-->
Search
24 C
en
  • Penerbit MAF
  • Apero Book
  • JAF
  • LinkedIn
APERO FUBLIC
Terbitkan Artikel Anda
  • Apero Fublic
  • Popular
    • Politik
    • Ekonomi
    • Fotografi
    • Dunia Anak
    • Sosial & Masyarakat
  • Apero Fublic
  • Women
    • Women
    • Tokoh Wanita
    • Skil Wanita
    • Ibu dan Anak
    • Pendidikan & Kesehatan Wanita
  • Gatget
    • Video
  • World
  • Video
  • Featured
    • Penyakit Masyarakat
    • About
    • e-Galeri
    • Post Search
    • Daftar Kata
    • Peribahasa
    • Antologi Puisi INew
    • Antologi Puisi IINew
  • Find
    • Download Artikel
    • Download Feature
    • Andai-Andai
    • Post All
    • Flora Pangan
    • Fauna
    • Picture IndonesiaNew
    • Kamus Bahasa MusiNew
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Brand
    • Sport
    • Fashion
    • Fitness
    • Sunset-Sunrise
    • HijrahNew
    • NasihatNew
APERO FUBLIC
Search

Ruang Sponsor Apero Fublic

Ruang Sponsor Apero Fublic
Home Dongeng HIKAYAT SI PANDIR VERSI LANGKAT
Dongeng

HIKAYAT SI PANDIR VERSI LANGKAT

PT. Media Apero Fublic
PT. Media Apero Fublic
19 Nov, 2020 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Apero Fublic.- Di kawasan Melayu Nusantara ada hikayat yang lucu. Cerita ini, memiliki bermacam versi menyesuaikan keadaan bahasa dan budaya setempat. Seperti di daerah Melayu Sumatera Selatan, nama hikayat si Pandir dikenal si Pando. Versi cerita ini, dari masyarakat Langkat, Sumatera Utara.

Cerita si Pandir berkembang dengan sendirinya di tengah masyarakat. Kemungkinan, hikayat si Pandir terinspirasi dari cerita Abu Nawas dari Baghdad. Pandir bermakna bodoh, dungu, atau tolol. Tapi orang pandir lebih bodoh lagi dari orang bodoh. Orang bodoh masih dapat diajarkan. Tapi orang pandir sangat sulit diajarkan.

Di sebuah perkampungan orang Melayu, tinggallah satu keluarga. Sepasang suami istri tersebut memiliki seorang anak, bernama Pandir. Oleh karena itu, ayah si Pandir di panggil Pak Pandir yang bermakna ayah Pandir. Sedangkan ibu si Pandir dipanggil Mak Pandir. Mereka tinggal di gubuk kecil sederhana. Pak Pandir sangat malas bekerja. Pekerjaannya hanya tidur saja, dan bangun makan. Setelah makan dia tidur, bangun tidur dia makan.

Walau seorang petani Pak Pandir tidak memiliki lahan bertani yang luas. Tanamannya tidak teratur dan seadanya. Selain itu, pak Pandir juga hanya mengikuti tanaman apa yang orang tanam. Orang menanam padi, dia menanam padi, orang menanam sayuran dia juga menanam sayuran. Namun yang berbeda adalah kerapian dan keteraturan tanaman berbeda.

Setiap pagi istrinya menyiapkan makan pagi, sedikit nasi, sedikit sayur, dan sambal asam durian atau tempoyak. Masakan sang istri terasa begitu enak di lidah Pak Pandir. Pak Pandir bertanya sambal apa yang istrinya buat seenak itu.”Istriku, sambal apa yang kau buat enak sekali.” Tanya Pak Pandir. Mak Pandir bermaksud bercanda dengan sumainya.

“Itu sambal saya kasih kotoran anak kita.” Karena warna asam durian atau tempoyak memang kuning. Pak Pandir percaya apa yang istrinya katakan. Setelah makan dan merokok Pak Pandir pergi ke ladangnya. Namun semua pekerjaan Pak Pandir di ladang tidak pernah selesai. Sebab Pak Pandir apabila datang ke ladang lebih banyak tidur dari bekerja.

“Bergantianlah kita ke ladang, aku tengok pekerjaanmu tidak pernah selesai. Sedangkan ladang kita tidak seluas ladang orang-orang. Sekarang biarlah aku yang pergi ke ladang. Jaga Pandir dan jangan lupa mandikan dia. Jangan lupa lepaskan ayam-ayam kita, dan sore masukkan kandang kembali. Tidak sabar aku melihat pekerjaanmu yang tidak selesai-selesai.” Kata istrinya, Mak Pandir. Hari itu, mereka bergantian tugasnya. Pak Pandir di rumah mengerjakan pekerjaan istrinya, seperti memasak, mencuci dan mengurus rumah dan mengurus anak mereka si Pandir. “Baiklah.” Jawab Pak Pandir.

Mak Pandir berangkatlah ke ladang mereka. Setelah tengah hari Mak Pandir pulang, sebab lupa membawa bekal makan siang. Setiba di rumah mereka, istri Pak Pandir melihat makanan sudah tersedia, sayuran, nasi dan sambal petai. Sambal petai di campur dengan asam durian atau tempoyak. Saat istri Pak Pandir mencicipi sambal petai yang dicampur tempoyak atau asam durian. Rasanya aneh dan berbeda dari apa yang dia masak selama ini.

“Pak Pandir, mengapa sambal ini rasanya aneh dan pahit.” Tanya Mak Pandir.

“Kemarin saat aku bertanya, kau bilang sambal yang enak itu kau buat dari kotoran anak kita. Kemudian aku pencet perut anak kita sampai keluar kotorannya.” Jawab Pak Pandir dengan tenang. Bukan main marahnya Mak Pandir, dia berkata demikian hanyalah bercanda, mana ada masakan diberi kotoran manusia. Kemudian dia berlari ke kamar melihat anak mereka. Dilihat anak mereka si Pandir sudah tidak bernyawa lagi.

Betapa sedih hatinya mendapati anaknya sudah meninggal. “Karena anak kita sudah meninggal, maka panggilah lebai, untuk mengurus jenazah anak kita. Cirinya orang yang sering bersorban putih.” Kata Mak Pandir. Pak Pandir pergi mencari lebai. Ternyata Pak Pandir tidak tahu kalau Lebai itu tokoh agama.

Kemudian Pak Pandir pergi mencari lebai yang dikatakan istrinya. Dia pergi tergesah-gesah untuk menemukan lebai yang bersorban putih. Pak Pandir menjumpai pohon lempuyang yang diatasnya terdapat banyak burung berkepala putih, bernama Burung Banda Putih. Dengan usaha yang keras Pak Pandir dapat menangkap satu ekor burung.

Setiba di depan rumah, dia mengucap salam. “Assalamualaikum.” Istrinya menjawab dari dalam dan membuka pintu. Pak Pandir meminta istrinyu menutup jendela dan pintu. Dia berkata kalau lebai yang dia bawa liar dan dapat terbang. Setelah dilihat Mak Pandir, ternyata lebai yang Pak Pandir maksud adalah Burung Banda Putih. Betapa mendidih darah Mak Pandir, dan dia marah besar. Tidak seberapa lama kemudian lebai atau penghulu datang melayat dan mengurus jenazah anak mereka.

“Betul-betul kau ini, Pandir. Ahhhh...Sudahlah!!!. Hari sudah sore, segerahlah cari makanan rumput.” Kata istri Pak Pandir dengan amarah tinggi. Maksud istrinya adalah pakan, makanan kambing yaitu rumput. Pak Pandir dengan tergesah-gesah pergi takut istrinya sudah marah besar. Pak Pandir juga kesal sebab semua yang dia kerjakan salah. Padahal dia sudah menurut apa yang istrinya katakan.

Pak Pandir berjalan cepat, dia berpikir manan rumput. Beberapa saat kemudian dia berjumpa dengan sebuah ladang. Dia melihat bagaimana terampilnya orang itu menggunakan alatnya membabat rumput. Dalam pikiran Pak Pandir yang ditangan orang itulah makanan rumput. Sebab habis sudah rumput-rumput itu dibabat. Pak Pandir menghampiri orang itu.

“Bang ulung-Bang Ulung, bolehkan aku meminta alat di tanganmu itu.” Ujar Pandir dengan memelas.

“Lahh, sabit ini untuk pekerjaan saya membersihkan ladang. Bagaimana kalau kau beli saja pada tukang empu.” Jawab orang itu.

“Tolonglah kasihani aku, anakkku meninggal dan aku diminta instriku mencari apa yang ditanganmu, paman.” Kata Pak Pandir. Bang Ulung merasa kasihan dan dia memberikan sabit ditangannya. Dia pulang dan akan membeli lagi alat pertaniannya di pasar. Sesampai dirumah Pak Pandir memberikan sabit pada istrinya. Pak Pandir membawa sabit dengan mengikat dan menyeret. Sehingga sepanjang jalan terdengar suara klentang klentong sabit berbenturan dengan benda-benda di jalanan.

Pak Pandir sampai di rumah, dia mengucap salam dan istrinya membuka pintu. Pak Pandir memberikan sabit pada istrinya. Dia menjelaskan kalau sudah mendapatkan makanan rumput. Alat itu, menurut si pandir sangat pandai makan rumput. Dia melihatnya sendiri tadi diladang  Bang Ulung. “ Ya, Allah. Maksud aku, rumput untuk makanan kambing. Apa lagi yang makanannya rumput kalau bukan kambing kita.” Kata istrinya, sambil menangis kesal.

Mendengar meninggalnya anak Pak Pandir, lebai datang dengan segerah kerumah Pak Pandir. Lebai dibantu warga mengurus jenazah anak Pak Pandir. Setelah di solatkan dan dikafani, jenaza sudah siap dikuburkan. Pak Pandir diminta untuk mencari upih pelepa pinang. Upih pinang untuk membungkus jenaza anaknya, karena masih kecil tidak perlu menggunakan tikar.

Pak Pandir pikir upih untuk menarik jenaza anaknya sebagaimana anak-anak bermain. Anaknya juga masih kecil, pantas kalau ditarik dengan upih pinang. Setelah mendapat upih pinang Pak Pandir langsung saja meletakkan jenaza anaknya di dalam upih pinang. Lalu dia tarik menuju lobang kubur yang sudah digali warga. Pak Pandir juga yakin pekerjaannya sudah benar dan istrinya akan senang.

Saat sampai di lobang kuburnya yang sudah digali. Ternyata jenaza anaknya terjatuh di jalan. Tapi Pak Pandir kemudian menguburkan upih pinang saja. Lalu dia pulang dan melapor pada istrinya kalau sudah menguburkan jenaza anaknya. Dia menceritakan saat pulang dia menemukan ada orang membuang jenaza ankanya. Istri Pak Pandir curiga dan dia mencarinya. Ternyata itu, adalah jenazah anak mereka.

Lalu dia membawa ke kuburan dan warga datang kembali untuk membantu menguburkan anak mereka. Semua warga menggeleng-geleng mengetahui kebodohan Pak Pandir dan ditambah berpikir pendek. Padahal jenaza anak mereka siap ditandu warga setelah mendapatkan upih, tapi pak pandir membawa sendiri dengan upih pinang. Capek dehhhhh. Itulah kata warga di Kampung Pak Pandir.

Rewrite. Tim Apero Fublic
Editor. Desti, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 19 November 2020.
Sumber: T. Rahman, lahir di Binjai tahun 1920, berbahasa Melayu dan beragama Islam. Masindan, Dkk. Sastra Lisan Melayu Langkat. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1987.

Sy. Apero Fublic 

Via Dongeng
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Older Posts
Newer Posts

You may like these posts

Post a Comment

Post Populer

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Tuesday, September 08, 2026
Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Monday, August 17, 2026
Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Thursday, September 10, 2026
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024

BULETIN APERO FUBLIC

BULETIN APERO FUBLIC

Translate

Search This Blog

Stay Conneted

facebook Like
twitter Follow
youtube Subscribe
vimeo Subscribe
instagram Follow
rss Subscribe

Featured Post

Mewujudkan Good and Smart Citizenship melalui Kesadaran Hukum Tata Negara di Indonesia

PT. Media Apero Fublic- Friday, September 25, 2026 0
Mewujudkan Good and Smart Citizenship melalui Kesadaran Hukum Tata Negara di Indonesia
APERO FUBLIC   I  Menjadi warga negara yang baik dan cerdas tidak hanya mengenai pematuhan terhadap berbagai peraturan yang berlaku. Tetapi juga s…

Most Popular

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Legenda Putri Bulan. Kesetiaan Yang di Abadikan Menjadi Sungai Sake

Sunday, November 10, 2019
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Pantun Berbahasa Daerah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan

Wednesday, April 22, 2020
Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Legenda Asal Mula Bukit Pendape. Musi Banyuasin.

Tuesday, October 15, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Legenda Cinta Puyang Gadis. Sumatera Selatan

Saturday, March 21, 2020
Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Asal Mulah Sungai Keruh dan Kutukan Puyang Dulu

Thursday, November 07, 2019
Mengenal Buah Pedare

Mengenal Buah Pedare

Monday, June 22, 2020
Powered by Blogger
Apero Fublic

Website Archive

  • 20261965
  • 20251140
  • 2024217
  • 2023142
  • 2022105
  • 2021367
  • 2020435
  • 2019282
  • 20183

MAJALAH KAGHAS

MAJALAH KAGHAS

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

JURNAL APERO FUBLIC. HUMANIORA

TABLOID APERO FUBLIC

TABLOID APERO FUBLIC

SELAK MAJO

SELAK MAJO
Karikatur

Labels

Aceh Aceh Besar Aceh Tamiang Aceh Tengah Aceh Utara Alor Amerika Serikat Anambas Andai-Andai Angkat Besi Antropologi APERO FUBLIC Apero Herbal Apero Popularity Arkeologi Artikel Asahan Atambua Australia BABEL Badan Pemerintah Bahasa Bali Banda Aceh Bandar Lampung Bandung Bangka Barat Bangka Belitung Bangkalan Bangkinang Banjarmasin Banjarnegara Bantaeng Banten Bantul Banyuasin Banyuwangi Batam Batang Batu Bara Batusangkar Baubau Bawaslu Bekasi Beladiri Belanda Belarusia Belu Bencana Bener Meriah Bengkayang Bengkulu Bengkulu Selatan Berita Berita anggal Berita Daerah Berita Internasional Berita Nasional Betul Daerah Binjai Biologi Bireuen Biruisme Bisnis Blitar BNN Bogor Bojonegoro Bola BOLMONGUT BOLTARA Bone Bosnia Boven Digoel BPD Brand Brazil Brebes Budaya Budaya Daerah Budaya Dunia Buku Populer Buletin AF Bulungan Cerita Bersambung Cerita Kita Cerita Rakyat Cerpen Ciamis Cilegon Cililin Cina Dairi Daratan dan Hutan Deli Serdang Demak Depok Dompu Dongeng Dongeng Dunia DPD RI DPR RI DPRD Dunia Anak e-Biografi e-Biografi Tokoh Ekonomi Ekonomi IsIam Ekonomi Islam Elektronik Energi Esai Event FASHION Fauna Feature Film Filsafat Flora Flores Fotografi Gatget Geografi Gunungsitoli Healthy & Fitness Himpunan Muslim HSS HST Hukum Hukum Islam Ibu dan Anak Ideologi Ilmu Kesastraan Ilmu Sastra India Indragiri Hulu Indramayu Iran Islam dan Budaya Islam dan Lingkungan Hidup Islam dan Negara Islam dan Sosial JABAR Jakarta Jambi JATENG JATIM Jatinangor Jember Jembrana Jepang Jerman Jurnal AF Jurnalisme Kita Jurnalistik Kabar Buku Kabar Desa KALBAR Kalimantan Utara KALSEL KALTARA KALTENG KALTIM Kampar Kampus Kanada Kapolri Karanganyar Karo Kata Mutiara Katolik Kebudayaan Keislaman Kekristenan Kelautan Kendal Kepahiang Kepemimpinan Kepulauan Riau Kerinci Kesehatan Kesehatan dan Pendidikan Wanita Kesenian Ketapang Keuangan Kimia Kisah Legenda KKN Klaten Kolaka Konawe Selatan Korea Selatan Korupsi Kota Kota Bengkulu Kriminal Kuansing Kubu Raya Kuliner Kulon Progo Kupang Labuhan Bajo Labuhan Batu LABURA Labusel Lahat Lamandau Lampung Lampung Tengah Langkat Laporan Penelitian Lebak Lebong Lembata Lewoleba Lhokseumawe Lingkungan Lingkungan Hidup Lombok Lowongan Kerja Lubuk Linggau Lubuk Pakam Magang Mahasiswa Mahasiswi Majalah Kaghas Makassar Malang Malaysia Malinau Manado Mappi Marinir Mask Mataram Medan Media Sosial Mempawah Menembak Meranti Merauke Militer Mitos Mojokerto Morowali Morut Muara Dua Muara Enim Muaro Jambi MUBA Muratara Musi Rawas Musik Nasional Natuna Ngawi Nias Selatan NTB NTT Ogan Ilir OKI OKU OKU Selatan OKU Timur Olahraga Olaraga Opini Organisasi Ormas Otomotif Padang Padang Lawas Padang Panjang Pagaruyung Pakpak Bharat Palangkaraya Palembang PALI Palopo Palu Pamulang Panjat Tebing Pantun Papua Papua Barat Daya Papua Selatan Papua Tengah Parigi Moutong Paringi Moutong Pariwisata Partai Pasaman Pasaman Barat Pasuruan PDF Pekalongan Pekanbaru Pelalawan Pematangsiantar Pemerintahan Pendape Pendidikan Penyakit Masyarakat Perancis Perkebunan Perpustakaan Pertanian Pertanian dan Alam Perternakan Pesisir Selatan Peternakan Pidie Pinrang PKM Politik Pontianak Populer Bisnis Populer Iklan Populer Produk Populer Profesi PPKn PPL Prabumulih PraLeader Problematika Seks Propaganda Psikologi Public Figure Puisi Puisi Akrostik Purwokerto Purworejo Pustakawan PWI PWI SumSel Redaksi AF Renang Resensi Riau Rote Ndao Rusia Samarinda Samosir Sampah dan Limbah Sastra Sastra Kita Sastra Klasik Sastra Lisan Sastra Moderen Sastra Modern SDA Sejarah Sejarah Daerah Sejarah Islam Sejarah Kebudayaan Sejarah Umum Sekayu Seluma Semarang Seminar SEMSEL Senam Seniman Sepak Bola Sepeda Listrik Sepeda Motor Serang Seruyan Siak Sibolga Sidenreng Rappang Sidoarjo Sijunjung Silat Simalungun Singapura Singkawang Skil Wanita Sleman SMA Smart TV Solok Sorong Sosial Masyarakat Sosiologi Sport Sragen Suara Rakyat Sudut Pandang Sukabumi Sukamara Sukoharjo SULSEL SULTENG SULTENGRA SULTRA Sumba Sumba Barat SUMBAR Sumber Air Sumedang Sumenep SUMSEL SUMUT Sungai Sungai Penuh Surabaya Surat Kita Syarce Tablet Tabloid AF Tamiang Tanah Bumbu Tanah Datar Tangerang Tanjab Barat Tanjung Selor Tapanuli Tapanuli Utara TAPANUSEL TAPTENG Teater Tebing Tinggi Tebo Tegal Teknologi Temanggung Tenaga Kerja Thailand TNI TNI AD TNI AL TNI Angkatan Laut TNI AU Tokoh Tokoh Wanita Tradisi Transportasi TTU UKM-Bisnis Video Women World Yogyakarta

Laman Khusus

  • Cahaya
  • Daftar Kata Istilah Baru
  • e-Galeri Apero Fublic
  • Mari Kita Hijrah
  • Nasihat dan Motivasi
  • Apero Quote
  • Pribahasa Indonesia
  • Picture Indonesia
  • Pangeran Ilalang I
  • Pangeran Ilalang II

Pages

  • Pecakapan Sunset Sunrise
  • Flora Pangan Indonesia
  • Fauna Indonesia
  • Dawnload PDF Gratis
  • Dawnload Feature Gratis (PDF)

Recent Posts

Popular Posts

  • Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi
    APERO FUBLIC   I  SLEMAN.--  Sebuah kegiatan outing kelas bertajuk "Pelestarian Budaya Lewat Permainan Tradisional" s...
  • Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa
    Sumber: pribadi/pedaljuara APERO FUBLIC   I  BEKASI.— Suasana di sekitar stan Bazaar Karya Juara perlahan berubah ketika siswa SMP Adisa mu...
  • Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017
    APERO FUBLIC  I  JAKARTA.—   Pemkab Musi Banyuasin menegaskan tetap mempedomani dan memberlakukan Permendagri Nomor 126 Tahun 2017 s...
  • Mengenal Buah Raman
    APERO FUBLIC.- Buah raman atau dikenal juga dengan nama buah aman, dan gandario. Buah asli endemik Indonesia ini banyak tumbuh di pulau ...
  • Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series
    Goda Series e-Bike APERO FUBLIC.- Berbicara tentang e-Bike atau sepeda Listrik saat ini memang tidak ada habisnya. Kendaraan praktis tanp...
  • Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly
    Sepeda Motor Listrik Produksi U^Winfly APERO FUBLIC.- U^Winfly merupakan Perusahaan Industrial pada sektor bergerak industri kendaraan list...
  • KKN MIT 22 Posko 202 UIN Walisongo Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah dan Briket Janggel Jagung di Desa Jatirejo
    APERO FUBLIC   I  KENDAL.–   Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang secara resmi mere...
  • Kunjungi Kandang Bebek Pak Senari: KKN MIT 167 UIN Walisongo Intip Perjalanan Telur Bebek dari Kandang Hingga Pemasok
    APERO FUBLIC   I  KENDAL.-   Aktivitas peternakan bebek menjadi perhatian mahasiswa KKN MIT Posko 167 UIN Walisongo Semarang saa...
  • Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengenal
    APERO FUBLIC   I  KENDAL.–   Di tengah perkembangan zaman, masyarakat Desa Wonotenggang, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, m...
  • Hijaukan Lingkungan Desa, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bersama Masyarakat Wonotenggang Tanam Bibit Pohon
    APERO FUBLIC   I  KENDAL.–   Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 167 bersama masyarakat Desa Wonotenggang, Keca...

Editor Post

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Syair Khadamuddin. Syair Sastra Melayu Klasik

Tuesday, June 25, 2019
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Bupati Toha Tegaskan Komitmen Pelayanan Listrik di Muba Wajib Maksimal

Wednesday, April 16, 2025
Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Smartphone Oppo Terbaru Tahan Terbanting: Oppo A3 Pro 5G

Monday, July 15, 2024
Mengenal Pohon Serdang

Mengenal Pohon Serdang

Saturday, August 05, 2023
Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Raden Kamandaka. Cerita Rakyat Dari Banyumas. Jawa Tengah.

Friday, January 17, 2020
MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

MAKANAN CIRI KHAS SEKAYU: Pundang Muba

Wednesday, December 06, 2023
Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Mata Cantik Aisyah Part III: Aisyah dan Geng Mio

Sunday, August 18, 2019

Popular Post

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Lestarikan Budaya Lokal, SMP Negeri 4 Prambanan Gelar Outing Kelas Permainan Tradisional di Tebing Breksi

Tuesday, September 08, 2026
Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Dari Ragu Menjawab hingga Berani Menawarkan Karya: PEDAL JUARA Perluas Ruang Belajar Siswa SMP Adisa

Monday, August 17, 2026
Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Bahas Batas Muba–Muaro Jambi, Wabup Rohman Tegaskan Pemkab Muba Tetap Berpedoman Permendagri 126/2017

Thursday, September 10, 2026
Mengenal Buah Raman

Mengenal Buah Raman

Tuesday, June 23, 2020
Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Mengenal Empat Varian Sepeda Listrik (e-Bike) Goda Series

Sunday, July 14, 2024
Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sepeda Listrik (e-Bike) Produk Unggulan U^Winfly

Sunday, July 14, 2024
KKN MIT 22 Posko 202 UIN Walisongo Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah dan Briket Janggel Jagung di Desa Jatirejo

KKN MIT 22 Posko 202 UIN Walisongo Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah dan Briket Janggel Jagung di Desa Jatirejo

Monday, September 07, 2026
Kunjungi Kandang Bebek Pak Senari: KKN MIT 167 UIN Walisongo Intip Perjalanan Telur Bebek dari Kandang Hingga Pemasok

Kunjungi Kandang Bebek Pak Senari: KKN MIT 167 UIN Walisongo Intip Perjalanan Telur Bebek dari Kandang Hingga Pemasok

Thursday, August 06, 2026
Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengenal

Warisan Leluhur yang Tetap Terjaga, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Mengenal

Saturday, August 29, 2026
Hijaukan Lingkungan Desa, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bersama Masyarakat Wonotenggang Tanam Bibit Pohon

Hijaukan Lingkungan Desa, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Bersama Masyarakat Wonotenggang Tanam Bibit Pohon

Saturday, August 29, 2026

Populart Categoris

Andai-Andai 3 Artikel 72 Berita 1939 Berita Daerah 1817 Berita Internasional 45 Berita Nasional 1251 Brand 117 Budaya Daerah 41 Cerita Bersambung 20 Cerita Kita 69 Cerita Rakyat 12 Cerpen 33 Dongeng 67 Ekonomi 128 Elektronik 21 FASHION 14 Fauna 4 Flora 65 Healthy & Fitness 15 Ibu dan Anak 14 Islam dan Budaya 12 Islam dan Lingkungan Hidup 7 Jurnalisme Kita 21 Kampus 1239 Kesehatan 53 Kisah Legenda 10 Kuliner 34 Mitos 15 Opini 706 PDF 3 Pantun 6 Pariwisata 59 Penyakit Masyarakat 6 Problematika Seks 7 Puisi 70 Puisi Akrostik 5 Sampah dan Limbah 4 Sastra Kita 64 Sastra Klasik 55 Sastra Lisan 15 Sejarah Daerah 25 Sejarah Kebudayaan 29 Sepeda Listrik 15 Sport 2 Surat Kita 8 Tablet 20 Teknologi 215 Tokoh Wanita 11 UKM-Bisnis 48 Video 19 Women 4 World 3 e-Biografi Tokoh 23
APERO FUBLIC

About Us

PT. Media Apero Fublic merupakan perusahaan Publikasi dan Informasi yang bergerak dalam bidang Industri Kesusastraan. Apero Fublic merupakan bidang usaha utama bidang jurnalistik.

Contact us: fublicapero@gmail.com

Follow Us

© Copyright 2023. PT. Media Apero Fublic by Apero Fublic
  • Disclaimer
  • Tentang Apero Fublic
  • Advertisement
  • Contact Us