10/13/2020

OMNIBUS LAW: Aksi Mahasiswa Sumatera Selatan (Siang Malam)

Apero Fublic.- Undang-Undang OMNIBUS LAW Cipta Kerja sebuah rancangan perundang-undangan yang baru disahkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang mendapat penolakan dari berbagai kalangan masyarakat sehingga menimbulkan aksi tuntutan pembatalan UU baru tersebut.

Undang-Undang yang memiliki sebelas klaster yang menggabungkan 79 Undang-Undang yang mengatur tentang ketenagakerjaan, penyederhanaan perizinan, persyaratan investasi, sampai Administrasi Pemerintahan.

Secara harfiah pengertian Omnibus Law adalah bentuk kesatuan dari banyaknya perundang-undangan. Kata omnis dalam Bahasa Latin bermakna, banyak. Dapat dipahami secara umum yaitu, suatu rancangan Undang-Undang yang mencakup lebih dari satu aspek yang digabungkan menjadi satu payung Undang-Undang.

Kabar aksi penolakan juga dilakukan oleh gabungan mahasiswa di Kota Palembang. Diantaranya, mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (UIN RF), Universitas Sriwijaya, Universitas Muhamadiyah, Universitas PGRI dan berbagai Perguruan Tinggi lainnya. Tempat aksi mereka lakukan di halaman kantor Gubernur Sumatera Selatan.

Aksi yang berkelanjutan dari siang sampai malan dilakukan mahasiswa. Sehingga kerumunan mahasiswa memenuhi seluruh halaman kantor gubernur dan sekitarnya. Mahasiswa yang tidak mau menyerah sebelum sebelum suara mereka didengarkan. Dengan demikian perwakilan dari kesatuan mahasiswa diterima di kantor gubernur. Sampai berita ini diturunkan, aksi mahasiswa masih berlanjut (10/10/2020).

Dalam hal ini, kita hanya menginformasikan tentang aksi mahasiswa. Tapi sedikit menyayangkan pada bangsa kita. Mengapa setiap ada UU terbaru selalu mendapat kontra yang keras dari rakyat. Baikkah UU tersebut bagi masyarakat dan bangsa kita. Kalau baik mengapa rakyat bereaksi keras. Apakah tidak dilakukan sosialisasi dengan baik. Sehingga masyarakat dapat dengan mudah terpancing hoax atau salah memahami.

Hal-hal demikian, sebaiknya kita renungkan kembali. Siapa yang salah atau siapa yang benar. Dapatkah kita menjelaskan dengan baik dapat dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat. Semoga jalan terbaik dapat diambil agar Bangsa kita damai selalu.

Oleh. Rama Saputra
Editor. Selita, S.Pd.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 10 Oktober 2020.

Sy. Apero Fublic

1 comment: