11/29/2020

Budidaya Jamur: Cahaya Tiram Mandiri

Apero Fublic.- Muara Enim. Jamur Tiram atau dikenal dengan Tiram Putih memiliki nama latin pleurotus ostreatus. Nama lokal dikenal dengan cendawan putih. Masyarakat Melayu sudah sangat akrab dengan cendawan putih atau jamur tiram putih. Apalagi masyarakat yang tinggal di pedesaan. Yang hidup dekat dengan hutan atau berprofesi sebagai petani ladang.

Jamur tiram putih atau cendawan putih tumbuh pada batang pohon yang telah mati atau lapuk. Dimana warga desa biasanya membuka hutan, tentu banyak batang pohon dan tunggul pohon. Sehingga cendawan putih atau tiram putih sering tumbuh. Namun, tumbuhnya jamur tiram alami tidak begitu aktif dan banyak.

Biasanya jamur tiram putih atau cendawan putih tumbuh dua sampai tiga kali dalam setahun di tempat semulah. Dengan kapasitas tidak banyak, sehingga jamur tiram putih tumbuh alami menjadi langka. Hanya sesekali saja, warga menemukan jamur yang tumbuh alami dengan gembira layaknya mendapat rezeki yang besar.

Di namakan cendawan putih atau tiram putih karena memiliki warna putih bersih. Berbentuk payung dengan tekstur lembut kenyal. Olahan cendawan putih biasanya warga ditumis, gulai pindang, pais (pepes), sambal, campur pede. Pede adalah makanan tradisonal yang terbuat dari permentasi ikan dengan olahan ikan, garam, dan beras.

Nah, bagi Anda penggemar cendawan putih atau jamur tiram putih. Dapat membudidayakan jamur tiram putih dengan media tanam. Tentu, akan memberikan produksi yang baik pada jamur tiram putih. Seperti tempat budidaya jamur tiram di Kabupaten Mura Enim, Sumatera Selatan.

Budidaya cendawan putih atau jamur tiram putih, terletak di Desa Tanjung Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Dikenal dengan budidaya jamur tiram putih, Cahaya Tiram Mandiri. Pemilik sepasang suami istri, Bapak Rahmat Hidayah dan Ibu Sri Astuti.

Budidaya jamur Pak Rahmat selain dapat memenuhi kebutuhan akan jamur, juga sebagai home industri. Selain produksi budidaya memenuhi kebutuhan jamur di sekitar, juga dapat memenuhi kebutuhan pasar. Pengenalan olahan jamur tiram putih, seperti nuget jamur, bakwan jamur, dan lainnya.

Hal yang perlu diketahui adalah, cendawan putih atau jamur tiram memiliki kandungan protein yang tinggi. Walau belum sama dengan daging ikan dan daging, seperti daging sapi. Namun kadar protein cendawan putih lebih tinggi dari sayur dan buah-buahan.

Tentu bagi kita yang tidak dapat mengkonsumsi jenis daging karena penyakit tertentu. Selain itu juga, konsumsi daging berkelanjutan (terlalu sering) juga dapat menyebabkan penyakit, seperti sakit jantung. Dapat mengganti kebutuhan daging tersebut dengan berbagai jenis cendawan atau jamur, salah satunya jamur tiram putih.

Bagi Anda yang ingin tahu lebih jauh tentang budidaya cendawan putih atau jamur tiram putih dapat berkunjung langsung ke tempat budidaya jamur, Cahaya Tiram Mandiri. Beberapa waktu lalu para Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Muara Enim melakukan kunjungan edukasi. Semoga bermanfaat dan memberi inspirasi.

Oleh. Adi Saputra, S.IP.
Editor. Selita, S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra
Muara Enim, 30 November 2020.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment