tidak hilang.

Ketua PAU Nuzulur Ramadhona menyampaikan tentang sekilas sejarah Aksara Ulu dan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan. Diantaranya, pelatihan Aksara Ulu, pembuatan souvenir, dan kaos beraksara ulu. Menurutnya, Aksara Ulu perlu untuk  dilestarikan karena jatidiri bangsa. Salah satu caranya dikenalkan dan diajarkan kepada generasi penerus, seperti para pelajar. Dapat menjadikan Aksara Ulu sebagai mata pelajaran pada Sekolah Menengah Atas dan Sederajad. Sebagaimana Peraturan Pemerintah Daerah, No. 4 Tahun 2015.

Bapak Riza Fahlevi menyambut baik audiensi dengan Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu. Beliau bersukacita dapat berdiskusi langsung dengan  para pegiat budaya tulis Aksara Ulu. Apalagi Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan telah terdaftar sah pada KEMENKUMHAM.

Bapak Riza Fahlevi juga mengapresiasi ide dari PAU. Dalam upaya melestarikan Aksara Ulu. Dalam hal itu, beliau juga banyak memberikan nasihat dan arahan-arahan pada PAU. Pak Riza Fahlevi juga menyampaikan kemungkinan Aksara Ulu dapat dijadikan sebagai mata pelajaran di sekolah. Tentunya perlu dilakukan kajian yang mandalam dari Tim Pengembangan Kurikulum Dinas Pendidikan, Sumatera Selatan. Dengan merekomendasikan Pecinta Aksara Ulu, lalu bersama-sama dengan Tim Pengembangan Kurikulum untuk membahas secara mendalam.

Diakhir pertemuan audiensi Tim Perkumpulan Aksara Ulu Sumatera Selatan melakukan foto bersama dengan Bapak Riza Fahlevi. Saat berfoto ada sesi pengenalan kaos Aksara Ulu. Sebagai tanda teimakasih atas sambutan beliau, serta dukungan dari Bapak Riza Fahlevi selaku Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan. Pecinta Aksara Ulu mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.

Oleh. Liputan PAU
Editor.Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 4 Desember 2020.
 
Sy. Apero Fublic

0 komentar:

Post a Comment