9/08/2020

Empat Periodisasi Zaman Manusia Asia Tenggara

Apero Fublic.- Dalam pembagian periodisasi kesejarahan Asia Tenggara oleh Profesor  Wilhelm G. Solheim II. Beliau berpendapat ada empat zaman periode peradaban Manusia yang mendiami Asia Tenggara. Sebagai berikut:

1.Zaman Litikum (Zaman Batu)
Zaman Litikum atau zaman batu berakhir kira-kira sekitar 40 tahun Sebelum tahun Masehi. Zaman litikum ditandai dengan penggunaan peralatan yang terbuat dari batu. Zaman litikum juga dibagi lagi dalam tiga periode, yaitu zaman Palaeolitikum (Batu Lama), zaman Mesolitikum atau zaman Batu Pertengahan, dan zaman Neolitikum yang dikenal dengan zaman Batu Baru.

2.Zaman Liknik (Zaman Kayu).
Zaman Liknik atau Zaman Kayu yang meretas pada masa 40.000 sampai 20.000 tahun Sebelum Masehi. Pada zaman ini, kayu, bambu, akar telah digunakan sebagai alat atau peralatan terutama untuk keperluan berburu dan kebutuhan sederhana lainnya.

3.Zaman Kristalisik
Zaman Kristalisik yang bermulah kira-kira antara tahun 20.000 sampai 8.000 Sebelum Masehi. Pada zaman ini telah ada kegiatan yang mengkilapkan atau melicinkan alat-alat dari batu. Pada zaman ini sudah ada kebudayaan menjinakkan atau memelihara hewan-hewan dan mulai bertanam. Zaman ini juga sering disebut oleh akademisi dengan zaman bercocok tanam. Mata pencaharian hidup tidak lagi tergantung hanya dari berburu saja.

4.Zaman Berkebudayaan
Zaman berkebudayaan adalah zaman pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan. Zaman berkebudayaan ini diperkirakan mulai muncul antara tahun 8.000 Sebelum Masehi sampai memasuki tahun awal masehi. Zaman-zaman berkebudayaan juga mulai terjadi persebaran penduduk di Asia Tenggara, dari Madagaskar di bagian Barat dan Lautan Teduh di Timur.

Itulah masa periodisasi zaman perkembangan kehidupan manusia di Asia Tenggara menurut Profesor Wilhelm G. Solheim II. Beliau juga meyakini kalau peradaban manusia di Asia Tenggara lebih tua dari peradaban Asia Barat. Peradaban Asia Tenggara adalah Peradaban Melayu-Polinesia yang telah ada sejak kurang lebih 40.000 tahun yang lalu.

Oleh. Joni Apero
Editor. Desti. S.Sos.
Tatafoto. Dadang Saputra.
Palembang, 9 Agustus 2020.
Sumber: Ahmad Dahlan. Sejarah Melayu. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia, 2014.

Sy. Apero Fublic.

0 komentar:

Post a Comment